![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Tiga bulan berlalu.. Kehidupan rumah tangga Cela dan Raga semakin harmonis, mereka sering tertawa dan bercanda ria, tidak ada lagi yg mengganggu mereka berdua, nampak nya mereka berdua bahagia..
Sebuah pagi yg terlihat sibuk di apartemen yg tidak terlalu besar itu, Raga dan Cela masih menempati apartemen yg menjadi kenangan untuk mereka, bukan karena Raga tidak mampu membeli rumah yg lebih besar, tapi memang mereka yg nyaman tinggal di sana..
Satu deringan ponsel di pagi buta yg menyadarkan mereka dari tidur nya, Raga terbangun dan melihat ponsel nya yg dia simpan di atas nakas meja yg ada di samping tempat tidur mereka...
__ADS_1
Ia terkejut saat melihat siApa yg menghubungi nya pagi itu.. "Ya kak ada apa..?!" jawab nya dengan suara Serak khas bangun tidur nya.. "Raga bunda sakit.. Kini bunda di rawat di rumah sakit, keadaan nya kritis Raga.. tidak bisakah kau datang untuk menjenguk nya, tolong lupakan dulu amarah mu pada nya, saat ini dia sangat membutuh kan kita anak-anak nya, kita tidak pernah tahu apA yg Akan terjadi pada nya nanti.. Dia bahkan memanggil nama mu terus raga, walau di dalam tidur nya" ucap Jiwa.. Raga terdiam.. "Aku akan memikir kan nya dan menyesuaikan dengan jadwal ku, jika aku tidak sibuk, Aku akan sempatkan untuk menjenguk nya" jawab nya dingin..
Gracela terdiam ia mendengar semua nya.. "Sayang.. Kau harus menjenguk nya, jenguk bunda..! Maafkan semua kesalahan nya, bagaimana pun diA ibu mu orang yg melahirkan mu, sebesar apa pun kesalahan nya, kau tidak boleh membenci nya Raga.. Kau harus bisa membuka perasaan mu sedikit saja, benar kata kak jiwa tadi, kita tidak pernah tahu sampai kapan bunda Akan bertahan, sebelum kau menyesal nanti bila tidak sempat bertemu dengan nya.." ucap Cela.. Raga terdiam ia memikir kAn apa yg istri nya tadi ucap kan pada nya..
pagi itu Raga bersiap untuk pergi ke kantor nya, terlihat Cela yg tengah memasangkan dasi pada nya.. "Mungkin aku akan menjenguk bunda siang ini.. Apa kau mau ikut..? Jika kau menolak ikut pun aku tidak apa-Apa, biar aku ke rumah sakit saja sendiri" ucap nya, Cela tersenyum..
__ADS_1
"Hmm aku ada urusan nanti di luar butik sayang, mungkin akan lebih mudah bila kita berangkat terpisah, tapi jika kau ingin menjemput ku, aku dengan senang hati menunggu kedatangan mu di butik.." jawab nya.. Raga tersenyum..
"sejujur nya aku lebih tenang bila datang bersama mu Cel... Aku tidak pernah siap sebetul nya bertemu dengan bunda, rasa sakit hati ku pada nya terlalu sakit bila aku ingaat semua nya" ucap Raga..
"Sayang tidak baik menyimpan dendam... Apa lagi itu pada ibu mu sendiri yg terpenting, Sekarang aku di sini bersama mu, sekarang kau harus menjenguk nya, kau putra nya, mungkin dengan kedatangan mu kesana, keadaan bunda akan membaik, dia seorang ibu yg merindukan putra nya yaitu kau Raga" ucap Cela, Raga hanya tersenyum dan mengangguk.,..
__ADS_1
bersambung