DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 230: rumit


__ADS_3

Cela termenung sendiri malam itu,.. ia berdiaam diri ditaman yg berada di apartemen itu, menatap langit-langit yg gelap gulita, hanya


di terangi oleh cahaya bulan yg temaram di sana.. ia mengingat sosok suami nya


itu, Raga.. ia sangat merindukan laki-laki itu, namun setiap kali dia mengingat


nya perasaaan nya terluka.. ia tahu pasti saat ini Raga sangat membutuh kan


nya, tapi kini Cela sudah tidak bisa   berbuat apa –apa lagi.. mereka berjauhan dan laki-laki itu pun tidak pernah tahu jika sebenar nya dia masih hidup… semua itu dia lakukan untuk kebaikan


Raga, ia ingin Raga bisa melupakan nya, lagi pula mungkin perasaan nya


lama-kelamaan pun akan mati.. Cela tidak bersembunyi, ia hanya ingin menenang


kan diri.. jika dia kembali pun pada laki-laki itu, dia tetap tidak akan bisa


membahagia kan dia..  “aku berharap kau


bisa menjaga diri mu sendiri..!! dan kau bisa melupakan ku..” batin nya, air


mata nya menitik keluar dari sudut mata nya.. Evan melihat wanita itu dari

__ADS_1


kejauhan.. ia menghampiri nya dan membawa kan nya segelas teh  hangat.. “sedang apa di sini..? apa kau masih


mengingat nya..? jika perasaan mu tidak bisa lagi kau bohongi, kenapa kau tidak


memberikan nya kesempatan sekali lagi..” ucap Evan pada Cela, gadis itu


tersenyum..ia menggeleng, “hubungan ku sudah terlalu rumit bersama nya, dari


awal pun aku tidak bisa menjelas kan nya, aku sejujur nya sudah melupakan dan


memaaf kan kesalahan nya,  tapi jika aku


kembali pada nya pun, ibu nya tidak akan pernah suka dan mungkin akan  tetap memisah kan kami.. kau Tau van, aku


fikiran ku,hanya dialah dunia yg ku punya.. aku tidak akan pernah bisa tanpa


nnya, sampai kedatangan ibu nya dan menyuruh ku berpisah.. aku nekat


menenggelam kan diri ku.. di tambah lagi kesalahan nya, dan juga kekurangan diri


ku.. ke egoisan ku untuk hidup nya dan mungkin dengan cara itu aku bisa melepas

__ADS_1


nya,.. sebelum aku di sini pun kami sudah bercerai.. aku sudah menanda tangani


surat itu, menuruti permintaan ibu nya, dan kata-kata nya memang benar.. aku


bukan lah wanita sempurna, yg bisa memberi nya keturunan.. dan ketika itu, aku


menyadari.. jika Raga terus bersama ku.. dia tiddak akan pernah bisa bahagia..


dan aku kini sudah melepas nya, anggap saja Gracela yg dulu sudah tenggelam dan


menghilang..” jawab nya… Evan terdiam.. “sebegitu penting nya keturunan, untuk


keluarga itu, hingga mereka bisa melukai hati orang lain, dan juga tentu hati


anak nnya sendiri.. bukan hanya kau yg terluka dan  hancur, tapi Raga juga.. dia paling hancur


saat ini.. dan tentu nya dia yg paling tersiksa..” jawab Evan…


Cela terdiam.. "Aku tahu dia tersiksa, tapi aku juga tidak bisa mementingkan ego ku, mungkin saja, nanti dia bisa menemukan kebahagian nya sendiri, tampa ku.." jawab nya..


"tapi apa kau yakin jika Raga akan bahagia? Apa bisa dia melupakan mu..? dan apa bisa kau juga bahagia tanpa dia..? Kau di sini hanya untuk menyiksa diri mu sendiri dan juga semua perasaan mu tentang nya" ucap Evan.. Cela terdiam... Mungkin yg evan katakan itu semua benar

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2