![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Jiwa menatap sendu pada Raga ia tidak percaya pada semua kenyataan nya.. ia tidak bisa berkata-kata.. Cela menghampiri nya, ia membawakan teh untuk Jiwa.. berharap dengan itu jiwa bisa sedikit tenang.. sementara Raga, ia terbaring lemah di kamar nya, ia juga tidak menyangka jika Jiwa harus mengetahui kondisi nya dengan cara seperti ini..
jiwa menatap Cela, yg duduk di depan nya.. "sejak kapan..? sejak kapan Raga sakit..? apa kau sudah mengetahui nya..?" tanya nya.. Cela menarik nafas berat.. ia bingung harus menjawab apa.. ia tidak pernah berfikir hari ini akan terjadi.. "Aku tidak tahu persis nya sejak kapan..!! tapi yg aku tahu, Raga sering mengalami sakit kepala yg hebat, dan terkadang juga dia sering mimisan.. sejak kami masih sekolah dulu.." jawab nya..
__ADS_1
"Saat aku bertemu lagi dengan nya, saetelah pernikahan mu.. ku rasa saat itulah dia sudah di diagnosa penyakit itu.. aku sudah berusaha membujuk nya, untuk memberi tahu mu dan bunda.. tapi raga belum siap untuk memberi tahu kalian.." jawab nya.. Jiwa menghapus air di wajah nya. dengan berat ia menelan saliva nya.. "Raga.. Raga.. sampai kapan kau akan menyembunyikan nya..!! penyakit tu mematikan. kau ahu, apa yg terjadi pada ayah.. kita kehilangan nya karena penyakit itu.. dan kini kau malah menyembunyikan nya dari keluarga mu.. aku hanya memiliki satu adik, dan itu diri mu.. aku tidak bisa membiarkan mu menderita, dengan penyakit mu.." ucap nya.. Ccela terdiam..
"Tolong bujuk dia untuk melakukan kemo terapi.. aku tidak bisa membujuk nya.. sudah berulang kali, aku coba.. tapi dia selalu menolak ny.. kak Jiwa. aku stidak mau kehilangan nya.. aku membutuh kan nya.. tolong bantu aku.. aku tidak bisa membayang kan, bila aku kehilangan nya.. aku mohon.." ucap Cela.. Jiwa menganguk.. "Baiklah, aku akan bicara pada nya.." jawab nya..
__ADS_1
Raga terdiam ia tidak menjawab.. "jika kau ingin melihat gadis mu terluka seumur hidup nya, karena kehilangan mu.. lakukan apa yg ada di fikiran mu..!! jangan memikirkan orang lain.." ucap Jiwa.. ia pergi meninggal kan Raga.. "Aku akan memberi tahu bunda semua nya.. kau tidak sendirian, menahan sakit mu.. jika kau menyayangi kami.. kau harus mulai dengan pengobatan mu." ucap nya lagi. tapi Raga tetap tidak menjawab nya..
Cela memandang hampa pada tisyu-tisyu yg ada darah raga di dalam nya.. hati nnya perih melihat nya.. ia menangis sejadi nya.. "aku bisa apa tanpa mu..? aku mohon bertahan lah, dan jangan meninggalkan aku.." batin nya..
__ADS_1
bersambung