![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Dengan lemas Dani kembali menutup kain putih itu.. a tidak mempercayai semua nya.. "tidak-tidak ini pasti mimpi..!! aku tidak percaya ini..?" ucap nya.. Dani menghampiri perawat yg tadi bersama nya.. ia menatap nanar pada perawat itu. "apa yg terjadi pada nya sus.? dan kenapa dia ada di sini sekarang..?" tanya nya.. Dani mencoba menguasai diri nya.. suster itu terdiam.. "nona ini kecelakaan siang tadi.. dia menjadi korban tabrak lari.. dan di bawa ke rumah sakit kami.. tapi sebelum dia meninggal, ia berpesan pada tim dokter, jika terjadi sesuatu pada nya, ia ingin mendonor kan tulang sum-sum nya, untuk pasien yg ada di rumah sakit ini.." jelas nya..
Dani terdiam. "jadi pendonor untuk Raga adalah Cela.." batin nnya.. ia tidak ingin mempercayai ini semua nya. "kau mengorban kan semua nya untuk raga.. sedalam itu perasaan mu.. bahkan di saat terakhir pun kau masih mengingat nya." ucap Dani.. ia berjalan gontai.. ingin rasa ia berteriak.. tapi dia menahan nya.. "sekarang apa yg harus aku lakukan..? apa aku harus memberi tahu Raga..? jika aku memberi tahu nya, keadaan raga akan drop.. aku tidak bisa melakukan itu.!! lalu bagaimana dengan om kresna..? bagaimana aku memmberi tahu nya.. sebelum dia kembali ke kampung nya, ia meminta ku untuk menjaga Gracela. bagaimana aku bicara pada nya.." batin nya.. Dani terdduk sendiri di lantai kamar jenazah itu..
__ADS_1
ia tidak bisa lag memendam air mata nya.. ia terus menggegam tangan Gracela. "kenapa kau pergi begitu tiba-tiba..!TIDAK ADA KATA BERPISAH DARI MU.. Jika aku tahu, kemarin adalah hari terakhir mu.. dan saat terakhir ku dengan mu.. aku tidak akan meninggal kan mu.. aku akan terus ada di samping mu.. aku tidak akan pergi. mungkin kejadian ini tidak akan terjadi pada mu Cela.." ucap nya sendiri.. ia menangis sendirian di ruangan itu..
Dani beranjak dari tempat nya, ia pergi untuk memberi tahu Raga semua yg terjadi pada Cela.. ia menatap hampa pada ruang perawatan Raga.. ia bingung harus bicara apa.. jiwa dan istri nya baru saja datang.. dia melihat dani yg hanya berdiri mematung di depan pinu kamar Raga.. ia tidak masuk ke dalam.. terjihat jiwa yg membawa kan pakaian ganti untuk Alis dan juga Raga.. "ada apa dengan nya..? sayang kau masuklah dulu.. aku harus bicara pada Dani.." ucap jiwa pada istri nya.. wanita itu hanya mengangguk.
__ADS_1
jiwa menghampiri Dani.. ia menepuk bahu nya.. Dani terkejut di buat nya.. "ada apa..? kenapa tidak masuk..?" tanyaa jiwa.. Dani terdiam. ia hanya menatap pada jiwa.. "Cella... Cela..!!" ucapan nya terhenti.. ia tidak bisa bicara. Jiwa mengernyit melihat nya. "ada apa..? kau sudah bertemu dengan nya..? di mana dia sekarang..? aku yakin Cela pasti akan senang mendengar Raga sudah siuman dan akan mendapatkan pendonor besok..!! tadi ia terlihat sedih, saat dia pergi.. karena sum sum ku tidak cocok dengan Raga.." jawab Jiwa.
jiwa terkejut mendengar nya.. "tidak mungkin..!! tidak mungkin.. Gracelaa..!!!" ucap jiwa.. ia berlari menuju ruang jenazah itu.. ia tidakk percaya dengan ucapan Dani.. ia inginn melihat nya sendiri.. "Cela....!!" lirih nya.. saat dia melihat jasad gadis itu mendingin dan tidak lagi bergerak. jiwa mendekati nya perlahan.. "apa yg harus aku katakan pada Raga.." batin nya..
__ADS_1
jiwa kembali ke kamar perawan Raga. ia menatap sendu pada adik nya.. cepat atau lambat pun Raga harus tahu.. ia tidak bisa lagi menyembunyi kan kesedihan nya.. "kenapa harus dia..!! percuma saja Raga sembuh bila ccela tidak ada.. ia pasti akan lebih terluka.." batin nya.. namun jiwa hanya terdiam.. ia tidalk tega memberi tahu Raga..yg sebenar nya..
bersambung
__ADS_1