DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 59: Raga kenapa..?


__ADS_3

Dani memeluk Cela.. ia berhasil menenangkan gadis itu.. ia membawa nya ke kafe dekat dengan kantor nya.. "Duduklah. aku akan memesan minuman untuk mu.. agar kau lebih tenang.." ucap nya.. Cela terdiam ia menuruti ucapan Dani. Dani pergi meninggal kan nya ia memesan minuman juga makanan untuk Gracela..  hati nya juga ikut terluka melihat gadis nya itu menangis seperti tadi..


Tidak lama kemdian  Dani kembali dengan membawa makanan yg Cela sukai.. ia duduk di hadapan nya..  Ccela hanya menunduk lesu.. "makan lah.. ini kesukaan mu..1" ucap nya  cela menjauhkan piring yg berisi makanan itu.. "Aku tidak bersera.. kau saja yg makan.!!" jawab nya.  Dani terdiam ia tahu Cela masih terkejut dengan semua nya..


"Ada apa..? cerita kan pada ku..?Raga kenapa.? kau tidak bisa memendam nya sendirian.." ucap Dani..   cela terdiam.. ia melihat keluar.. mata nya menerawang.. Dengan berat ia menghembuskan nafas kasar.. "dia sakit..!! dan aku tidak bisa meninggalkan nya.!! jika aku  bertunangan dengan mu, bagaimana dia..? dia akan sendirian.." jawab nya menunduk.. menahan tangis nya..


Dani mengernyit.. "Sakit..? Sakit apa...? kenapa kau begitu menghawatirkan nya..? apa jika aku yg sakit, kau akan menghawatirkan aku..?" ucap nya.. Cela memicingkan mata nya.. "apakan ini waktu nya untuk cemburu..? kau dan aku tidak ada hubungan apa-apa..!! kenapa kau bicara seperti itu.?" jawab nya..  Dani terdiam. ia seperti nya salah bicara..

__ADS_1


"Kau tahu aku mencintai mu.. sejujur nya aku senang saat mendengar kau dan aku bertunangan.tapi aku tidak bisa menjalani hubungan dengan mu yg sudah jelas tidak  ada perasaan pada ku..!! aku tidak akan menyiksa mu.. menjalani hubungan palsu..!! aku akan bicara pada ayah ku, untuk membatal kan ini semua.." ucap Dani.Cela terdiam.. ia tidak menjawab..


"Leukimia..!! Raga mengidap leukimia.." ucap Cela pelan..  Dani terkejut mendengar nya.. "Aku tidak bisa meninggal kan nya, aku harus mendampingi nya menjalani pengobatan.. aku  ingin  dia sembuh.. aku ingin dia kembali sehat.. aku tidak mau kehilangan dia.. aku tahu, penyakit itu, tidak mudah di sembuhkan.. tapi aku akan berusaha membuatt nya sembuh"  ucap nya.


Dani terdiam.. ia tidak percaya dengan yg di ucap kan Cela.. "aku akan membantu mu.. aku akan menghubungi dokter terbaik,  untuk membuat laki-laki yg kau cintai itu sembuh kembali..!! aku tidak mau melihat mu sedih.. atau menangis.." ucap Dani.. Cela terdiam.. "tidak perlu, aku tidak  mau berhutang  budi pada mu..!!" jawab nya..


"urusan Ayah ku biar aku yg mengurus nya.. kau tidak perlu khawatir aku akan membereskan kekacauan yg dia buat.." ucap nya.. Cela terdiam.. ia menatap Dani. dia melihat kesungguhan di mata Dani.. ada sedikit kepercayaan di hati nya pada pria yg ada di hadapan nya itu. Cela mengangguk perlahan ia tahhu jika Dani tidak pernah mengingkari janji nya..

__ADS_1


Dani melihat ada harapan di mata Cela.. "Makan lah dulu. kau bisa langsung pulang setelah aku melihat kau makan.." ucap nya sedikit membujuk. Cela mengangguk.. "Cela kau harus tetap tersenym.. jangan ada lagi air mata yg membasahi pipi mu.." batin nya. Cela mulai memakan makanan itu..


"kau juga harus makan..? jika tidak kau akan sakit.." ucapp nya Cela menyodorkan makanan nya pada Dani.. .


tanpa dia tahu di tempat itu juga ada Sasa.. dan ia melihat nya.. Sasa memfoto Cela ketika ia sedang menyuapi Dani.  "Aku akan memperlihat kan nya pada Raga.." batin nya.. ia tersenyum sinis..


"Raga pasti akan terkejut melihat ini..Gracela bukan lah wanita sebaik yg raga fikir kan selama ini.. aku harus bergegas menemui nya.." ucap nya sendiri ia langsung pergi meninggal kan tempat itu.. Sasa tersenyum licik.. "Aku akan merebut Raga dari sisi mu.." batin nya

__ADS_1


bersambung


__ADS_2