![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Dani menghampiri jiwa.. ia ikut terdiam.. mereka berdua
tidak bisa memberi tahu Raga yg sebenar nya.. istri jiwa juga menatap aneh pada
suami nya itu.. “ada apa sebenar nya.. kenapa dengan mereka berdua..” batin
nya.. jiwa mengajak dani pergi dari sana.. mereka memilih bicara di luar.
“bagaimana cara nya memberi tahu Raga.. jika raga tahu, mungkin dia tidak akan
maudi operasi besok pagi. Dan pasti keadaan nya akan memburuk. Aku tidak bisa
melakukan itu..” ucap jiwa.. Dani terdiam. “jangan dulu memberi tahu nya, kita
juga harus menghormati dan menuruti keinginan terakhir Cela.. ia ingin melihat
Raga sembuh.. kita harus mewujud kan nya..” jawab Dani.. hati dan perasaan nnya juga sama terluka nya,
ia juga merasa tidak rela untuk Cela mendonor kan itu. Tapi itu sudah menjadi
keputusan gracela.. dan besok pagi Raga harus segera mendapat kan pencakokan
itu.. “tapi bagaimana dengan keluarga nya..? apa kau sudah meberi tahu nya.?”
Tanya jiwa.. Dani hanya mengangguk.. “aku sudah memberi tahu mereka.. dan sekarang mereka dalam perjalanan kemari..!!
__ADS_1
mungkin saja kita akan segera memakam kan nya.. setelah pencakokan itu
selesai.. aku tidak bisa mendampini Raga.. jiwa tugas mu untuk memberi tahu
Raga nanti..” ucap Dani.. jiwA
Mengangguk.. “maaf aku tidak bisa mengantar Cela ke tempat terakhir nya. Aku
harus menemani adik ku..” ucap nya.. Dani hanya mengangguk.. “aku akan
mengurus semua nya..” ucap nya, ia berlalu pergi mennggal kan tempat itu..
“Cela.. kenapa jadi begini..? Raga akan sembuh, tapi kau tidak ada di sini..!! aku takut Raga akan terus terpuruk, bila
kembali ke dalam.. Alis menatap nya.. ia merasakan ada yg aneh dengan putra nya
itu.. “ada apa..? kenapa kau terus bersama pria itu.? Di mana Cela..?” Tanya
Alis.. jiwa hanya terdiam.. “dia pasti bersama pria itu kan..? dia meninggalkan
Raga.. lihat saja nanti.. jika Raga sembuh, bunda tidak akan merestui mereka
menikah..” bisik nya.. jiwa hanya diam.. ia menutup mata nya, mencoba menahan
emosi nya.. “apa yg bunda fikirkan itu tidak benar..!! nanti bunda akan
__ADS_1
mengetahui semua nya.. jika Raga sudah di operasi besok..” jawab nya pelan..
Alis hanya membuang wajah nya.. Raga
melihat jiwa terlihat marah.. “ada apa dengan kak jiwa..? tapi apa Cela masih
belum di temukan..?” batin nya.. tapi Raga hanya terdiam.. ia tidak berani
menanya kan nya.. “Raga tidur lah.. kau harus istirahat untuk besok..” ucap
alis.. Raga hanya mengangguk .. ia mulai tertidur.. Alis dan istri nya pulang
bersama. Kini jiwa yg menjaga Raga di rumah sakit malam itu.. “aku tidak tahu
bagaimana cara memberi tahu mu.. aku bingung mengatakan nya pada mu..” batin
nya.. saat melihat Raga tertidur.
“mungkin aku egois.. tapi aku juga tidak ingin kehilangan mu.. aku juga ingin
kau sembuh Raga…” batin nya…
ke esokan pagi nya Raga sudah di bawa ke ruang operasi.. ia menatap sekeliling nya, ia mencari wanita yg di cintai nya itu.. "di mana Cela.. kenapa dia tidak ada.?" ia bertanya - tanya sendiri.. Raga melihat ruang operasi itu sudah ada dua orang di sana.. ia mulai di bius dan mulai merasakan kantuk nya.. salah satu perawat itu membuka penutup yg menutupi wajah Cela. dan menghadap kan nya pada Raga.. Raga terkejut melihat nnya.. ia melihat wajah Cela yg pucat.. "Gracela..?" lirih nya dengan suara pelan.. suster itu menutup kembali tirai yg membatasi Raga dan Cela.. "kita sudah siap.. pasien yg mendapatkan onor ini ata nya kekasih nyA.. tapi seperti nya dia tidak tahu. jika kekasih nyameinggal.. karena kecelakaan.." ucap para perawat yg sedang mempersiap kan operasi itu.. Raga terdiam.. samar-samar dia mendengar nya.. "tidak mungkin.. Cela..? tidak mungkin Cela meninggal.." lirih nya, sebelum ia tertidur karena obat bius itu ia menitikan air mata nnya.. tidak percaya
bersambung
__ADS_1