DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 35: menunggu mu


__ADS_3

Raga menatap hampa pada kotak yg di berikan Jiwa siang tadi,.. "aku mendengar orang memanggil nama mu, aku fikir itu hanya khayalan ku, karena aku merindukan mu.. aku tidk langsung segera mencari mu, Andai saja aku sadar, itu kau, aku sadar bahwa jarak kita begitu dekat, aku akan langsung memeluk mu, meminta mu untukk tetap di sini.. aku tidk akan melepas kan mu lagi, kau benar aku pengecut,.. Andai sajadulu, aku bisa dengan tegas menolak, dan melanggar janji ku pada Jiwa, mungkin kita sudah bahagiaa.. aku tidak pernah memikir kan perasaan mu, perasaan ku, aku dengan sadar, menyakiti mu, membuat mu menunggu, dan aku lari begitu saja, menghindar mu, aku mengucap kan kata-kata kasar pada mu, aku dengan sengaja membuat mu menangis, ku yg memberi mu harap, tapi aku juga yg menjatuh kan nya, menjatuhkan mu, dari ketinggian, saat aku yg membantu mu untuk terbang tinggi.. aku ini mnusi tidk punya perasaan., aku ini bodoh, kau mungkin membenci ku, hingg kau tidak mau bertemu dengn ku..!! apa cinta mu, masih ada..? apa kau merindukan ku,..? apa kau msih mengingat ku.? penyesalan selalu datang terlambat.. aku kini menyesal kau wanitapertama yg mengusik perasaan ku, kau yg selalu hadir di dalam mimpi ku, kau orang yg pertama aku ingat, kau yg selalu ada di fikiran ku, hanya kau,..! wanita pertama yg mencuri perhatian ku.. dan kini aku benar-benar kehilnan mu.." batin Raga.. Mata nya menerawang..


"Aku merindukan nya, aku ingin bertemu dengan nya, aku ingin memeluk nya..!! Tuhan tolong, beri aku kesempatan untuk bertemu dengan nya.. aku tidak akan menyakiti nya lagi... aku akan menunggu nya, sampai kapan pun.. tolong jaga dia jaga Cela.." ucap nya, Raga mengusap air di wajah nya, Malam itu semakin gelap,


Tidak ada cahaya bulan atau pun bintang yg menyinari nya, semesta seperti ikut merasakan apa yg Raga rasa kan perasaan gundah, melanda diri nya, dia benar-benar merindukan Cela..

__ADS_1


"Apa ku masih mengingat ku..?" ucap nya sendiri, Rag membuka kotak tu, ia memakai jam tangan pemberian Gracella itu, ia menatap nya lekat.. "Kau menghilang, kau bakn tidak memandang ku, kau tidak menemui ku, padhal, kita satu tempat, dan satu waktu yg samaa.. Cela di mana pun kau berada, kau harus menjaga diri mu.." ucap nya


Raga menghembus kan nafas kasar, ia hanya mmmpu menahan semua nya, sendiri.. demi Jiwa ia menglah, ia menyiksa diri nya sendiri.. hingga kini dia juga yg tersiksa,.. untuk menyesal pun sudah terlambat..


Cela terpaku melihat Dani yg sibuk merapikan koper nya, "Cel.. kita harus pulang..! ayah ku sakit..!!" ucap nya Cela hanya mengangguk, ia hanya bisa menuruti perintah bos nya itu.. "Dani, kau itu, hrus lebih memperhtikan ayah mu, jangn terus bermain-mainn seperti ini." ucap Cela

__ADS_1


Dani hnya terkekeh.. "Baik lah, aku akan berubah, dan mengurus semua nya mulai sekarang.." jawab nya, Cela terdiam, ia tidak percaya dengan ucapan Dani..


"sekrang dia bilang begitu.. nanti setelah sampai indonesia, fikiran nya juga akan berubah..." batin nya, Cela tersenyum.. Dani melihat nya, "Kau pasti tidak percya, dan kau menertawakan aku kan..?" ucap nya kesaal.. Cela tertunduk.. tidak menjawab.. ia menahan tawa nya


bersa

__ADS_1


__ADS_2