DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 27: Kenapa menutupi nya..?


__ADS_3

Cela terdiam, untuk beberapa saat rutangan itu hening tanpa suara, Dani menyuruh manajer itu keluar, ia ingin bicra pada Cela berdua saja.. Manajer itu pun keluar, menuruti perintah Dani..


Cela masih diam.. Dani terlihat bingung.. "Kenapa tidak memberi tahu ku..? kenaapa menutupi nya..? mungkin aku bisa sedikit lebih sopan kemarin pada mu..!! jika aku tahu kau bos ayah ku.." ucap Cela..


Dani tersenyum.. "aku tidak menutupi nya, kau juga tidak bertanya, lagi pula tidk ada yg berubah... jangan menganggap ku bos.. perusahan ni bukan milik ku, ini milik ayah ku, jadi aku masih bukan bos besar di sini.. aku minta pada mu, bersikap lah biasa pada ku, anggap aku teman mu, dan bukan bos mu.. lagi pula, usia kita tidak beda jauh.." jawab nya


cela terdiam.. ia hanya mengangguk.. dia tidak mengerti, mengapa Dni menyembunyikan jati diri nya sebagai bos di perusahaan nya sendiri.. "Ah sudah lahh,, yg terpenting, aku sudah punya pekerjaan.." batin nya..


"Sudah lah,.. jangan berfikir aneh-aneh pada ku.. sekarang kau pulang saja nanti kau bisa tanyakan pekerjan mu pada om Kresna.. nanti dia akan memberi tahu mu.." ucap Dani.. Cela mengernyit.. "kenapa pada ayah ku..? kenapa bukan kau menjelas kan nya sekaraang..?" jawab Cela


Dani tertawa.. "jika aku yg menjelas kan, bisa lama..!! om Kresnaa lebih tau kebiasaan ku setiap hari.. dan semua tugas - tugas ku.." jawab nya.. Cela mengngguk.. "Baiklah pak Dani, saya akan bertanya pada ayah nanti.." jawab nya


Cela pamit pergi, ia kelua dari rungan itu.. dan segera kembli ke lobi mencari ayah nya.. "ku baru menemukan CEO seperti Dani.." batin nya, Cela tidak menemukan Ayah nya, ia terpaksa pulang ke rumah tanpa berpamitan..

__ADS_1


----------------------------------------------------------------------------


Ausi...


Raga mentap keluar jendela apartemen nya, ia merindukn Gracela.. ia berfikir jika Cela dan Jiwa bersama dan menjalin hubungan.. Jiwa tidak pernh menghubungi Rag, setelah kepergian nya ke luar negri malam itu, Malam kelulusan mereka..


Tiga bulan berlalu, Cela mulai di sibukan dengan pekerjaan baru nya, dan Raga sudah memulai kuliah nya, mereka saling berjauhan tanpa tau kabar.. Raga menghela nafas kasar..


ia menatap foto Cela yg selalu dia simpan di dompet nya


seorang gadis muncul di sana, ia mmbawa sepiring makanan..


"Beb.. aku bawain makanan untuk mu..!! kau belum makan kan..?" ucap nya, Gadis itu menyimpan piring itu di meja makan nya.. Raga hanya terdiam.. ia menatap Sinis pada gadis itu..

__ADS_1


"Kenapa kau tidak pulang saja ke indo..? kenapa terus mengikuti ku hingga ke sini...?" tanya Raga.. Gdis itu tersenyum.. "Karena aku ingin selalu ada di dekat mu, aku tidk bisa berhubungan jarak jauh dengan mu..!!" jawab nya


Raga memejam kan mata nya, "Sa.. lu gila atau apa..? lu ikutin gue ke sini, cuma untuk itu..!! lu lupa malam itu, di taman sekolah..!! gue udah mutusin Lu, gue ga minta Lu untuk dateng dan diam di sini..!! pulang lah Sa, jangan menyiksa diri mu sendiri.. cari lah pria yg tulus mencintai mu, dan bisa membalas semua perasaan mu.. itu bukan aku.. aku tidak pernah cinta paada mu.. aku tidak mau menyakiti mu lagi.." ucap Raga


"Aku sudah memesan tket, untuk kau pulang nanti malam.. kembli lah, temani ibu dan ayah mu, mereka sedih j aauh dari putri nya, Sasa kau harus menemukan pria yg baik, tapi pria itu bukan aku..." ucap Raga


Sasa menunduk sedih.. "kenapa tidak pura-pura saja mencintai ku..? kenapa hrus berkata sejujur itu..? kejujuran mu, membuat ku terluka.. kau tidak pernah menghargai aku..!! baiklah, jika kau ingin ku pergi, aku aakan menuruti mu.. aku akan kembali ke indo.. tapi aku akaan menunggu mu kkembali juga ke sana.." jawab nya


Raga terdiam.. "aku tidak akan kembali.. untuk ap aku kembali, jika aku harus melihat mereka.. aku akan menetap di sini.." batin nyaa.. Raga menatap hampa langit sore itu.


Dengn terpaksa, Sasa kembali ke ndonesia, malaam itu, di mengikuti keinginan Raga, "kau masih mencintai nya.. gadis itu Gracela..!! matamu.. tidak pernaah ada cinta untuk ku.." batin nya..


Ssa sangat kecewa pada Raga.. tapi ia juga tidak bisa memaksakan perasaan yg bukn milik nya.. ia menatap hampa pda Raga,, sesaat sebelum ia masuk ke dalam pesawat itu.. "selamat tinggal Raga.. aku menunggu mu pulang.." batin nyaa

__ADS_1


bersambung


__ADS_2