DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 240: Gracela....!! .


__ADS_3

Tuuut... Tuuut.... Tuuut... Panggilan telepon itu tersambung jantung Raga berdebar sangat kencang, ia berharap nomor itu benar nomor istri nya... Tidak begitu lama menunggu.. Sambungan telepon itu tersambung dan terdengar suara seorang wanita yg mengangkat nya... "Hallo Daren....!! Ponsel mu sudah ketemu ya...?" ucap nya di ujung telepon itu tanpa dia tahu siapa yg menghubungi nya saat itu..


Raga sangat tahu milik siapa suara itu berasal perasaan nya lega dan juga sedih bercampur menjadi satu... ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.. "Gracela....!!" ucap nya hanya satu kata.. Cela terdiam saat dia mendengar suara Raga yg berada di ujung telepon itu.. Air mata nya pun ikut keluar, dia tidak akan menyangka jika akan secepat ini Raga bisa menemukan nya..


"Cel... Jawab.. Ini benar kau kan..? Aku tidak bermimpi lagi..!! Di mana kau cel... Izin kan aku bertemu dengan mu..!! Cel tolong jawab aku.." ucap nya dengan suara purau menahan tangis nya.

__ADS_1


Cela tidak bisa menjawab semua pertanyaan Raga saat itu, dia begitu terkejut, mengapa ponsel Daren ada pada Raga, yg sebelum nya Daren bilang hilang, Cela tidak tahu apa-Apa tentang ponsel itu yg Sengaja Daren berikan pada Raga..


Cela mematikan sambungan telepon nya, ia masih terkejut saat itu dan secara bersamaan gadis itu pun berada tidak jauh dari apartemen Raga, rupa nya Cela sengaja datang hanya untuk melihat keadaan nya walau dari kejauhan.. Di dalam mobil nya ia menangis sendiri..


Tanpa fikir panjang Raga mengambil kunci mobil nya dan berniat mencari Daren.. Ia ingin neminta penjelasan semua ini, jika selama ini dia menyembunyikan istri nya dan merahasia kan tentang Cela yg masih hidup dari nya, Raga tidak marah pada Daren justru ia sangat berterima kasih karena telah menjaga istri nya selama ini...

__ADS_1


Raga terkejut saat melihat wanita yg selama ini dia rindukan kini ada di depan nya, "Cel....A...!!" Lirih nya... Cela menangis melihat nya... "Kau mau kemana..? Keadaan mu saja masih belum pulih benar..,! Hiks.. Hiks.. Lihat kau hampir saja pingsan " ucap nya dengan suara getir...


Wajah Raga memerah suhu tubuh nya tinggi... Ia menangis dan memeluk wanita itu kini... "Gracela... Cela....!! Dari mana saja kau selama ini..,m kemana saja kau..!! Aku tersiksa, hidup ku tersiksa, aku benar -benar tidak bisa hidup tanpa mu cela.." ucap nya menangis.. Cela juga ikut menangis... Namun ia tidak bisa berkata apa-apa lagi..


"Raga.. Kau sakit.. dan di luar sangat dingin.. Ayo masuk dan beristirahat... aku akan membantu mu berjalan" ucap nya setelah keadaan mereka mulai tenang Raga hanya mengangguk.. Cela memapah laki-laki itu dan nembawa nya masuk.. Lalu menidur kan nya di atas ranjang di kamar itu.. Air mata Raga masih belum mengering.. Cela menghapus nya dengan jari jemari nya... "Raga beristirahat lah, tubuh mu demam tinggi, aku tidak akan kemana-mana, nanti setelah kondisi mu membaik, aku akan menceritakan semya nya" ucap nya, Raga hanya mengangguk ia menarik tangan istri nya itu dan mendekap nya di pelukan nya, hingga akhir nya dia tertidur di sana...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2