![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Pusara yg masih merah itu masih di kerubuni oleh banyak orang, mereka mengantarkan kepergian Alis ke tempat peristirahatan terakhir nya, terlihat Jiiwa dan Raga yg berjongkok mencium batu nisan yg bertuliskan "ALIS HERAWATI" itu..
Raga tidak bisa menyembunyikan kesedihan nya, namun. Ia berusaha untuk tetap tegar, Jiwa juga nampak begitu sedih, tapi dia juga merasa lega, karena bunda nya sudah pergi dengan damai, setidak nya dia tidak merasakan kesakitan lagi..
Jiwa menghampiri Cela yg berdiri di belakang suami nya Raga.. "Cel.. aku berharap kau memaaf kan semua kesalahan bunda pasa mu..! Aku meminta tolong doa kan bunda ku.. Aku tahu semua yg bunda lakukan semasa hudup nya sangat menyakiti mu, jadi aku mohon untuk memaafkan nya, dan aku mewakili bunda meminta maaf pada mu, untuk semua kesalahan bunda" ucap nya..
Cela memandang Jiwa lekat.. "Aku sudah memaafkan nya kak jiwa.. Sebelum bunda meminta nya pun, sudah dari hauh - jauh hari aku memaafkan bunda, aku tidak marah, atau pun menyimpan dendam pada bunda, aku juga mengerti semua yg di lakukan bunda adalah untuk kebaikan putra nya Raga" jawab nya Jiwa sedikit nya bisa tersenyum.. Cela sudah memaafkan bunda nya...
__ADS_1
Raga memandang hampa pada pusara yg ada di sebelah ayah nya itu.. "Beristirahat lah dengan tenang bun.. Aku dan istri ku sudah memaafkan semua nya, aku sudah melupakan semua nya, doa kan kami ya bun, agar kami bisa menjalani kehidupan ini, hingga kami bisa bertemu dengan bunda lagi nanti.." batin nya..
Cela menggenggam erat tangan Raga, ia berusaha untuk menguatkan laki -laki itu... "Raga.. Kau harus kuat ya.. Bunda sudah bahagua di sana, dan bunda tidak akan merasakan sakit lagi, aku berharap bunda ada di tempat yg indah di sisi Tuhan.." ucap nya..
Raga mengangguk.. Ia memeluk istri nya itu.. "Terima kasih Cel, aku tidak tahu bagaimana keadaan ku, bila kau tidak ada di sisi ku, setidak nya aku ada di sisi bunda untuk terakhir kali nya" jawab Raga..
Kini senyuman itu sudah tidak ada, Raga baru merasakan kehilangan, namun bagaimana pun juga hidup harus tetap berjalan Raga masih mencoba untuk tegar saat berdiri di sana.
__ADS_1
Cela menggegam tangan Raga... "Ayo masuk. Kak jiwa sudah menunggu kita di dalam..?! Tapi jika kau sedih, kita bisa pulang, aku akan memberi tahu kak Jiwa" ucap nya..
Raga menggeleng, "tidak, aku ingin di sini.. Setidak nya, aku masih bisa melihat bayang - bayang bunda.. Kita menginap di sini untuk sementara ya" ucap nya..
"Baiklah, aku akan menuruti mu.. Kalau begitu ayo kita masuk raga.. Kasihan kak jiwa juga pasti butuh kau" ucap nya, Raga mengangguk mereka masuk bersama ke rumah itu..
"Maaf bun, aku baru datang sekarang, aku baru berani menginjak kan kaki ku lagi di sini.." batin Raga menatap sedih pada kamar kosong peninggalan Alis di sana...
__ADS_1
Bersambung