DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 69: Ada apa dengan mu?


__ADS_3

Cela meninggal kan ruang dokter itu, ia tidak menyangka jika Raga akan menanyakan hal itu pada dokter... airmata nya menetes, ia tidak bisa berhenti menangis.. "Apa dia tidak punya semangat hidup? kenapa menanyakan tentang kematian..!! apa dia sudah siap meninggal kan aku!!" ucap nya sendiri ia terus berjalan keluar, meninggal kan rumah sakit itu..


Raga berusaha mengejar nya, ia menarik tangan nya.. "Maaf kan aku!! aku tidak akan memikirkan hal itu lagi" ucap Raga.. Cela melepas kan tangan nya.. "Kau tahu betapa menyakitkan nya mendengar pertanyaan itu dari mulut mu? apa kau tidak punya semangat untuk hidup!! apa dengan kematian kau bisa tenang!! apa kau juga sudah siap meninggalkan aku? kau tidak memikirkan perasaan ku...!! oke.. mudah saja, jika kau meninggal .. kau tidak akan memikirkan aku!! tapi aku.. aku tidak akan pernah bisa melupakan mu..!! apa kau berfikir sampai ke sana? bagaimana tersiksa nya aku bila kau tidak ada? apa kau memikirkan itu..!! aku bisa gila bila aku tidak melihat mu... Aku... aku baru saja, memiliki mu.. kita baru saja menyatukan perasaan kita.. tega nya kau menanyakan itu di depan ku!! kalau begitu mati saja sekarang.. jika kau memang seputus asa itu.. tidak usah memikirkan aku" ucap Cela sambil menangis..


Raga memeluk nya ia merasakan apa yg Cela rasa kan.. "Maaf kan aku.. aku tidak memikirkan hal itu.. maafkan aku Cela.. aku minta maaf..!!" ucap nya berkali-kali.. ia memeluk erat Gracela.. Cela menangis sejadi nya.. "Aku tidak mau kehilangan mu.. aku tidak bisa hidup tanpa mu.. aku tidak bisa..!! jangan tinggal kan aku Raga.." ucap nya terbata..

__ADS_1


Raga mengangguk.. ia menghapus air mata Cela, "Aku berjanji akan melakukan pengobatan... aku akan berjuang untuk sembuh.. aku tidak akan meninggal kan mu... kita akan hidup bahagia.." ucap nya.. Raga kembali memeluk Cela..


Mereka kembali ke apartemen mereka.. Raga menatap kosong pada cela yg tertidur di pangkuan nya "Aku akan berusaha Cel.. walau pun kesempAtan hidup ku sangat kecil.. aku akan berusaha dan berjuang untuk hidup untuk mu" batin nya, ia mengelus rambut Cela..


Raga mengambil foto nya bersama Jiwa dan bundanya, ia melihat nya.. dalam diam dia menangis.. "Sejujur nya aku takut bun.. aku takut menghadapi kematian ku sendiri.." ucap nya sendiri... Cela terbangun.. ia mengerti perasaan Raga.. ia lalu menggegam tangan nya erat..

__ADS_1


"Ayo kita beritahu mereka..!! beri tahu bunda dan kak Jiwa .. mereka harus tahu Raga.. agar mereka bisa menemani mu dan memberii semangat untuk mu!!". ucap nya.. Raga terdiam..


"Baiklah aku akan memberi tahu mereka.. kau harus menemani ku.. aku tidak sanggup bicara sendiri di depan mereka" ucap nya.. Cela mengangguk... "aku akan mendampingi mu,. bertemu mereka.. dan juga menjalani pengobatan mu" jawab nya..


bersambung

__ADS_1


__ADS_2