DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 82: pencangkokan


__ADS_3

Cela masih terus menangis.. "tidak.. tidak kAu tidak bisa pergi begitu saja.. bukan kah kita Akan menikah..!! kau harus memakaikan ku cincin di sini.. kita harus mempunyai keluarga kita sendiri.. kau tidak bisa pergi Raga.. aku tidak mau kau pergi.. aku tidak bisa tanpa mu..!! aku tidak bisa..! hentikan itu.. jangan bicara lagi.. aku tidak mau mendengar nya lagi.." ucap CelA...


"Aku mohon bertahan lah.. untuk ku.. untuk kita.. aku benar-benar tidak bisa tanpa mu Raga.. aku tidak bisa" ucap nya menangis.. Cela semakin erat menggegam tangan nya.. Raga terus menatap kosong pada nya.. .


Ia sama terluka nya juga dengan Cela... "Aku tidak bisa kehilangan mu..!! aku tidak bisa" teriak Cela... Raga menutup mata nya,,. Tiiiiiit.... suara nyaring terdengar jelas. di telinga nya...


Alat pacu jantung itu berhenti.. detakan nya sudah tidak terdeteksi lagi.. "Tidak... tidak Raga... tidaak ..." tangis Cela pecah, ia terus menyentuh tubuh nya, yg mulai mendingin "Raagaaaa..." teriak nya ..

__ADS_1


Semua Dokter datang menghampiri mereka mencoba untuk menolong Raga... Dani menarik Cela keluar.. agar para dokter itu bisa menolong nya... Cela menangis sejadi nya.. Dani memeluk nya.. "tenanglah.. aku yakin raga bertahan..":ucap nya. Cela masih terus menangis..


Alat kejut jantung terus di gunakan, para dokter itu berusaha untuk menyelamatkan Raga.. semua orang yg ada di sana, benar-benar takut kehilangan Raga.. tiba-tiba saja, salah satu dokter itu keluar dan menghampiri mereka,


Jiwa menghampiri nya.. "bagaimana adik saya dok..!! bagaimana dia.? tolong selamat kan dia..!!" ucap nya.. Dokter itu terdiam.. "Pasien koma, entah apa yg masih menahan nya di sini.. tapi sejauh ini dia bertahan.. dan berusaha untuk melawan sel kanker di tubuh nya" ucap dokter itu..


"Pencangkok kan tulang sumsum... kami akan mengganti sumsum pasien dengan pendonor sumsum belakang.. tapi di lihat dari kondisi pasien saat ini, kami tidak bisa mencari pendonor, kami takut terlalu lama untuk pasien... hal yg paling relevan adalah keluarga.. biasa nya dari pihak keluarga, mereka akan sama seperti pasien, dan ke cocokan tidak mungkin di ragukan lagi" jelas dokter itu..

__ADS_1


Jiwa terlihat berfikir.. "Baik lah.. aku akan mencoba nya, aku akan melakukan tes untuk mengetahui, apa itu cocok untuk Raga.." ucap nya.. Dokter itu mengangguk.. "Kalau begitu silahkan ikut kami .." ucap nya, Jiwa mengangguk.. ia menatap Gracela, yg masih menangis..


"Kau tenang saja, aku akan berusaha menyelamat kan nya ..! berhentilah menangis.. kau harus tenang kan diri mu.." ucap nya... Cela mengangguk.. "Tolong selamatkan Raga kak.. tolong dia" ucap Cela.. Jiwa mengangguk.. dia mengikuti dokter itu di belakang nya..


Cela sudah tidak bisa lagi menahan berat tubuh nya, tiba-tiba saja pandangan mata nya menjadi gelap.. ia pingsan.. Dani langsung menangkap nya.. "Celaa..'' ucap nya... ia langsung memanggil perawat yg ada di sana.. dan langsung di pindahkan ke kamar perawatan lain nya... Dani hanya terdiam...


"Dia pasti sembuh Cela.. kau juga jangan seperti ini.. aku menghawatir kan mu ... aku tidak mau juga sakit nanti nya" ucap Dani.. saat dia menemani Cela. dan menunggu nya siuman...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2