![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Pagi hari nya Cela sudah terlihat baik-baik saja.. Dani juga
sedang bersiap, dia akan pergi ke kantor nya.. ia menatap Gracela. “kau sudah
baik-baik saja..?” Tanya nya .. Cela mengangguk.. “baiklah kalau begitu, kita
harus menemui Raga.. dan aku akan pergi ke kantor.. jika terjadi sesuatu segera hubungi aku..”
uap Dani.. Cela mengangguk.. “baik lah Dan.. terma kasih..” jawab nya.. mereka
pergi bersama untuk melihat Raga..
Alis menatap kesal pada Cela.. saat mereka datang ke kamar
perawatan Raga.. entah apa yg ada di fikiran nya saat melihat Cela bersama
Dani.. “Bunda.. bagaimana Raga..? apa kah masih sama..?” Tanya Cela.. Alis
hanya diam ia tidak menjawab.. Dani merasakan perubahan sikap bunda Raga
tersebut. Ia lansung saja berpamitan pada Cela.. dan pergi dari rumah sakit
itu.
Dokter yg semalam
menangani Raga mendatangi mereka.. dengan secarik kertas di tangan nya.. dengan wajah yg serius dia
__ADS_1
memanggil keluarga Raga.. Alis dan jiwa masuk dan mengikuti dokter itu..
sementara Cela, ia menunggui raga di kamar nya.. ia menggegam tangan kekasih
nya itu. dengan wajah khawatir dan
tatapan kosong nya, ia menatap sendu Raga.. “aku rindu pada mu..? kapan kau akan bangun..? aku mohon
berjuanglah.. dan bertahan lah. Jangan meninggalkan aku di sini..” ucap nya..
Sementara itu di ruang dokter.. Alis berubah menjadi sedih.
Ia tidak percaya yg di katakan dokter itu.. “tulang sumsum jiwa dan raga tidak
ada ke cocokan.. raga tidak bisa menerima pencangkokan.. mereka hanya bisa
menerima keadaan yg terburuk..” ucap
dokter itu.. alis menangis sejadi nya.. ia tidak percaya dengan ucapan dokter
itu.. mereka kembali ke kamar perawatan Raga.. menatap nanar pada tubuh itu..
“Raga apa yg harus bunda lakukan.. ? apa yg harus bunda erbuat agar kau sembuh
dan kembali pada kami..?” ucap nya.. ia langsung memeluk putra nya itu..
Cela tidak mengerti
__ADS_1
yg di ucap kan Alis. Ia menghampiri Jiwa.. “kak Ada apa.? Bagaimana hasil nya..
kakak bisa kan mmedonor kan sum sum kak jiwa..” Tanya nya.. Jiwa terdiam. Ia
bingung harus bicara apa pada Cela.. a tidak ingin membuat kecewa gadis itu.. ia
hana menatap Cela.. lalu menggelengkan kepala nya.. “hasil nya tidak cocok..
aku tidak bisa mendonorkan nya pada Raga..” jawab nya.. Cela menunduk lemas..
ia tidak percaya yg di katakana jiwa..
“kita harus Bersiap dengan keadaan yg buruk, yg tiba- tiba
saja terjadi pada Raga..” ucap nya.. Cela berjalan gontai.. ia tidak ingin mempercayai itu semua.. “aku tidak siap
bila harus kehilangan mu Raga. Aku tidak siap.. kenapa begitu tidak adil pada
kita.. aku baru saja bertemu dan kita baru saja bersatu tapi kenapa kita harus
terpisah lagi.. “ batin nya menangis..
Cela terus berjalan tanpa tahu arah dan tujuan ..ia bingung juga bimbang.. tidak tahu apa yg harus dia perbuat dan dia lakukan untuk Raga.. "Aku tidak bisa kehilangan mu.. lebih baik aku ikut dengan mu, jika kau harus meninggal kan aku.. tidak ada guna nya aku di sini.. bila kau tidak ada di sini.. aku tidak bisa tanpa mu Raga..." batin nya.
tiba-tiba saja, ada sebuah mobil yg melaju kencang pada nya.. Cela hanya terdiam melihat mobil itu ke arah nya.. BRAAAAAAKKK... mobil itu menabrak nya.. tubuh nya terpental jauh.. "Aku lebih baik menyusul mu dari pada aku harus rela melepas kepergian mu.." batinnya,
bersambung
__ADS_1