DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 74: Aku akan melaku kan nya


__ADS_3

Jiwa berjalan hampa ia meninggalkan apartemen Raga.. perasaan nya terluka, ia tidak siap kehilangan adik laki-laki nya itu.. "Bisa-bisa nya dia menyembunyikan hal sebesar ini dari ku dan bunda..kau berfikir untuk mati.. kau sunguh-sungguh tidak memikirkan bagaimana perasaan ku, dan juga bunda.. kau fikir tindakan mu itu benar.. kau fikir dengan menyembunyikan nya, semua nya dapat selesai.. apa yg kau lakukan hanya akan menghadir kan luka baru.." ucap nya sendiri..  Jiwa benar-benar tidak habis fikir jika Raga menyimpan nya seorang diri..


jiwa pulang ke rumah itu.. ia menatap Alis, yg sibuk menyiap kan makanan.. ia tidak tega memberi tahu bunda nya tentang keadaan Raga.. ia tahu pasti perasaan bunda nya, akan hancur dan terkejut, sama seperti diri nya sekarang.. "apa yg harus aku katakan pada bunda..? apa aku harus memberi tahunya atau tidak..?" batin nya.. Jiwa menghampiri Alis..  ia memeluk nya..  berharap dengan memeluk  ibu nya itu, dia bisa menghilangkan rasa gundah dan khawatir nya pada Raga..


"Ada apa.. jiwa..? apa terjadi sesuatu.. apa Raga baik-baik saja..?" tanya nya pada Jiwa yg saat ini sedang memeluk nya.. jiwa terdiam, ia tidak bisa menjawab.. ia tidak bisa begitu saja memberi tahu Alis tentang kondisi Raga.. dia juga harus memikir kan bagaimana keadaan bunda nya itu.  jiwa melepas kan pelukan nya.. ia tersenyum walau pun dengan susah payah, ia menyembunyikan kesedihan nya..

__ADS_1


"Tidak ada bun.. Raga baik-baik saja.. dia bersama Cela.. dan aku sudah bertemu dengan nya tadi.." jawab nya berbohong.. "Maaf bun, aku terpaksa membohongi mu.. aku tidak bisa melihat bunda sedih.. jika ini keputsan Raga. aku akan mengikuti nya, sampai dia bicara sendiri pada bunda tentang penyakit nya.." batin nya.. Alis tersenyum.. "lalu kau sudah memberikan makanan nya untuk Raga..? kau harus membantu nya, mencari cincin pertunangan untuk Gracela.."      ucap Alis..


Jiwa tersenyum.. "Aku sudah memberi nya, makanan yg bunda buat tadi..  dan mereka sangat menyukai nya, baiklaah bun, aku akan melakukan nya,.. aku akan meluangkan waktu ku, unuk mengurus pernikahan nya.." jawab jiwa,, ia semakin membohongi bunda nya, ia tidak tahu, harus berbuat apa.. jiwa segera pergi ke kasr nya, ia tidak mau semakin membohongi alis..


sementara itu di apartemen Raga.

__ADS_1


"aku butuh seorang dokter.. Dani.. bukan kah kau berjanji, akan membantu ku.. aku butuh seorang dkter, yg bisa menyembuhkan Raga.. aku tidak bisa kehilangan nya.. aku membutuhkan nya.." ucap nya, air mata nya keluar dengan sendiri nya.. Dani terdiam.. ia mengerti perasaan Cela..  "Baik;lah.. aku akan segera menghubungi mu,.. begitu rumah sakit dan dokter nya sudah siap.." jawab nya sambungan telepon itu pun terputus..


Dani tidak bisa melihat Celaa menangis di depan nya.


Raga terbangun.. ia mendengar pembicaraan Gracela.. "Aku tidak mau mmelakukan pengobatan.. aku sudah tidak punya kesempatan untuk hidup.." ucap nya,.. Cela menangis mendengar nya..  "kau tidak bisa menyalahi garis yg sudah Tuhan berikan Raga.. kau harus berjuang.. untuk sembuh..! kau tidak boleh putus asa.." ucap Cela.. "Aku tidak mau mendengar mu, mengatakan hal seperti itu lagi.." ucap nya.. Raga terdiam..

__ADS_1


Raga menelan saliva nya dengan berat ia berkata pada Gracela.. "Dokter bilang,.. umur ku hanya tersisa 6 bulan lag.. Cela percuma jika aku menjalani pengobatan.. pada akhir nya aku akan mati.. aku hanya ingin, bersama mu, hingga waktu ku tiba.. kaanker yg ada di tubuh ku, sudah stadium akhir.. tidakada kesempatan untuk ku.." ucap nya.. Cela menangis mendengar nya.. ia tidak percaya dengan semua nya..


bersambung


__ADS_2