DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 75: Baiklah itu mau mu


__ADS_3

Cela memicing kan mata nya.  ia tidak percaya dengan apa yg Raga ucap kan pada nya..  ia berusaha menahan tangis nya. "kau itu bicara apa.? hidup atau mati itu di tangan Tuhan.. bukan dokter, baiklah jika dokter memang tahu segala nya, apa pantas semudah itu kau menyerah.!! kau tidak melihat tadi ka JiwA.. Dia sedih tahu, keadaan mu.. bagaimana dengan Bunda mu.. apa yg akan dia rasa kan bila dia tahu, kondisi mu..? kau benar- benar menyerah pada penykit mu..? Raga.. tuhan bisa saja memberi mu keajaiban.. Dia yg mendatang kan penyakit itu.. Tuhan juga yg bisa mengambil nya.. kau tidak bisa dan tidak boleh putus asa.. Tuhan tidak suka melihat hmba nya berputus asa.." ucap Cela..

__ADS_1


"lalu kenapa.. kenapa kau tetap menanyakan hal itu pada dokter.? aku sudah berkali-kali mengatakan pada mu, aku tidak suka kau menanyakan hal itu..!! Raga kau tidak pernah memikir kan bagaimana perasaan ku. kau tidak pernah berfikir, jika aku kehilangan mu, bagaimana keadaan ku..? bagaimana hidup ku tanpa mu..!! pernah kan kau melihat ku..? jika kau tiba-tiba saja meninggal, kau fikir aku akan baik-baik saja..? kau fikir aku akan dengan mudah melupakan mu..? pernahkah ada di hati mu, bagaimana aku tanpa mu..? tidak kan.? kau hanya berfikir, tentang kematian..!! tidak, jika aku memang tidak ada di fikiran mu, paling tidak fikir kan kak jiwa.. fikirkan Bunda mu. mereka akan sangat kehilangan mu, mereka juga akan merasakan hancur na perasaan mereka, terutama bunda.. bahkan hingga saat ini, Bunda mu masih mengingat ayah mu.. bagaimana bila kau mati.. apa kau tidak berfikir, jika kau membuka luka, yg sudah berusaha bunda mu tutup.. luka karena kehilangan ayah mu..? kehilangan itu tidak mudah Raga.. tidak mudah di lupakan dan di terima, jika kau begini terus, kau melukai semua orang.. dan akan timbul perasaan bersalah pada bunda mu.. karena dia terlambat mengetahui tentang penyakit mu.." ucap Cela, ia menangis, ia berusaha membujuk Raga..

__ADS_1


Raga terdiam ia tidak menjawab nya.. Raga menelan saliva nya.. ia menatap Cela.. "Mudah saja bagi mu Cela.. jika aku akhir nya meninggal kau bisa menerus kan hidup mu.. berbahagia lah, kau juga bisa menerima Dani." ucap nya. Cela terdiam.. ia tiak mennyangka jika Raga mengatakan itu pada nya.  "Kau tadi bicara apa..? aku dan Dani.. apa..? dalam keadaan seperti  ini, kau masih bisa mengatakan itu.. kau tahu, itu sangat menyakit kan, kau tidak pantas untuk mengatakan itu.. kau fikir aku perempuan bagaimana.? aku bisa denan mudah menggantikan mu.. begitu..? Raga yg aku minta tidak banyak.. aku hanya ingin kau menjalani pengobatan mu.. itu saja..? bahkan jika kau benar-benar mati.. aku akan menyusul mu.. aku akan mengikuti mu.." ucap nya

__ADS_1


ia pergi meninggal kan Raga.. ia tidak bisa terus berada di sana, Cela butuh ketenangan.. " "kau tahu, setiap hari, aku ketakutan.. aku takut kau meninggalkan aku tiba-tiba.." batin Cela..

__ADS_1


bersambung

__ADS_1


__ADS_2