DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 42: seperti mimpi


__ADS_3

Cela merebah kan diri nya  di atas kasur king size nya, ia menimang-nimang ponsel nya, beberapa kali ia melihat nama yg tertera pada layar ponsel nya itu..  "apa aku harus menghubungi nya..? apa dia menunggu ku..? agh semua ini seperti mimpi bagi ku.. aku dan Raga.."ucapan nya terhenti, ia memegangi bibir nya, wajah nya berubah menjadi merah..  Cela menutupi wajah nya menggunakan bantal..


Tiba-tiba saja ponsel nya bergetar.. ia langsung tersadar dari bayangan nya itu.. Cela mengambil nya dan melihat nya "Dani.." ucap nya pelan.. ia membuka pesan dari Dani itu..  "kau pasti sedang membayang kan laki-laki itu..!! kau tidak ingat pada ku..? aku bos mu..!! urusan pekerjaan jangan di sangkut pautkan dengan urusan pribadi..!! kemarilah, aku lapar..!! kau harus menemani ku makan..!!" tulis pesan itu


Cela mendengus kesal,  "bukan nya kau yg  membawa urusan pribadi mu..!! bukan aku.." cela bicara sendiri.. ia membalas pesan itu.. "baiklah, aku bersiap-siap dulu.." balas  nya..  cela bergegas membersihkan diri nya..


setengah jam berlalu, ia sudah siap segera mungkin ia menemui Dani, yg ada di kamar sebelah nya, ia lupa jika dia belum menghubungi Raga.. sementara Raga menunggu nya

__ADS_1


Cela meninggal kan ponsel nya di kamar.. ia segera menemui Dani, ia tidak ingin membuat Dani semakin kesal pada nya.. di lobi hotel itu, dia bertemu dengan Ayah nya.. "seperti nya suasana hati pak Dani sedang buruk.. kau harus bisa menghibur nya.." ucap Kresna..  Cela mengangguk.. "baik ayah, aku akan menghibur nya.. di mana sekarang pak Danii..?" tanya nya..


"Dia sudah menunggu mu di mobil nya, dia meminta ayah, untuk tidak ikut denga nya, seperti nya dia ingin berdua saja dengan mu.." jawab Kresna.. Cela mengangguk mengerti.. "baiklah Ayah.. aku akan menemani nya.." jawab nya.. Cela berlalu meinggalkan Kresna, dan segera menyusul Dani ke mobil nya..


Cela segera masuk ke kursi kemudi .. "aku saja yg menyetir.." ucap nya, ketika melihat Dani di samping  ya, seperti orang yg kelelahan..


Dani menatap nya.. "kau berubah jadi supir pribadi ku..? aku tidak pernah membiar kan wanita yg mengemudi.." jawab nya, tapi dia tidak berpindah tempat duduk..  Cela menarik nafas panjang.. "pak Dani, jika kesal pada ku, katakan.. jangan seperti ini.." ucap Cela, ia mulai membawa mobil itu.

__ADS_1


Dani melihat nya.. "tidak.. kau tidak bisa kabur begitu saja.. kau harus tetap di sini, da melihat betapa aku terluka nya karea mu.." jawab Dani. Cela memutar mata malas, "Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yg di inginkan Dani.." batin nya..


 mereka sampai di sebuah Restoran yg tidak terlalu jah dari hotel tempat mereka menginap..


Cela tidak menyadari, jika restoran itu dekat dengan apartemen Raga. ia memilih meja deka jendela.. "pak Dani mau memesan makanan apa..? aku akan memesan kan nya.." ucap Cela sesabar mungkin..


Dani haanya terdiam.. Cela memilih makanan yg biasa Dani makan.. Cela menatap dalam matav Dani.. "ak tahu perasa mu, itu sebab nya aku belum menerima Raga.. akuu bingung dengan mu.." batin nya..

__ADS_1


"Maafkan aku. karena aku tidak bisa memalas perasaan mu.." ucap Cela menunduk..


bersambung


__ADS_2