![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Cela danDesi pergi ke rumah sakit bersama, ia meminta Desi untuk menemani nya, setiba nya di sana Cel berniat untuk menanyakan nya pada salah satu suster di sana.. tetapi ia tidak sengaja bertemu dengan ibund dari Raga dan Jiwa..
mereka berpapasan di lobi Rumah sakit, Cela begitu mengenal keluarga Raga, karen dia dulu sering mampir ke rumah mereka, sebelum akhir nya mereka pindah dan menghilang..
"Cela..!!" panggil Alis... Cela terkejut melihat nya..
Ia seger menghampiri nya.. "Tante Alis.." jawab nnya, ia memberi salam padaa nya.. "Kau ke sini maau menjenguk Jiwa..? sudah lama sekali tante tidak bertemu dengan mu..!!" ucap nya
Cela tersenyum.. "Iya tante, ku dengar Kak Jiwa di bawa ke sini.. jadi Cela datag ke sini.." jawab nya, Alis menunduk Sedih.. "iya sebenar nya, Jiwa Sakit, saat itu, namun dia memaksa an diri nyaa, untuk mewakili Rag, mengambil kelulusan nya, jadi dia seperti ini sekarang.." jaawab nya,
__ADS_1
Cella terdiam.. "kalau boleh tau, kak Jiwa sakit apa tante...?" tanya Cela, mereka berjalan bersama menuju kamar perawat Jiwa.. Alis menunduk Sedih.. "Sebenar nya Jiwa, mengidap penyakit Cancer otak.. sebuah benjolan yg semakin membesar di otak nya, Dokter bilang, belum aada obat yg bisa menyembuhkan nya, ingatan nya, lama-lama akan menghilang, bahkan mungkin, suaru hari nanti, dia tidak akan ingat pada keluarga nya sendiri.. Mungkin Jiwa terlihat sehat, tapi bila penyakit nya kambuh, ia akan seperti semaalam.. beberapa tahun lalu, kami penah membawa nya berobat, tapi penyakit nya memang sulit untuk di sembuhkan." ucap Alis
Cela terdiam.. "Jadi yg di katkan Kak Jiwa benar, tega nya kau meninggal kn nya semalam.. jika saja, aku tidak meninggal kan nya, ungkin kak Jiwa tidak akan seperti ini" batin nya..
Cela menatap Desi. ia terlihat Sedih..
Cela menatap Sedih pada Jiwa..
"Maafkan aku kak.." batin nya, Jiwa terbangun, ia tersenyum melihat Cella.. "Akhir nya kau datang juga Cel..." ucap nya lirih.. Cela tersenyum.. ia melihat makanan yg tidak Jiwa makan.. "kenapa kak Jiwa tidak makan..?" ucap nya, Cela lalu mengambil nya..
__ADS_1
"Jiwa tidak mau makn Cel.. Coba kau bujuk dia.." bisik Alis.. Cel menarik nafas panjang.. "Kak Jiwa harus makan, aku akan menyuapi mu.." ucap nya, Cela duduk di depan nya,.. ia mengambil kotak makanan itu, dan mulai menyuapi Jiwa..
Alis tersenyum, melihat jiwa mau memakan makanan nya., ia pergi meninggal kan mereka berdua.. dan menunggu bersama Desi.. "Jiwa itu, sangat menyukai Cela.. tante bhagiaa melihaat mereka.." ucap nya pada Desi..
Desi terdiam.. "Cobalah buka hati lu Cel..mungkin Jiwa tulus mencintai mu.." batin nya.. Cela menatap Jiwa... iaa menelan saliva nya, dengan susah payah.. "Aku... Aku akan mencoba nya.. aku akan berusaha mencintai kak Jiwa.." ucap nya..
Dengan suara bergetar menahan Tangis.. "mungkin ini cara terbaik, jika ini bisa membuat Kak Jiwa sembuh, aku akan melakukan nya. walau pun, nanti nya, aku yg akan menyiksa diri ku sendiri.." Batin nya.. Jiwa menatap dalam mata Cela.. namun ia tidak mengatakan apa pun..
bersambung
__ADS_1