DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 238: siapa wanita itu


__ADS_3

Raga membuka mata nya pagi itu.. dia terkejut saat mendapati


diri nya berada di rumah sakit dengan selang infus yg terpasang di tangan nya


ia tidak ingat bagaimana dia bisa berada Di sana..  Raga termenung berusaha mengingat siapa yg


membawa nya malam itu ke rumah sakit.. “aku bertemu dengan Cela.. iya itu


dia..!! jelas dia..!! tapi mungkin aku bermimpi karena aku sangat merindukan


nya sehingga mellihat semua orang itu seperti dia..” batin nya.. “tapi siapa yg


membawa ku ke sini..?” ucap nya sendiri.. tidak berselang lama para dokter yg


semalam merawat nya datang untuk memeriksa keadaan Raga pagi itu.. “selamat

__ADS_1


pagi pak Raga..!! bagaimana keadaan pak Raga,.? Apa sudah membaik..? pak Raga


terkena tifus dan harus beristirahat total  untuk beberapa hari kedepan..” jelas dokter itu.. “apa aku harus di


rawat di sini..?” Tanya nya.. Dokteer itu mengangguk.. dan menyuruh peerawat yg


bersama untuk memberikan obat pada Raga.. “Sus siapa yg membawa ku ke sini


semalam..? apa orang itu masih ada..? aku ingin bertemu dengan nya..” ucap


nya.. suster itu terlihat berfikir.. “seperti nya dia sudah pulang pak.. tapi


buru-buru pergi dan meminta kami untuk meNUNGGUI anda..” jelas nya.. Raga


terkejut mendengar penjelasan suster itu.. “yg membawa ku ke sini seorang

__ADS_1


wanita..? tapi kenapa dia pergi begitu saja, aku bahkan belum berterima kasih


pada nnya..” ucap nya pada perawat itu.. Raga sangat penasaran siapa wanita yg


menolong nya,.. akhir nya untuk beerapa hari kedepan Raga di rawat di rumah sait


itu.. Jiwa juga sudah mendengar soal Raga yg sakit dan di rawat di rumah sakit


itu, dia datang ke sana untuk menunggui dan merawat adik nya yg terbaring sakit...


"Aku bahkan tidak tahu kedatangan mu ke sini Raga,.. Tiba-tiba saja aku mendengar kau sakit dan di rawat di sini dari asisten mu.. Bagaimana aku tidak terkejut..? sudah berapa lama kau di sini..? dan kau tinggal di mana selama ini..?" tanya Jiwa..


Raga terdiam.. "Aku memang tidak berniat memberi tahu kalian terutama bunda..! Aku baru 2 bulan di sini, untuk mengurus cabang ku yg ada di sini.. Mungkin jika aku sudah menemukan orang yg cocok untuk mengurus nya aku akan kembali lagi ke kanada" jawab nya dingin.. Jiwa tahu sifat adik nya itu dia masih terlukA, walau pun bukan jiwa yg bersalah, tapi jelas terlihat rasa sakit itu di mata nya.. Raga tidak memberi tahu twentang tempat tinggal nya selama ini, dan jiwa pun tidak menanyakan nya lagi, dia berfikir jika Raga masih tidak mau bertemu dengan Alis karena kejadian dulu..


Sementara itu Cela pergi lebih dulu sebelum Raga siuman, dia tidak ingin jika Raga tahu tentang nya, terlebih dia juga tidak bisa berada di dekat nta sekali pun dia sangat menghawatir kan laki -laki itu, tapi dia juga tidak bisa berbuat Apa pun untuk nya, jika Raga mengetahui kenyataan nya, bukan hal yg tidak mungkin jika mereka tidak bisa lepas satu sama lain nya..

__ADS_1


Malam itu sebelum Raga siuman dari pingsan nya , Cela menangis di samping nya.. "maafkan aku, karena aku harus begini.. jaga diri mu dengan baik Raga.. Aku mencintai mu selalu.. jangan menyiksa diri mu sendiri lagi Raga" lirih nya, ia hanya bisa memeluk laki -laki itu sebentar saja, sebelum akhir nya pergi meninggal kan nya


Bersambung


__ADS_2