Diary Peri Awan

Diary Peri Awan
Penyesalan yang datang terlambat


__ADS_3

"Kenapa kamu hanya diam? Apakah kamu tahu ibumu walaupun bukan ibu kandungmu ia sangat mencintai dirimu. Ia merawatmu dengan tulus, saat semua orang membuangmu bahkan keluarga kandung mu sendiri, namun apa yang telah kamu lakukan. Pasti ia sangat hancur saat ia melihat dirimu datang dan membunuhnya? Dimana hatimu saat itu?"


Gadis itu hanya terdiam membisu seribu bahasa. Ia seperti sempat berpikir. Namun, ia hanya bisa melamun dengan semuanya. Ada rasa sesal yang ia tidak bisa ungkapan. Akhirnya interogasi berakhir, pelaku di bawa ke ruang tahanan.


Kedua anak korban di pulangkan ke rumah neneknya. Mereka hanya menangis mengingat apa yang terjadi.


****


Keesokan paginya. Angga, memberikan sebuah instruksi agar tim Nilam mencari informasi lain. Di sekolah pelaku, untuk mendapatkan tambahan informasi dan bukti.


Mereka berangkat ke sekolah tempat pelaku bersekolah. Mereka meminta ijin kepada kepala sekolah untuk mewawancarai beberapa teman dekat pelaku. Saat mereka memasuki ruangan kelas, semua siswa terkagum-kagum melihat ketampanan wajah para detektif muda ini, dan para gadis yang cantik. Semua orang terpesona.


Mereka, bertemu dengan empat orang teman dekat pelaku.


"Benar, ia pernah bertanya kepada kami tentang bagaimana cara membunuh seseorang. Namun, kami pikir dia hanya bercanda. Jadi kami tidak menggubrisnya." Ucap, Seorang teman berinisial AS, seorang gadis berambut pendek sebahu. Lalu kedua temannya menambahkan.


"Maaf Kak, tapi setau kami ia memiliki hubungan khusus dengan Ayah angkatnya itu. Maksudnya hubungan yang tidak lazim, setau kami. Mereka terlihat sangat mesra layaknya sepasang kekasih." Rey, yang mendengarnya menjadi curiga dengan ayah angkat pelaku. Mereka kembali ke kantor, dan langsung memberikan informasi tambahan.


Angga, membuka rapat untuk membahas kasus ini.


Lalu Tim Raya yang menyelidiki ke rumah korban.


"Kami telah mendapati suami korban pulang, saat diberikan kabar tersebut. Ia beralasan jika handphone nya sulit di hubungi karena handphonenya rusak jadi ia tidak mengetahui kabar tersebut. Sejak tahu pembunuhan terhadap istrinya. Ada beberapa tim yang masih menyelidiki rumah korban, namun yang aneh saat suami korban datang terlihat tidak begitu sedih. Tidak ada rasa kehilangan. Bahkan kami selidiki lebih lanjut setelah beberapa hari suami korban telah mencairkan uang asuransi milik korban yang cukup besar. Namun, kita tidak memiliki bukti apapun untuk menyeret ia sebagai dalangnya" Ucap Raya menjelaskan.


Angga terlihat diam dan berpikir bahwa sepertinya ia terlibat dalam kasus ini. Namun alibinya cukup kuat karena memang ia sedang di luar kota.


"Sebaiknya kita tetap mengawasi suami korban, sepertinya memang mencurigakan!" Angga menutup rapat.


Beberapa bulan berlalu. Pelaku hanya melamun di dalam sel, ia seperti sedang menunggu seseorang datang. Bahkan ia sesekali terlihat menangis tersedu-sedu, menyesali perbuatannya. Dalam lamunannya itu, ia seperti melihat ibunya datang dan memeluknya.

__ADS_1


"Jangan, menangis semua ini bukan salahmu. Ibu akan selalu menjagamu sepenuh hati" Pelaku hanya terdiam, ia merasa nyaman dengan pelukan ibunya itu. Walaupun itu hanya khayalan nya sendiri. Lalu ia mengingat semua kenangan tentang ibunya, yang selalu menyayangi dirinya layak anak kandung sendiri.


Ia mengingat pertama kali bertemu dengan ibu angkatnya. Lalu ia mengingat bagaimana ibunya mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.


"Kau boleh memanggilku dengan sebutan ibu. Kemarilah peluklah ibumu ini?"


Air matanya mengalir dari matanya dengan penuh penyesalan.


"Ibu tidak pernah mencintaiku karena aku hanya anak angkatmu?"


"Kamu salah, aku adalah ibumu meskipun bukan ibu kandungmu. Tapi kasih sayang ku tidak pernah berbeda dengan anak kandungku"


"Lihatlah, bagaimana kamu di perlakukan berbeda dengan adikmu, iya ... itu karena kamu hanyalah anak angkat. Jadi, lakukanlah yang aku bicarakan tempo hari, tidak ada seorangpun yang mengetahui hal tersebut. Kita bisa hidup bersama selamanya, tanpa ada dia di antara kita" Itulah hasutan dari ayah angkatnya.


Ia baru tersadar jika ayah angkatnya hanya memanfaatkan dirinya saja. Keesokan harinya ia memberikan laporan baru kepada Angga. Jika, yang menyuruhnya adalah ayah angkatnya itu.


"Bagaimana bisa kamu ceritakan kepada kami?"


"Ia sedang bersenang-senang dengan harta ibu angkatmu, sedangkan kamu yang harus menanggung beban ini sendirian. Seandainya kamu tidak melakukan tindakan sekeji itu, pasti ibumu masih hidup dan kedua anak korban tidak harus merasakan kehilangan ibunya."


"Aku sangat menyesal ...!" Ia, terlihat sangat menyesal.


"Baiklah ... kamu telah tertipu dengan rayuan manisnya. Tidak semua pria bisa kamu percayai, oke baiklah laporan mu ini akan menambah tersangka baru dan memang telah kami curigai. Terimakasih untuk kerjasama nya."


Angga, mengadakan sebuah rapat.


Akhirnya kasus ini telah usai, ada dua tersangka.


"Besok kita akan urus kembali kasus ini! karena ada satu tim yang sudah menyelidiki untuk barang bukti. Jadi, kita tinggal menunggu waktu esok hari." Setelah rapat selesai..

__ADS_1


Angga, mengajak Nilam makan malam. Di tempat yang romantis. Di tempat kaki lima, mereka makan pecel ayam.


"Tidak apa-apa kalau makan di tempat begini?"


"Tidak apa-apa, aku selalu senang" Nilam tersenyum.


(Dimana pun asal bersamamu) Gumam Nilam dalam hati.


Mereka makan dengan lahap, dengan penuh canda tawa.


"Nilam, terimakasih banyak atas bantuannya selama ini."


"Tidak apa-apa ...!" Nilam terlihat malu.


"Kamu mau aku suapin?" Nilam hanya tersenyum.


Saat Angga, akan menyuapi Nilam. Datanglah, Aldo dan Dika, tidak lama di ikuti oleh Rey, Farel dan Raya yang kebetulan juga sedang lapar. Hingga, membuat sendok yang di pegang Angga terjatuh. Dan tidak sengaja tangan Angga terinjak oleh Aldo.


"Aw ... !" Angga, terlihat sangat marah kepada Aldo.


"Maaf kak ... Ampun ...! Gak lihat bener, habis kakak nunduk!"


"Makanya jalan pakai mata ...?"


"Kak ... jalan itu pakai kaki bukan pakai mata. Gimana jalan pakai mata, serem dong ...!" Aldo malah bercanda. Angga, hanya melotot.


Dika, menarik tangan Aldo, dan menariknya ke meja duduk.


"Mulut loe harusnya dikasih cabe ...!" Dika terlihat kesal. Sedangkan Farel dan Raya hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua. Dan, pandangan Rey mulai terfokus pada Nilam yang sedang duduk bersama Angga.

__ADS_1


(Aku, akui jika aku tidak senang melihatmu dengan pria lain) Gumamnya dalam hati. Sedangkan, Nilam merasa jika Rey mulai cemburu. Ia berada di posisi yang serba salah.


__ADS_2