DINIKAHI DUDA GALAK

DINIKAHI DUDA GALAK
Ajakan Geng Baru


__ADS_3

Ting!


Terdengar suara ponselku berbunyi nyaring dari dalam saku celemek yang tengah aku gunakan, aku mencoba untuk mengabaikannya, biarkan saja. Aku bukan tipikal orang yang maniak handphone sebenarnya, bukan karena tidak ingin, tapi kesibukan selalu membuatku melupakan benda pipih tersebut.


Ting!


Lagi, terdengar suaranya, aku masih mengabaikannya.


Ting!


Lagi-lagi bunyinya terdengar beriringan, siapa juga yang membrondongku dengan chat di waktu semalam ini? Tidak tahu apa? Jam segini aku masih mencuci piring bekas makan malam orang seisi rumah?.


Setelah selesai mencuci piring, aku megelap tanganku dengan handuk, penasaran juga, dari tadi ponselku terus berbunyi, ini tidak biasanya, perlahan ku raih ponsel itu, lalu ku usap layarnya.


“Apa ini??” sedikit terbelalak, aku tidak percaya atas penglihatanku, ternyata ada lebih dari lima ratus pesan chat yang terpampang.


Perlahan aku membuka aplikasi chat berwarna hijau tersebut. Dan aku lebih kaget lagi, kala ku sadari, ternyata aku sudah di seret untuk masuk ke sebuah group chat.


“Geng Drove Girl”


Itu nama group chat nya, group apa itu? Aku seperti pernah mendengarnya, tapi di mana? Aku mencoba mengingat – ingat, tapi tetap saja masih lupa.


‘Waaaahhh ... Ibu Nana hebat sekali, baru pulang liburan ya bu?’ Akun Liliceriacelalucelamanya.


‘Iya nih, baru beli emas dari America satu kilogram’ Akun Nanayangpalingcantik


‘Ada oleh – olehnya gak Bu?’ Akun BundaNesyaYangPalingCa’em


‘Ada dong, spesial buat kalian parfum keluaran terbaru, dari pabrik ternama’ Akun Nanayangpalingcantik.


‘Asssssiiiiikkkk ... Ibu Nana memang yang terbaik’ kompak dari seluruh penghuni group, dengan emot jempol, lope, kiss dan lain sebagainya.


“Huuuhhh ...” aku menghela napas, kenapa juga aku harus masuk kedalam group aneh ini sih? Lagi pula aku ini belum terlalu tua untuk mengikuti pergaulan mereka. Mereka itu semuanya berusia kisaran di atas tiga puluh lima, dan aku? Aku masih dua puluh lima. Jelas pemikiranku dan pemikiran mereka tidak akan sama.


Ting!


‘Girls ... bagaimana jika malam ini kita nongkrong di tempat biasa? @Eliana Pramesti ikut juga ya?’ Akun Nanayangpalingcantik men tag namaku,

__ADS_1


Dan akun lain juga tiba-tiba ikut-ikutan men tag namaku, mengajakku untuk ikut dengan kumpulan mereka, yang entah di mana?.


Ragu. Akhirnya aku membalas pesan mereka di group alay tersebut.


‘Maaf Ibu-Ibu saya tidak bisa, saya belum menemani anak-anak mengerjakan PR’ send, balasan terkirim.


Kurang dari dua detik setelah pesan terkirim, mereka sudah membanjiri ruang chat ini dengan tanggapan mereka yang seratus persen mencibir.


‘Haha ... punya suami tua, jadinya kebawa tua, bukannya dia yang kebawa muda’


‘Ya ampuuunnn ... hari gini masih nemenin anak ngerjain PR? Orang kaya emang gak bisa sewa guru privat?’


‘Norak’


‘Kampungan’


‘Gak gaul’


‘Kalah sama yang lebih tua’


Cukup!!! Kenapa aku jadi panas kala mendengar cemoohan mereka? Apa ku ikuti saja keinginan mereka? Jika aku ini adalah perempuan muda yang jauh lebih berenergik dari mereka? Mereka itu sudah pada tua, paling baru nongkrong bentar juga udah pada masuk angin ya kan?.


Duuuhhh ... gimana nih? Ikut? Tapi bagaimana dengan rumah? Gak ikut tapi aku udah males banget di bully, besok di sekolahan Aksa aku pasti akan di bully habis-habisan.


‘Oke, saya ikut’ send. Eeeehhhh ... apa ini? Kenapa aku malah bales pesan mereka??? Adududuh ... gaswat ini.


‘Nah gitu dong, tenang Bu Nana yang traktir, kalo perlu jemput kamu di rumah’


‘Masa orang kaya mau di jemput sih? Wkwkwk’


‘Akhirnya, anggota kita ada yang muda nya juga ya gengs’


‘Waaahhh ... sebuah kehormatan Ibu Edgar mau ikut’


‘Duh ... kami tunggu yaaa’


‘Gengs ... jangan lupa pakai kostum biasa, ini malam kamis, tema biasa sudah di tentukan, kalian mengerti kan??’ Akun Nanayangpalingcantik.

__ADS_1


‘Oke! Lets go!’ kompak semua akun.


Dan hening, group sepi. Mungkin mereka tengah bersiap – siap, sebentar, aku harus pakai kostum apa ini? Kita mau nongkrong di mana sebenarnya? Yah ... aku mau nanya, tapi sama siapa?. Duuuhhh ...


Ragu, aku celingukan menuju kamarku, tanpa menoleh ke arah kamar anak-anak, di dalam kamar aku mondar mandir, bingung baju apa yang harus kugunakan sekarang? Kalau aku salah kostum bagaimana? Itu akan sangat memalukan, dan aku pasti akan semakin di bully.


Edgar belum pulang, aku bisa leluasa pergi, tapi anak-anak bagaimana? Duuuhhh ... semenjak aku pindah ke rumah ini, dan menyandang status sebagai istri Edgar, kenapa hidupku terasa di kekang? Kadang mau pergi ke toilet aja suka merasa terburu-buru, karena Aksa selalu memanggilku.


Akhirnya, kuputuskan untuk menggunakan baju seadanya, baju yang membuatku nyaman saja, celana jeans sobek-sobek, dengan atasan kaos lengan panjang yang cukup ketat di balut jaket, tidak lupa aku menggunakan syal, karena udara di luar cukup dingin.


Perlahan aku menuruni tangga, celingukan, lalu mengintip kamar anak-anak, aku melihat Aksa tengah tertidur, sambil memeluk robotnya, tumben banget, dia mau tidur tanpa di kelonin dulu sama aku, lalu aku mengintip kamar Azura, dia pun sudah tertidur. Kulirik jam dinding, ternyata sudah pukul sembilan. Pantas saja anak-anak sudah tidur semua.


Perlahan, aku mengendap-endap pergi keluar rumah, lalu keluar gerbang kebetulan pak Toto, satpam rumah sedang pipis di balik pohon, jadi aku bisa leluasa keluar rumah, akhirnya aku tiba di pinggir jalan raya, lalu aku menyetop taksi yang lewat, dan menyebutkan alamat tujuanku, setelah sebelumnya tadi aku sempat memintanya pada Bu Nanayangpalingcantik.


Sopir taksi mengangguk, dan akupun berangkat.


***


Tiba di sebuah tempat yang sangat asing bagiku, aku bingung, sebenarnya ini tempat apa? Terlihat sepi, tapi kenapa banyak orang yang masuk kedalamnya setelah dua orang berbaju hitam menganggukkan kepalanya, aku mengernyitkan keningku dari dalam taksi. Perlahan aku turun dari dalam taksi, setelah sebelumnya aku membayarnya, taksi meninggalkan aku sendirian, lalu ku langkahkan kakiku menuju tempat asing itu.


“Selamat malam Nona” sapa seorang pria dengan tubuh tegapnya.


“Malam,” Aku menganggukkan kepala.


“Maaf, kalau mau masuk kedalam, silahkan buka jaket dan syalnya Nona” ucapnya yang membuatku semakin bingung, memangnya kenapa kalau aku menggunakan jaket dan syal? Ah ... mungkin udara di dalam cukup panas.


“Baiklah ...” aku menyerahkan jaket dan syalku pada mereka, lalu mereka mempersilahkan aku masuk.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers ... masukan karya ini ke daftar list perpustakaan kalian, yuk komentari karyaku tepat di kolom komentar yaaaa ... aku tunggu yaaaa ...


Follow akun Ig-ku di Teteh_neng2020

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2