DINIKAHI DUDA GALAK

DINIKAHI DUDA GALAK
Bonchap 3


__ADS_3

Siang hari udara begitu terik, panas menyengat terasa membakar tubuh, Eliana masih berada di dalam sebuah taksi, terkepung diantara macetnya jalanan ibu kota, debu dan polusi menemani perjalanannya menuju tempat salah satu anggota geng Drove Girls. 


“Hiks ...” 


Air mata Eliana kembali terjatuh kala mengingat kembali perlakuan AA padanya, tidak ada konfirmasi apapun dari AA, membuat Eliana tetap pada prasangkanya, yakni Eliana meyakini jika AA berselingkuh darinya. Sesekali Eliana menyeka ingus dengan ujung kaos yang digunakannya, membuat seorang sopir taksi yang tengah membawanya melirik dari kaca spion depan mobilnya. 


“Nyonya, Anda butuh ini?” sopir taksi dengan pengertian memberikan sebuah tissue pada Eliana, Eliana menerimanya, lalu mengeluarkan seluruh beban yang ada dalam hidungnya, setelah merasa puas dan lega, Eliana segera melempar tissue tersebut asal keluar jendela. 


“Hiks ...” air matanya kembali berderai, Eliana kembali menangis dengan khusyuk. 


Tok ... tok ... tok ... 


Eliana mengerjap kala mendengar jendela mobilnya diketuk dari luar, Eliana menatap pada seorang pria yang tengah duduk di atas motornya menunggu kemacetan yang semakin parah, kabarnya di depan sana ada kecelakaan bus, jadi laju kendaraan yang lain akan tertahan cukup lama, hingga evakuasi selesai. 


“Tampan” satu kata itu yang Eliana akui dari penampilan pria yang tengah mengetuk-ngetuk pintu mobil taksinya. 


Kulit putih, hidung mancung, alis tebal, bibir seksi, dan mata bening itu tengah mencoba mengintip ke dalam taksi, mungkin saja mencari sosok Eliana. 


“Ada apa Mas?” Eliana membuka sedikit jendela mobil, melongokkan wajahnya yang sudah memerah karena kepanasan dan terlalu lama menangis. 


“Mbak yang tadi buang tissue ini?” laki-laki itu menunjuk tissue kotor yang kini tengah bertengger dengan apik di jaket si pria tampan, Eliana melongok tanpa mengedip sedikitpun, matanya baru mengedip setelah ada debu jalanan yang masuk ke dalam matanya. Eliana terlalu kaget dengan penampakan di hadapannya setelah pemuda tersebut berbicara dan menunjukan anggota tubuhnya yang sedari tadi tersembunyi. 


“Mbak? Hellooowww” pria tersebut melambaikan tangannya.


“Kenapa bengong Mbak?” tanya pemuda tersebut mengerutkan keningnya. 


“Mas giginya kemana? Kok pada hilang?” tanya Eliana dengan wajah linglungnya. 


“Hah?” pemuda tersebut sudah memelototkan matanya, namun Eliana segera menutup kembali jendela mobilnya, bertepatan dengan itu laju kendaraan mulai melaju meski perlahan, hingga jarak mobil taksi yang Eliana tumpangi menjadi berjarak dengan motor pemuda tadi. 


“Benar apa kata orang, ternyata kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari luarnya saja” Eliana bergidik, membayangkan pemuda tampan tadi, tampan jika dia tidak bicara apa lagi tersenyum, mengingat gigi depannya yang raib sebanyak dua biji. 


“Ck ck” Eliana berdecak ngilu. 


“Pak, di depan sana ada apotek, kita berhenti dulu sebentar ya” Eliana memerintah. 

__ADS_1


“Baik Nyonya” sopir taksi memanggutkan kepalanya. 


Eliana turun dari mobil taksi tersebut, berjalan menuju apotek yang tadi sempat ditunjuknya, lalu Eliana membeli sesuatu dari sana, dan segera kembali menuju taksinya. Taksi yang di tumpangi Eliana mengantarkannya pada markas geng Drove Girl, Eliana berjalan dengan malas-malasan. 


“Nyonya El!” Bu Mirna segera menyambut kedatangan Eliana yang berjalan dengan sangat tidak semangat. 


“Hmh” Eliana membalas cipika-cipiki dari geng-nya, lalu duduk menghempaskan tubuhnya di salah satu kursi yang berada disana. 


“Nyonya El? Kenapa terlihat lemah sekali?” Bu Lily langsung kepo, mendekati Eliana yang penampilannya terlihat acak-acakan, rambut berantakan, wajah sembab, ujung kaos basah karena air mata dan ingus, juga warna kulitnya yang sedikit pucat. 


“Aku yakin, jika melihat auranya, sekarang Nyonya Eliana sudah tidak gadis lagi” Bu Mirna langsung menyimpulkan dengan kekehan khasnya. 


“Hah? Apa Nyonya El sudah melakukannya?” lima anggota geng Drove Girl segera mengerubungi Eliana yang kini malah terisak sembari menatap Bu Mirna. 


“Kenapa Bu Mirna bisa tahu?” tanyanya di sela isakannya. 


“Haha, terlihat wajah Nyonya El sudah tidak ada lagi aura kegadisannya” ucapnya tertawa ngakak. 


Eliana semakin memberenggut, semua ini salah AA yang sudah mengambil keperawanannya, hingga dia harus berubah menjadi gadis buruk rupa, dan AA menjadi selingkuh dengan gadis yang lebih cantik darinya. 


“Tentu saja, saya dengar-dengar, katanya perempuan yang sudah tidak perawan lagi, maka auranya akan diserap oleh suaminya, coba kalian lihat suami saya, saya semakin berumur semakin loyo dan keriput, sementara suami saya malah semakin seger dan lincah, itu karena dulu waktu menikah dengan suami saya, saya adalah seorang gadis ting ting” Bu Lily memprovokasi. 


“Sabar Nyonya El, sabar, Nyonya El tetap terlihat cantik kok” Bu Mirna menenangkan. 


“Benarkah?” Eliana menghentikan tangisnya. 


“Tentu saja, asal Nyonya El rajin perawatan, dan membeli skincare jualan saya” emang dasar tukang dagang, selalu saja mencari kesempatan buat jualan. 


“Huuuuuaaaa!!” Eliana menangis guling-guling hingga kejer. 


*** 


“Dari mana saja kau?” AA bertanya dengan wajah datarnya, menatap sang istri yang kini tengah berjalan lesu menuju ke dalam rumah, penampilan Eliana sudah semakin tidak layak, terlebih kini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Eliana menghabiskan waktunya untuk menangis di markas Gengnya. 


“Bukan urusanmu” Eliana menjawab dengan ketus. 

__ADS_1


“Aksa terus mencarimu, tapi kamu malah menghilang, lihat! Ibu macam apa dirimu” AA menggeram kesal kala melihat tingkah sang istri yang mengacuhkannya.


“Urus saja kekasihmu itu! Jangan urusi aku! Aku membencimu!”


Plak!


Eliana memukulkan tas yang sedari tadi di tentengnya pada bahu AA, dengan kesal gadis itu menghentakkan kakinya, lalu berjalan tergesa menuju tangga untuk menuju kamarnya, meninggalkan AA yang tengah mematung. 


“Tunggu! Apa maksudmu kekasih? Apa karena kejadian tadi? Kau salah paham!” AA berusaha menjelaskan, berusaha mengejar Eliana yang terlihat begitu kesal.


Eliana tidak menggubris, Ia masih berjalan menuju tangga, namun tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing, pandangannya berkunang-kunang, Eliana berusaha menggapai pegangan tangga, namun nihil, pandangannya kian memburam, hingga di rasakannya tubuhnya begitu limbung. 


Lalu ... 


Bruk!


“Eliana!”


Suara itu terdengar seiring dengan hentakan kaki yang semakin mendekatinya, Eliana terkulai tidak berdaya tepat di dekapan AA.


“Eliana! Bangun! Kau kenapa?!” AA berusaha membangunkan Eliana hingga menimbulkan kehebohan, seluruh anggota rumah berdatangan menyaksikan apa yang terjadi.


“Ibu!” Aksa dan Azura mendekati, lalu menangis mengkhawatirkan sang Ibu sambung.


“Panggil dokter, cepat!”


 


.


.


.


.

__ADS_1


.


ini serius??? kita sudah di penghujung episode dan readers masih enggan buat komentar atau like??? hiks ... sedih akutuh ... 😭😭😭


__ADS_2