
Entah apa yang merasuki orang-orang di akhir zaman ini, begitu banyak yang terlena akan pernak-pernik dunia, dengan menyalah gunakan sosial media. Banyaknya aplikasi yang sedang di gandrungi banyak orang, membuat beragam berita dengan cepat tersebar di seluruh penjuru kota, dan itulah yang tengah di alami oleh Eliana saat ini, dengan cepat berita dirinya yang tengah mengejar cinta seorang pengusaha berstatus duda telah gencar di kalangan masyarakat, tidak sedikit orang yang melakukan pencarian namanya, mencari tahu siapa sosok Eliana sesungguhnya, hingga dia mampu mendapatkan pengusaha sekelas Edgar.
Perlahan, Eliana membuka salah satu akun sosial medianya, disana terdapat banyak sekali ucapan yang cukup menyulut emosinya.
“Pengusaha terkaya berpacaran dengan gadis di bawah umur”
“Kekasih pengusaha ternama memiliki hidung yang minimalis”
“Wanita muda yang tidak ingin bersusah payah bekerja, hingga mau menyerahkan dirinya pada pria yang usianya jauh di atasnya”
“Perempuan kekinian banget, untung pak Edgar singgle”
Berkali-kali Eliana mendesah prustasi, hingga dia memutuskan untuk mematikan ponselnya, dan mematikan televisi, agar Ibunya yang berada di atas ranjangnya tidak menonton berita yang masih simpang siur itu.
***
Di kantor Edgar ...
“Aku yakin, jika pelaku yang menyebarkan rumor ini adalah Imran, karena Imran menginginkan perusahaan Edgar hancur,” Siska menajamkan pandangannya, terlihat dia sedang berfikir keras, menelaah apa yang sebenarnya sedang terjadi.
“Jangan berprasangka jika kau tidak memiliki bukti” ucap Edgar santai, masih dengan wajah datarnya.
“Hal pertama yang harus kau lakukan adalah membunuh rumor tersebut, terutama rumor yang paling menyakiti telingaku, aku berkencan dengan gadis di bawah umur, itu sungguh menggangguku” ucap Edgar kemudian, sambil melempar beberapa koran yang berada di hadapannya.
“Aku punya ide, bagaimana jika kita mencari tahu keberadaan gadis itu, cari tahu mengenai informasinya, latar belakangnya, dan ada satu yang sulit di elakkan dari media, yaitu foto-foto tuan, ketika bersamanya semalam, foto itu terlihat begitu alami” ucap Aldo, mencoba memberikan solusi kepada tuannya.
“Lalu?? Kau tidak bisa menyelesaikannya??” ucap Siska yang sudah terlihat jengah.
“Bukan, jika kita memaksa perempuan itu untuk bicara terus terang, bagaimana jika dia tidak mau, bagaimana jika dia malah balik menuntut kita, karena pada kenyataannya tuan telah salah faham” Aldo menatap Siska dalam, mencoba memberikan penjelasan.
“Kalau begitu, tidak ada cara lain! Kita harus membuat semuanya menjadi nyata, kita buat seolah-olah perempuan itu telah bersekongkol dengan Imran!” ucap Siska dengan yakin.
Edgar terdiam, kemudian dia beranjak meninggalkan Aldo dan Siska yang tengah berdebat, Edgar berjalan menuju atap gedung, dia mencoba menikmati semilir angin di atas gedung, tidak lama, Siska mengikutinya,
“Tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan selain daripada kita harus melakukan rencana itu, ini semua untuk kebaikan kariermu, sudah tidak ada waktu lagi, berikan aku izin” Siska membungkukkan tubuhnya, meminta izin pada Edgar, sementara itu Edgar hanya menarik napas panjang, lalu membuangnya kasar, sejenak ia memejamkan matanya, lalu membukanya kembali.
__ADS_1
“Kau tidak bisa melakukan itu” ucap Edgar tegas.
Edgar memutar tubuhnya menatap Siska, yang tengah menunggu perintah.
“Aku tidak akan pernah membiarkanmu melakukan hal kotor” imbuhnya lagi.
“Jika kita biarkan, maka masalahmu bukan hanya ini, kariermu akan berakhir, harga saham akan turun, dan Imran akan mengambil alih perusahaan ini darimu! Imran juga akan mengambil hak asuh anak-anakmu! Mengertilah!” suara Siska mulai meninggi, terlihat Siska sudah prustasi dengan semua berita ini.
“Tetap tidak! Jangan melakukan apapun tanpa seizinku! Dan aku tidak akan pernah mengizinkanmu melakukan apa yang kau katakan tadi! Aku tidak ingin berbohong! Aku tidak ingin ada kebohongan dalam seumur hidupku! Aku benci berbohong! Aku lebih baik kehilangan semuanya, daripada harus berbohong! Karena aku tahu persis, seperti apa rasanya di bohongi” ucap Edgar kian tegas, wajahnya kian datar dan dingin, membuat Siska menjadi bungkam seketika.
***
Sementara itu, Eliana tengah berada di perjalanan untuk mendatangi kantor Edgar, karena Eliana merasa sudah tidak sanggup lagi dengan segala berita yang beredar. Tiba di kantor Edgar, Eliana merasa kebingungan karena sudah ada puluhan wartawan yang tengah menunggu kedatangan Edgar untuk mengkonfirmasi berita yang sedang viral tersebut.
Perlahan, Eliana mengendap-endap menuju kantor yang sudah ia dapatkan alamatnya melalui media sosialnya, tidak sulit untuk mengetahui keberadaan kantor Edgar, karena ternyata Edgar Adiswara bukanlah orang sembarangan, pantas saja semalam Edgar terlihat murka, dan berlagak seperti orang penting, ternyata Edgar memang orang penting sungguhan.
Eliana masih berjalan mengendap-endap di antara kerumunan wartawan yang tengah meminta penjelasan dari seorang pengusaha ternama yang tengah di gandrungi semua kalangan tersebut.
Tapi, kala Eliana tengah menaiki sebuah lift, dia merasakan jika dirinya tengah di ikuti oleh seorang pria asing, dengan ekor matanya Eliana melihat bahwa pria itu adalah pria yang di lihatnya semalam. Jadi pria itu adalah salah satu wartawan?? Pantas saja semalam dia membawa kamera dan berusaha menculik anaknya Edgar.
Ggrreeeppp ...
Seketika tubuh Eliana di tarik seseorang, dengan napas tersenggal, Eliana mencoba menatap pria yang tengah memeluk tubuh kecilnya, berkali-kali dia mengerjapkan matanya.
“Ini seperti dejavu”
***
Samar terdengar beberapa orang tengah berbisik,
“Kemana perginya perempuan tadi? Aku rasa aku melihatnya di sini??”
“Aku yakin, perempuan itu adalah perempuan yang ada di foto”
“Pasti ada orang dalam yang membantunya”
__ADS_1
“Bagaimana mungkin gadis itu berjalan begitu cepat??”
Tidak lama segerombol orang itu pergi, melakukan kembali pencarian atas hilangnya Eliana dari pandangan mata mereka,
Sementara itu, tanpa di sadari Eliana masih menahan napasnya di dalam pelukan seorang pria yang tengah memeluknya, perlahan setelah suara-suara itu hilang, Eliana mengangkat wajahnya, berusaha mengenali pria yang tengah mendekapnya erat.
“Kau!!!!” Eliana membelalakan matanya sempurna, kala dia sadari pria yang tengah memeluknya adalah Edgar, orang yang tengah dia cari.
“Apa yang kau lakukan??!!! Kenapa orang-orang itu mengatakan jika aku adalah kekasihmu???” dengan prustasi Eliana memukul dada Edgar berulang kali.
Edgar mengeratkan rahangnya, lalu sekuat tenaga mencengkram tangan Eliana dan menyeretnya “Ikuti aku!!”
Dengan terengah Eliana mengikuti langkah kaki Edgar, yang ternyata menuju atap gedung.
“Apa kau sudah tidak waras??? Kenapa kau datang kemari, sementara seluruh wartawan sedang berada di halaman kantorku!!” teriak Edgar prustasi, sambil menghempaskan tangan Eliana.
“Bagaimana aku bisa berdiam diri? Sementara seluruh dunia sedang membicarakan aku?? Bahkan aku tidak bisa masuk kerja, karena aku takut di kejar wartawan” Eliana tak kalah prustasi.
“Apa??? Kau fikir hanya dirimu saja yang merasa tertekan?? Bagaimana denganku??” Edgar menepuk dadanya kuat.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya readers ...
Follow akun Ig-ku di Teteh_neng2020
Terimakasih.
__ADS_1