DINIKAHI DUDA GALAK

DINIKAHI DUDA GALAK
Medsos AA


__ADS_3

“Memangnya dulu Tuan gak pernah merayu ya??” tanya Aldo penasaran.


“Merayu?? Ihhh ... menggelikan” Ed bergidik ngeri, sambil mengusap tengkuknya berulang kali.


“Kok geli sih?? Itu romantis Tuan, eeemmhhh ... kata pacar saya sih begitu” Aldo cengengesan.


“Haduuuhhh ... ini beban berat bagiku Do, aku lebih suka di suruh persentase untuk sebuah tender daripada harus bergombal seperti itu Do” lagi-lagi Ed bergidik.


“Tuan, jangan di jadikan beban, ayo tarik napas dulu ... hhhuuuhhh ... hhhaaahhh .... huuhhh ... hhhaahhh ... jangan lupa matanya Tuan, harus teduh, menarik perhatian” setelah tarik napas berulang kali, mata Aldo mencontohkan mata genit.


“Gak berguna Do, sepanjang hidupku, aku sudah tarik napas dalam-dalam, tapi masih saja sama, aku masih belum punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku, hhhhhhh ... aku juga sudah kedip-kedip, tapi malah di sangka orang kelilipan” Ed menarik napas berat, lalu membuangnya kasar.


“Ternyata, apa yang menurut kita mudah, belum tentu menurut oranglain mudah juga ya Tuan?? Apa yang menurut kita sulit, belum tentu juga sulit bagi oranglain, ahhh ... hidup sungguh beragam” kali ini, Aldo berbicara dengan gaya so bijaknya.


“Eeemmmhhh ... bersyukur! Itu yang harus kau lakukan Do, kau pandai merayu, maka kau harus bersyukur, setidaknya kau mampu membahagiakan pacarmu itu dengan cara yang sederhana” Ed memanggutkan kepalanya berulang kali.


“Tuan benar, hehehe ... sekarang selamat mencoba ya Tuan, semangat!! Saya permisi dulu” Aldo membulatkan tangannya di udara, lalu memundurkan langkah, menuju pintu, pergi dari ruangan Edgar, meninggalkan Ed yang sedang berlatih pantun.


“Meletus balon hijau”


“Hatiku sangat kacau”


“Dari jauh ku kira kerbau”


“Ternyata engkau”


“Aiiisshhhh ... kenapa menggelikan sekali?? Ish ...”


“Di tivi banyak berita”


“Beritanya banyak tentang seni”


“Ku mengerti apa itu cinta”


“Karena hadirmu disini”


“Astagaaaaa ... El, kau membuat harga diriku tercabik-cabik!! Tidak! Aku tidak akan pernah melakukannya! Bahkan tubuhku sudah merinding sebelum mengatakannya! Tuhan ... kenapa cinta membuatku berubah?? Aku sudah berubah ... ya ya ya ... aku berubah menjadi orang sinting sekarang! Ini semua karenamu El!!!”


“Burung irian, Burung cendrawasih”

__ADS_1


“Cukup sekian dan terimakasih”


BY!


***


Semenjak sembilan peraturan yang di buat AA sudah di hapuskan, kini pekerjaan Eliana yang sangat menyiksanya menjadi hilang sepenuhnya. Sekarang kerjaan gadis itu hanya berjalan mondar-mandir antara lantai atas dan lantai bawah, memerintah para pelayan, tertawa terbahak, mengantar anak-anak sekolah dengan dandanan ala super model, dan berbelanja sesuka hati layaknya ratu.


Siang ini, di tengah acara rebahannya, Eliana tengah menatap ponselnya sambil sesekali gadis itu terbahak karenanya.


Yups ... Eliana kini tengah memeriksa media sosialnya, sebagai istri dari seorang pengusaha ternama yang pernah di gosipkan habis-habisan hingga namanya menjadi kata kunci nomor satu, tentu saja Eliana memiliki banyak followers, di beragam akun sosial medianya. Di tambah lagi, Eliana bergabung menjadi anggota geng drove girl’s. Maka penggemarnya menjadi semakin bertambah.


Kebanyakan orang menyukai Eliana sebagai seorang istri, dan sebagai seorang Ibu sambung, Eliana di gadang-gadang sebagai manusia berhati bidadari, karena dari setiap postingannya Eliana terlihat sangat menyayangi kedua anak sambungnya.


Seluruh akun sosial media Eliana di penuhi dengan foto kebersamaannya dengan kedua anaknya, Aksa dan Azura. Tak ayal, setiap postingannya selalu mengundang komentar dengan beragam pujian.


Seperti sore ini, Eliana memposting foto dirinya bersama Azura yang tengah belajar memasak. Eliana tersenyum melihat beragam komentar yang di lontarkan para detergen, entah itu laki-laki atau perempuan. Dalam hitungan menit komentar langsung membanjiri kolom komentar.


“Nyonya El, memang manusia berhati peri”


“Ya ampuuunnn ... adakah di kampungku yang memiliki kepribadian seperti Nyonya El??”


“Rupanya kini malaikat tengah berada di bumi”


“Senangnya jadi Tuan Ed, punya istri cantik, baik, masih gadis lagi”


Dan bla ... bla ... bla ...


El membaca satu persatu komentar sambil tengkurep, sambil sesekali dia membalas komentar detergen.


Kkkrriieettt  ... ( Suara pintu di buka )


“Apa yang kau lakukan??” suara berat itu membuat El terjingkat dan langsung membenahi posisinya, dari tengkurep menjadi duduk.


“Sedang membaca komentar detergen di instagram” jawab El santai, sambil tersenyum, meraih tas AA dari tangan suaminya, lalu menyimpannya di tempatnya.


“Apa bagusnya berbalas komentar di media sosial?? Itu hanya akan membuat harga dirimu hancur saja! Jangan terlalu dekat dengan siapapun! Tidak semua orang memiliki hati sebaik dirimu!” lagi-lagi AA mengisntimidasi, memperingatkan istrinya dengan suara beratnya. Padahal El sudah menyambut kedatangan AA dengan senyuman terbaiknya.


“Tapi kan ...”

__ADS_1


“Jangan bantah! Kurangi kegiatanmu bermedia sosial, memangnya tidak ada kegiatan lain yang lebih bermanfaat selain bermedia sosial??” AA kembali menggeram.


“Media sosial itu sudah menjadi hiburan tersendiri bagiku AA” mendesah sebal, memutar kedua bola matanya.


“Cih! Kenapa? Dengan bermedia sosial kau bisa melihat pria-pria yang lebih muda dan tampan dariku??” Ed menatap istrinya dengan tatapan menyelidik.


“Waaaahhh ... AA bisa insecure juga?? Hhiii ... lucu banget siiihhh” El malah terkekeh membuat AA mendelik.


“Ingat baik-baik! Jangan bermedia sosial lagi!” AA beranjak dari tempatnya berdiri, lalu beranjak menuju ruang kerjanya.


“AA gak mandi dulu?? Gak makan dulu??” El berteriak, tapi tidak di gubris oleh AA, AA masuk kedalam ruangannya, lalu segera membuka laptopnya.


“Cih ... media sosial, apa bagusnya bermedia sosial??” AA berdecih, lalu memijit pelipisnya.


“Apa aku harus membuat media sosial juga?? Eeemmhhh ... sebentar, akun apa yang harus ku buat?? Bagaimana caranya?? Aku tanya Aldo saja”


AA meraih ponselnya, lalu menekan nomor Aldo.


“Hallo Tuan” terdengar suara Aldo dari seberang sana, suaranya sudah sangat lemah, mungkin karena lelah seharian bekerja keras bersama AA.


“Hallo, Aldo, tolong buatkan aku akun media sosial” pinta AA langsung pada intinya.


“Hah?? Bagaimana jika saya membuatkannya besok Tuan?? Sekarang saya sedang berada di acara pemakaman” tolak Aldo, dengan suara yang semakin melemah.


“Siapa yang meninggal??” Ed menghentikan kegiatannya, dari memijat tombol laptop, merasa kaget dengan kabar yang di terimanya dari Aldo.


“Anjing saya Tuan” jawab Aldo semakin lemah, bahkan suaranya nyaris tak terdengar.


“Hahhh ... kirain” Ed menghela napas berat.


“Jacky Anjing kesayangan saya Tuan, saya tidak bisa hidup tanpanya” ucap Aldo kemudian, suaranya mulai terdengar sengau.


“Kenapa nama Anjing lebih keren daripada nama pemiliknya??” AA menggumam, keheranan.


“Apa Tuan??” Aldo sedikit menyentak dari seberang sana.


“Ah, tidak! Ya sudah kalau begitu” AA memutuskan telponnya secara sepihak, lalu mengurut pelipisnya.


Tak lama, tangan AA sudah lincah mengetik sesuatu di laptopnya, rupanya AA sedang melakukan pencarian terhadap ‘Cara membuat akun sosial media’.

__ADS_1


Akhirnya, AA berhasil menginstal beberapa akun media sosial, lalu AA mulai membuat akun sosial medianya.


“Sebentar, apa aku harus menuliskan nama asliku di sini?? Bukankah itu memalukan??” perlahan, AA memasukkan nama aslinya di akunnya. Dengan nama akun ‘EdgarAdiswara79’


__ADS_2