Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 11


__ADS_3

Gadis itu berdiri didepan kelas tepat di samping bu Lina.


“Hay teman-teman ….!” Sapa gadis itu sambil melambaikan tangannya dan tersenyum.


“Hay …!” sapa semua anak di kelas kecuali anak-anak geng cewek yang kebetulan melihat reaksi Elan yang tidak biasa terhadap gadis itu, mereka merasa mendapat saingan baru.


"Kayaknya bakal jadi saingan baru nih!?" ucap salah satu dari anak perempuan itu.


“Kenalkan mana saya Kiandra, biasa di panggil Kia, saya pindahan dari Semarang!”ucap gadis yang ternyata bernama Kiandra itu. Karena ayahnya ada kerjaan di Jakarta mengharuskannya pindah ke Jakarta untuk beberapa tahun ke depan. Begitulah yang di katakan oleh ayahnya, sebenarnya pilihannya ada dua, kembali ke Surabaya atau ke Jakarta, da.n Kiandra memilih Jakarta. Alasannya sebenarnya sama dengan sang papa, ia tidak ingin kenangan masa lalu papanya mengelilingi hidupnya, sedikit banyak ia tahu kisah hidup sang papa meskipun itu tidak utuh. Ia tahu bukan dari papa atau mamanya langsung, justru tetangga lamanya yang ada di Surabaya. Itulah sebabnya kenapa ia enggan kembali ke Surabaya.


“Ya udah kiandra, kamu boleh duduk!” ucap bu Lina setelah Kiandra menyelesaikan perkenalannya. Bu Lina mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas mencari tempat duduk yang kosong di sana.


‘Biar Kiandra duduk sama saya bu, di sini ada bangku kosong!” ucap Elan sambil berdiri dari duduknya dan melambaikan tangannya pada Kiandra.


Astagfirullah …., kenapa harus dia lagi sih ….., batin Kiandra sedikit terkejut karena harus bertemu dengan Elan lagi.


"Elan, kenapa bisa kamu hanya sendiri?" tanya Bu Lina karena ia tahu biasanya Elan duduk dengan Damar.


"Oh ini Bu, Damar mulai hari ini duduk dengan Rehan."


"Ohhh, baguslah!?" ucap Bu Lina, ia tahu selama ini Elan hanya mengandalkan Damar saja saat mengerjakan tugas.


“Baiklah Kiandra! Kamu duduk sama Elan nggak pa pa ya!” ucap bu Lina, dan Kiandra pun tersenyum.


“Iya bu!” ucap Kiandra lalu berlalu berjalan menuju ke bangku kosong itu, melewati beberapa bangku yang lainnya yang sudah di tempati.


Walaupun kurang iklas, Kiandra terpaksa duduk dengan Elan, Elan sudah menyambutnya dengan senyum yang menurutnya tebar pesona dan tentunya memuakkan buat Kiandra.


"Hai, kita ketemu lagi. Sepertinya kita memang di takdirkan berjodoh ya!?" ucap Elan dengan percaya dirinya.


Sabar kia, ini hanya cobaan kecil ....,


Kiandra segera duduk dan meletakkan tasnya di atas meja, ia mencoba terus mengabaikan Elan.


Kenapa dia menatapku terus sih, keluh kiandra dalam hati, merasa risih karena Elan terus seja menatapnya.


"Jangan sombong dong!?"

__ADS_1


Awalnya ingin mengabaikannya tapi lama-lama nggak tahan juga pengen nampol. Kiandra berbalik menatap Elan.


"Bisa berhenti bicara tidak!?" hardiknya dan Elan malah tersenyum.


“Tau nggak kalah aku sesak nafas?”


"Oh ya! Tapi aku nggak peduli tuh!"


"Padahal kamu harus peduli karena aku sesak nafas gara-gara separuh nafas aku di kamu!"


Dan gombalan Elan berhasil membuat Kiandra mendengus kesal,


"Pantas aja dari tadi aku merasa ada yang bau, rupanya itu nafas kamu yang nyangkut di hidung aku ya!" ucap Kiandra dan kembali fokus dengan ibu guru yang juga sudah duduk di tempatnya.


“Aku semakin cinta deh sama kamu, lain kali jangan cuekin aku dong cantik!” ucap Elan lagi yang tidak mau kalah di cuekin.


“Bisa diam kan??? aku mau belajar bukan nanggepin omongan nggak jelas.kamj, mengerti!” ucap Kiandra judes.


“Jutek banget!” ucap Elan,


"Ohhh sudah mengerjakan dong Bu!" ucap Elan dengan percaya diri.


"Mana kumpulkan!"


"Kok cuma Elan yang di minta, yang lain enggak?" tanyanya protes.


"Kamu tidak lihat sebuah buku sudah di kumpulkan, mana buku kamu?" tanya Bu Lina sambil menunjukkan setumpuk buku di atas meja.


Hahhh, kapan ngumpulinnya? batin Elan yang tidak tahu kapan teman-teman satu kelasnya mengumpulkan buku, sepertinya karena dia terlalu fokus pada kiandra hingga ia tidak menyadari jika Bu Lina sudah memulai pelajarannya sedari tadi.


"Kia tidak di suruh mengumpulkan sekalian Bu?" tanya Elan dan langsung Bu Lina berkacak pinggang.


"Elaaaaan!"


"Iya, iya Bu. Aku kumpulin!?" Elan pun segera menatap ke arah Damar dan Damar pun mengangkat kedua bahunya.


"Kamu cari ini, Elan?" tanya Bu Lina sambil mengangkats sebuah buku di tangannya.

__ADS_1


"Ohhh, sudah dikumpulkan rupanya!?"


"Tapi ini masih kosong, bagaimana dong!?"


Elan terkejut, ia kembali menoleh pada Damar pun kembali mengangkat kedua bahunya.


***


"Tetap seperti itu sampai jam istirahat!?" ucap Bu Lina, kini Elan sudah berdiri di luar kelas sambil mengangkat satu kakinya.


"Lima menit aja ya Bu!"


"Nggak usah nawar, okey!"


"Tapi Bu!?"


"Mau ibu tambah?"


"Nggak usah deh Bu!"


"Baiklah, ibu ke kelas dulu, tetap seperti ini sampai ibu keluar, mengerti!?"


"Mengerti Bu!"


Akhirnya Bu Lina benar-benar meninggalkan Elan dengan posisinya itu.


"Sial banget hari ini, Damar keterlaluan banget, bisa-bisanya dia nggak nyalin prnya!?" keluhnya sambil menjalani hukuman dari bu Lina.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2