Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 26


__ADS_3

Karena begitu penasaran, Nadin pun memutuskan untuk pergi ke sekolah. Biasanya ia akan ke sekolah saat ada rapat koordinasi saja.


Rupanya kedatangannya cukup membuat terkejut pada dewan guru. Ini sungguh hal yang tidak biasa.


"Maaf Bu Nadin, apa ada masalah yang serius hingga Bu Nadin sampai datang ke sekolah?" tanya kepala sekolah.


"Nggak ada pak Aldi, saya ke sini hanya ingin melihat-lihat saja. Sudah lama kan pak saya tidak keliling sekolah!"


"Baiklah, kalau begitu biar saya temani Bu!"


"Tidak perlu repot-repot pak, saya sengaja datang tidak memakai pakaian resmi. Saya hanya ingin bersantai saja, jadi pak Aldi bisa kembali bekerja,"


"Tapi bu_!"


"Saya serius pak, jangan khawatir!"


"Baiklah kalau begitu keinginan Bu Nadin!"


"Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi!"


Nadin pun akhirnya memilih berjalan sendiri keliling sekolah, selain ingin bertemu dengan kiandra, ia juga ingin melihat-lihat sekolah. Kali ini ia memakai pakaian kayaknya wali murid biasanya, bukan berpakaian resmi seperti saat ia datang ke sekolah agar tidak membuat orang-orang setan padanya.


Saat ia datang, kebetulan saat jam istirahat, jadi seluruh siswa tengah melakukan aktifitasnya masing-masing begitu juga Elan dan Keysa.


"Lan, bukannya itu nyokap Lo!" ucap Rehan yang tidak sengaja melihat Nadin. Kebetulan Elan dan teman-temannya tengah berada di tengah lapangan, mereka sedang bermain basket karena tadi sebelum istirahat adalah jam olah raga, jadi saat istirahat mereka masih melanjutkan permainannya.


[Ngapai bunda ke sini? batin Elan, ia pun segera melepaskan bola yang ada di tangannya begitu saja.


"Gue udahan dulu ya!" pamit Elan pada teman-temannya.


Elan pun segera berlari menghampiri Nadin yang rupanya juga tengah memperhatikannya.


"Bun, ngapain di sini?" tanya Elan saat sudah berada di depan Nadin.


"Kenapa? Memang nggak boleh? Bunda kan wali murid dari dua siswa di sini, selain itu kamu tahu kan bunda siapa di sini!?"


"Tapi kenapa keliling? Trus pakaian bunda kenapa begini?"


"Terserah bunda dong, lagi pula kenapa dengan pakaian bunda?"


"Itu terlalu pendek bund!" ucap Elan saat melihat jilbab bundanya yang terlalu pendek yang tidak menutup sempurna dada sang bunda hingga menampakkan sedikit lekukan di sana. Elan pun mengedarkan pandangannya, ia teringat dengan jaketnya yang ia letakkan di kursi tepi lapangan.


"Tunggu Bun, jangan kemana-mana!" ucap Elan, ia pun segera berlari mengambil jaketnya dan tidak lama kembali lagi, kemudian memakaikan jaket itu pada bundanya,


"Nah gini lebih baik Bun!"


"Masak bunda pakek jaket kamu sih!?"


"Nggak pa pa Bun, yang penting aman!"


"Baiklah terserah kamu deh, bunda mau keliling lagi!" ucap Nadin, ia pun memilih meninggalkan sang putra dan memilih melanjutkan perjalanannya.


Perjalanan Nadin akhrinya sampai juga di samping taman, dan kini ia bisa melihat Keysa, ia segera melambaikan tangannya Keysa.

__ADS_1


"Bunda!?" gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh orang yang duduk di depannya.


"Siapa Key?"


"Itu_!" ucapan Keysa belum selesai tapi Nadin sudah lebih dulu mendekati mereka.


"Hai sayang!" sapa Nadin.


"Bunda ngapain di sini?" tanya Keysa tampan tidak begitu nyaman dengan keadaan itu.


"Bunda hanya keliling sekolah kok!" ucap Nadin,


"Bentar ya Kia, aku bicara sama bunda dulu!" ucap Keysa berpamitan pada Kia yang duduk di depannya. Membuat Nadin tahu kalau yang tengah duduk bersama putrinya adalah Kia yang dimaksud sahabatnya.


Keysa segera mengajak Nadin agak menjauh,


"Bund, bagaimana kalau satu sekolah tahu kalau bunda itu bundanya Keysa, ketua yayasan sekolah!"


"Nggak akan sayang, kamu lihat sendiri kan penampilan bunda. Nggak akan ada yang ngira kalau ini ketua yayasan!"


Keysa pun memperhatikan sekali lagi penampilan bundanya, seperti ada yang aneh dan akhrinya Keysa tahu apa yang aneh.


"Kenapa pakek jaketnya Abang sih bund?"


"Nggak tahu, tadi suruh pakek. Memang baju bunda terlalu ketat ya?" tanya Nadin memastikan dan Keysa pun menyibakkan sedikit jaketnya.


"Pantes aja!?"


"Kenapa? Ketat ya?"


Nadin pun kembali melirik pada Kia yang masih duduk di tempatnya,


"Kenalin bunda sama temen kamu dong Key!"


Keysa pun menoleh pada Kia, ia tidak pernah terganggu dengan keberadaan Kia membuatnya yakin jika Kia pun tidak akan kepo dengan siapa bundanya,


"Baiklah bund, ayo!"


Keysa pun mengajak bundanya kembali mendekati Kia,


"Kia, kenalin ini bunda aku!"


Kia pun segera berdiri dari duduknya, gadis berhijab yang begitu cantik,


"Hai Tante, aku Kiandra. Biasa temen-temen panggilnya Kia!"


"Hai Kia, aku Nadin. Bundanya Keysa dan _!" belum sampai Nadin mengatakannya Keysa langsung memberi kode pada Nadin dengan menggelengkan kepalanya.


"Dan abangnya Key! Siapa nama lengkap kamu?"


"Kiandra Alexandra Tante!"


Dia benar ..., wajahnya begitu mirip dengan Aisyah ..., batin Nadin. Ia benar-benar tidak menyangka akan di pertemukan dengan anak itu lagi. Yang membuatnya semakin tidak menyangka, nyatanya kedua anaknya dekat dengan gadis itu.

__ADS_1


"Nama kamu bagus!"


"Terimakasih, nama Tante juga!"


"Baiklah, kalian lanjutkan ngobrolnya. Bunda mau keliling lagi. ayah juga sudah nungguin di depan!"


"Iya bund, bye bund!"


Akhrinya Nadin meninggalkan mereka berdua juga. Tapi sama seperti Keysa, Kia pun gagal fokus dengan jaket yang di kenakan bunda Nadin.


"Key, kayaknya jaket itu sama kayak jaketnya _!"


"Si Elan ya,?" dengan cepat Keysa memotong ucapan Kia.


"Iya!"


"Hanya kebetulan aja itu. Bunda emang suka jaket-jaket kayak gitu!"


"Bunda kamu keren juga ya!"


"Ya begitulah!"


Akhirnya Keysa bisa bernafas lega karena Kiandra mempercayai ucapannya.


Kini Nadin sudah sampai di depan sekolah, dan benar saja mobil Rendi sudah terparkir di sana,


"Kenapa lama sekali?" tanya Rendi yang sudah berdiri sambil bersandar di samping mobil, kaca mata hitam bertengger di hidungnya, sambil melipat kedua lengannya di depan dada.


"Cuma telat sebentar!" ucap Nadin tanpa rasa bersalah dan Rendi pun melihat jam yang melingkar di tangannya,


"alima belas menit!"


"Iya kan, cuma lima belas menit! Sekarang aku boleh masuk kan?" tanya saat sang suami masih tetap berdiri menutupi pintu mobil. Dan hal itu berhasil membuat Rendi menggeser tubuhnya.


Nadin pun segera masuk ke dalam mobil dan di susul oleh Rendi.


"Kenapa pakek jaketnya Elan?" tanya Rendi saat hendak menghidupkan mesin mobil.


"Nggak tahu Elan, tiba-tiba aku suruh pakek tadi!" ucap Nadin sambil melepaskan jaketnya karena merasa gerah.


"Elan benar!"


"Apanya?" tanya Nadin.


"Jilbabnya kurang panjang, lain kali nggak usah pergi kalau pakek jilbab yang hanya segitu!"


Ya ampun suami sama anak sama-sama posesifnya ....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2