Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 58


__ADS_3

Akhirnya dengan kedatangan Rendi di antara mereka, berhasil merubah keputusan Kia.


Semua orang pun kembali masuk ke dalam masjid begitu juga dnwg Rendi dan dokter Frans.


Elan dan kiandra pun duduk berdampingan di depan penghulu.


Ini untuk pertama kalinya alex dan Rendi berada dalam satu waktu yang sama dan mengesampingkan egonya masing-masing.


Ijab Qabul berjalan dengan lancar dan hikmat, meskipun sederhana tapi cukup berkesan bagi semua yang hadir.


Elan masih terlihat begitu canggung saat harus bersalaman dengan sang ayah, ternyata tujuh tahun ini berhasil meregangkan hubungan mereka. Hubungan gang dulu hangat menjadi begitu dingin.


Setelah acara selesai, Rendi dan Nadin segera pergi dengan satu mobil, sedangkan Dini, Ajun dan dokter Frans memilih pergi belakangan.


"Kenapa senyum-senyum sendiri begitu, ada yang aneh?" tanya Rendi sambil fokus mengemudikan mobilnya.


"Boleh nggak Nadin bilang sesuatu?" tanya Nadin dengan senyum termanisnya.


"Memang perlu tanya?"


"Enggak sih!" jawab Nadin sambil menggelengkan kepalanya, "Mau boleh apa enggak, Nadin tetep mau ngomong. Kalau_, kalau_!"


"Kalau apa?"


"Kalau_, kalau Nadin sangat mencintai mas Rendi!"


Ckiikkkkkkkkk


Segera Rendi menghentikan mobilnya dengan mendadak dan menoleh pada sang istri.


"Kamu serius?" tanyanya dan Nadin menganggukkan kepalanya. Ternyata benar apa yang di katakan dokter Frans, sepertinya selama ini ia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri hingga ia lupa jika ia bahkan sudah tidak pernah mendengarkan kata cinta itu dari sang istri,

__ADS_1


Lama sekali hingga ia begitu merindukan kata sakral itu keluar dari bibir sang istri.


"Baiklah, kalau gitu ini perlu di rayakan!" ucap Rendi sambil kembali melajukan mobilnya, segera ia mengenakan aerophone nya dan menghubungi seseorang.


"Hallo,"


"...."


"Segera siapkan tiket ke Jogja."


"..."


"Dua orang!"


Rendi kembali menutup sambungan telponnya, Nadin masih tercengang menatap suaminya,


"Ngapain mas kita ke Jogja?" tanya Nadin.


"Bulan madu sayang, siapa tahu Elan dan Keysa bisa punya dedek baru." ucap Rendi sambil mengeringkan matanya.


"Loh, loh ..., kok kesini? Kita nggak pulang dulu?" tanya Nadin lagi saat jalan yang mereka lalui berbeda dengan jalan pulang.


"Kata istri dari seorang pria yang dingin dan keras kelapa, menunda hal baik itu bukan sesuatu yang baik. Jadi sebaiknya kita tidak menunda hal baik itu!"


Nadin hanya bisa tersenyum dan pipi yang bersemu merah, dan memilih mengalihkan tatapannya ke arah luar untuk menutupi wajahnya.


Ini siapa yang pengantin baru siapa yang honeymoon ....


Di tempat lain, setelah pulang ke rumah orang tua Kia. Elan pun meminta ijin pada orang tua Kia untuk membawanya pulang ke apartemen miliknya.


"Titip Kia ya, Elan!" ucap Alex sambil menepuk bahu Elan.

__ADS_1


"Iya_, Daddy!"


Mendengar panggilan Elan padanya membuat Alex tercengang, ia tidak menyangka Elan masih mengingat panggilan sayangnya terhadap dirinya,


"Kamu memangil ku apa tadi?" Alex sengaja meminta Elan untuk mengulanginya sekali lagi.


"Daddy!"


"Ya Allah, Daddy nggak nyangka kamu masih mengingatnya!" ucap Alex sambil menarik menantunya ke dalam pelukannya. "Terimakasih!"


"Terimakasih dad, sudah mengahdirkan kia dalam hidup Elan!" bisik Elan.


Pelukan mereka segera berakhir saat Aisyah dan Kia menghampiri mereka.


"Ini ada apa ya?" tanya Aisyah sambil membantu putrinya membawakan tas.


"Ada deh, urusan laki-laki!" jawab Alex sambil tersenyum.


"Baiklah mama nggak mau nahan nahan lagi, tapi ingat sering-sering berkunjung ke sini, mengerti!"


"Baik ma,!" jawab Elan dan Kia bersamaan.


Akhirnya mereka benar-benar meninggalkan rumah Alex.


Elan membantu Kia untuk memasukkan tasnya ke dalam bagasi mobil sembari Kia berpamitan kepada kedua orang tuanya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2