Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 20


__ADS_3

Guru BP yang bernama pak Danu itu pun melakukan seperti apa yang di rencanakan Keysa. Ia mendatangi kelas Elan dan Kiandra.


"Selamat lagi Bu, maaf menggangu waktunya!"


"Selamat pagi pak!" sahut guru Kimia, "Ada yang bisa saya bantu pak?"


"Saya boleh pinjam Kiandra nya sebentar?" tanya Pak Danu.


"Silahkan pak!" ibu guru kimia pun mencari keberadaan kia, "Kia, bisa keluar sebentar dengan pak Danu?"


Kia yang memang sudah selesai mengerjakan ulangannya pun berdiri, "Baik Bu!" tidak lupa ia membawa sekalian lembar jawabannya.


"Ini Bu!"


"Kamu sudah selesai?" tanya Bu guru terlihat cukup terkejut, karena baru sekitar lima belas menit ia menyerahkan lembar soalnya dan Kiandra sudah mengumpulkannya.


"Sudah Bu!"


"Baiklah, kamu boleh keluar!"


Kiandra pun akhrinya keluar dengan pak Danu,


"Maaf ya menggangu waktu kamu sebentar!" ucap pak Danu saat sudah berada di depan kelas.


"Nggak pa pa pak, ad apa ya? Apa Kia melakukan kesalahan?" tanya Kiandra cemas, hanya ada dua kemungkinan jika guru BP mendatangi siswanya. Yang pertama karena ia melakukan kesalahan dan yang kedua mungkin ada berita yang kurang mengenakan dari keluarga.


"Tidak, jadi sebenarnya gini loh. Kamu kenal Elan kan?"


"Enak anak bandel itu pak? Ada apa?"


"Gini, kamu nggak mau kan nanti saat kelulusan salah satu teman sekelas kamu ada yang tidak lulus?"


"Iya, tapi apa hubungannya dengan saya pak?"


"Jadi bapak punya rencana. Bagaimana kalau kamu yang jadi mentornya? Nggak lama kok paling cuma dua atau tiga bulan!"


"Tapi pak_!"


"Jangan khawatir kalau masalah uang, nanti bisa bapak bicarakan dengan orang tua Elan. Kamu tahu kan ibunya Elan pemegang yayasan sekolah ini!?"


Ini pemaksaan namanya ...., batin Kiandra kesal.


"Bagaimana? Setuju kan?"


"Baik pak!"


Apa boleh buat ....


"Bagus, bapak akan bicarakan sama orang tua Elan. Kamu boleh kembali sekarang!"


"Baik pak!"


‘Dia benar-benar menguji kesabaranku!’ ucap Kiandra kesal saat pak Danu sudah meninggalkannya. "Awas aja kalau dia membuat masalah denganku!"


flashback off

__ADS_1


“Terimakasih pa katas bantuanya, saya siap untuk mulai pelajarannya kapan saja!” ucap Elan yang sudah berpindah ke ruang BP.


“Itu memang sudah tugas bapak. Tapi bukan hanya sama bapak kamu harusnya berterimakasih!"


"Maksud bapak?"


"Keysa, adik kamu."


Ohhh jadi nih kerjaannya , baguslah ....


" Kamu tuh beruntung punya adik yang perhatian sama kamu seperti itu, dia Sampek rela mohon sama bapak buat membujuk Kiandra jadi mentor kamu agar kamu bisa dapat nilai bagus!" ucap pak Danu lagi panjang lebar.


"Pasti pak, saya pasti berterimakasih sama dia!"


"Untuk selanjutnya, nanti bisa kalian atur jadwalnya berdua, tidak harus selalu di sekolah! Kalian bisa bertemu di rumah juga!” ucap pak Danu lagi.


“Itu jauh lebih baik pak, terimakasih banyak pak atas bantuannya, kalau begitu saya permisi!”


Elan pun segera keluar dari ruang BP, tepat saat itu ia melihat Keysa yang tenga berjalan menuju kantin. Dengan cepat ia berlari mengejarnya.


"Key, Key tunggu!" teriak Elan membuat Keysa mendengus kesal.


"Apaan sih Lan, jangan panggil- panggil kalau di sekolah. gue nggak mau ya kalau gue sampek di keroyok para fans berat Lo itu!"


"Ya elaah, sinis bener. Gue cuma mau ngucapin terimakasih salam Lo karena Lo sudah membujuk Kiandra!"


"Jadi dia setuju?"


"Jadi Lo belum tahu?" tanya Elan balik.


"Baguslah, jadi Lo gue kasih kehormatan buat ngucapin selamat pertama kali karena mulai hari ini gue bakal jadi murid terbaik Kiandra, yang cantik!" ucap Elan sambil meregangkan tangannya siap menerima pelukan dari sang adik.


Keysa malah mengerutkan keningnya tidak percaya dengan tingkah bodoh sang kakak,


"Gila Lo ya!" ucapnya sambil berlalu meninggalkan sang kakak.


"Hey, Key ..., kok pergi sih. Lo nggak mau ngasih selamat?" teriak Elan tapi Keysa tampak tidak peduli.


***


Pulang sekolah ini Elan tampak begitu bersemangat, ia berjalan cepat mengejar Damar yang sudah berjalan di depannya. Dnagn cepat juga ia menyambar kunci motor Damar yang menggantung di tangannya.


“Gue bawa ya motor lo!” ucap Elan setelah kunci motor itu berpindah ke tangannya.


“Kok bisa, lo mau ke mana?” tanya Damar sambil berteriak karena Elan sudah jauh di depannya, sekarang ia hanya bisa melongo saat kunci motornya di ambil oleh Elan, “Gue pulangnya gimana?” tanyanya lagi.


“Lo loncat pagar juga udah sampai asrama!” ucap Elan sambil terus berjalan cepat meskipun Damar mengejarnya.


“Emang mobil lo kemana?” tanya Damar lagi saat jarak mereka sudah kembali dekat.


“Disita bokap!” teriak Elan sambil berlari, Damar hanya bisa menatap pasrah , mau bagaimana lagi memang seperti sahabatnya.


Elan yang sudah menaiki motor Damar segera mendekati Kiandra yang sedang menunggu jemputan di pinggir jalan.


“Selamat siang guru privat ku yang cantik!”

__ADS_1


astaghfirullah, kenapa dia selalu nongol sih, bikin kesel aja ....


“Elan???” Kiandra seperti mendapat kesialan setiap kali bertemu dengan Elan. "Kamu ngapain di sini?"


"Mau nganter kamu pulang, sekalian kita bisa membahas tentang jadwal belajar kita, bagaimana?"


"Ogah!"


"Harus dong, kalau enggak. Aku bisa aduin sama pak Danu kalau kamu nggak mau jadi guru privat aku, bagaimana?"


Hehhhh, kesel banget ....


Tin tin tin


Alhamdulillah papa ...., Kiandra begitu lega saat mobil papanya datang. Kebetulan sekali hari mamanya tengah ada acara di pesantren Arsy jadi papanya yang harus jemput.


Mobil yang baru saja membunyikan klakson akhirnya berhenti di samping mereka, dan kaca depan mobil itu pun terbuka.


Kiandra pun langsung menghampiri mobil itu dan mencium punggung tangan pria yang ada di dalamnya,


"Masuk sayang!"


Seperti yang di minta sang papa, Kiandra pun langsung masuk melalui pintu samping.


Alex yang tetap duduk di dalam mobil tertarik untuk memperhatikan anak laki-laki yang bersama sang putri,


Siapa anak itu? Kenapa wajahnya tidak begitu asing? batin Alex sambil terus memperhatikan Elan, ternyata Elan pun melakukan hal yang sama.


"Pa, ayo!?" suara kiandra segera menyadarkan.


"Iya!" Alex pun segera melajukan mobilnya kembali meninggalkan Elan yang tetap di tempatnya.


Elan menatap mobil itu hingga menghilang bersama mobil-mobil yang lain.


"Ngapain masih di sini?" pertanyaan itu segera menyadarkan Elan. Ternyata Damar sudah berdiri di samping motornya.


Elan pun memilih untuk turun dari motor dan berlalu begitu saja,


"Ini motornya gimana?" tanya Damar .


"Jual aja!" jawab Elan tanpa berniat berbalik menatap Damar.


Damar yang masih berdiri di samping motorny yang di tinggalkan oleh Elan malah terlihat bingung sendiri,


"Ini kan motor gue, kenapa Elan yang suruh jual? Ada-ada aja emang tuh anak!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2