
"Kamu yakin nggak tinggal di sini saja, sayang? Bunda kesepian nggak ada kalian!"
"Elan punya apartemen bunda, lagi pula menurut Elan ini yang terbaik!"
"Baiklah, bunda memang nggak bisa maksa kamu tapi bunda mohon buka hati kamu buat ayah kamu ya. Ayah kamu hanya ingin yang terbaik buat kamu!"
Mendengar permintaan budnanya, Elan hanya tersenyum,
"Elan pergi bunda!"
Akhrinya Elan benar-benar meninggalkan rumah yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama delapan belas tahun lalu.
Seperti sengaja menutup kenangan masalalu yang pahit, Elan memilih pergi.
Akhrinya ia sampai juga di apartemen barunya, apartemen mewah milikny sendiri.
"Kamu boleh pergi sekarang, I want to take a rest!" ucapnya pada Gama tapi Gama terlihat ragu untuk segera meninggalkannya.
"Ada apa lagi?" tanya Elan sambil mengerutkan keningny hingga membuat alis tebalnya terangkat,
"Besok ada undangan reuni untuk tuan, apa tuan ingin ikut?" tanya Gama ragu, sudah tujuh tahun dan Elan salalu menolak undangan itu meskipun undanganya selalu datang.
Elan menoleh pada Gama, dan ingin mendengarkan kelanjutannya,
"Reuni SMA tuan, angkatan tuan dan nona Keysa!"
Bukankah ini kesempatan bagus? batin Elan sambil tersenyum tipis nyaris tidak terlihat.
"Kapan?"
"Besok!"
"Atur jadwalnya dan siapkan baju yang pas untuk acara itu!"
__ADS_1
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi. Saya akan datang lagi besok jam tujuh!"
"Iya. Dan satu lagi!" ucap Elan sebelum Gama benar-benar pergi.
"Iya?"
"Minta orang untuk mencari keberadaan Kiandra, semua tentang dia."
"Baik tuan!"
Elan memutuskan untuk kembali ke Jakarta, ia ingin mencari seseorang dan berharap posisinya masih sama.
Elan meminta orang untuk melacak keberadaan Kiandra. Ternyata kiandra bekerja di perusahaan yang hampir gulung tikar.
Aku harap posisiku masih sama di hati kamu Kia ...
***
"Yakin Elan kembali?" tampak dua pria tengah duduk santai di kafe langganannya.
"Jangan dulu Re, takutnya Elan pulang-pulang udah bawa gebetan. Kan kasihan Kia nya!"
"Iya sih Mar, oh iya besok kan ada reuni, siapa tahu Elan datang!"
"Bagus deh kalau datang." ucap Damar sambil meneguk minumannya, tapi segera ia letakkan begitu melihat kedatang seseorang, "Hussstttt diam, jangan menyebut-nyebut nama Elan lagi, Kia datang!"
Rehan dan Damar segera tersenyum menyambut kedatangan seorang wanita yang masih mengenakan baju kerjanya. Wajahnya hmjuga tampak lelah,
"Hai semua!" sapa wanita itu lalu duduk di sofa sambil menyenderkan bahunya.
"Lelah banget, ngapain aja di kantor?" tanya Rehan.
"Main Re!" jawab Kia dengan kesal, "Ya kerja, beberapa hari ini pekerjaan banyak banget, nggak tahu padahal perusahaan lagi oleng eh pekerjaan malah numpuk!"
__ADS_1
"Mau gulung tikar maksudnya?" tanya Damar memastikan.
"Iya sih desas-desus yang aku dengar dari karyawan lain."
"Lagian Lo juga sih Kia, bapak Lo punya perusahaan, malah milih kerja di tempat lain." ucap Rehan.
"Sama kan kayak kamu, bapakmu perusahaannya lebih besar dari papa aku, trus ngapain mau capek-capek kerja jadi buka kafe gini, mana sepi lagi!"
"Ya ilah, jangan hina ya. Gini-gini karyawanku semua dapat gaji UMR ya!"
"Dari bapak kamu!" ucap Damar menyahut dan langsung di sambut tawa ketiganya.
"Besok reuni, ikutan kan?" tanya Rehan pada Kiandra setelah mereka berhenti tertawa.
"Nggak tahu deh!" ucap Kiandra.
"Kenapa?" tanya Rehan, kiandra selama ini tidak pernah absen kalau masalah reuni.
"Sudah malam, aku pulang dulu ya." ucap Kiandra sambil berdiri dari duduknya.
"Aku antar ya!" tawar Damar.
"Nggak perlu, aku bawa motor. bye sampi jumpa besok. Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Perusahaan tempat kiandra bekerja memang dekat dengan kafe milik Rehan, jadi tidak heran jika setiap hari sebelum pulang kiandra selalu menyempatkan untuk mampir ke kafe itu. Selain Rehan ia juga akan bertemu dengan Damar karena damar salah satu karyawan di kafe milik Rehan.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...