
"Sama siapa nak?" tanya Alex saat melihat putrinya pulang.
"Dianter Rehan pa!"
"Nggak mampir?"
"Sudah malem katanya, minta maaf tadi bisa mampir, titip salam buat mama sama papa!"
"Waalaikum salam!"
"Ya udah, Kia ke kamar dulu ya pa!"
"Iya sayang, selamat malam!"
"Malam pa!"
Kiandra pun segara masuk ke dalam kamar, ia meletakkan tas kecilnya begitu saja, melepas sepatu dan hijabnya, tanpa berniat untuk menghapus make up-nya ia segera merebahkan tubuhnya.
"Ini sudah yang ke tujuh Elan, apa benar kamu tidak ingin kembali?"
Hehhhh ....
Helaan nafas panjang itu, seakan menganggarkan berapa lelahnya Kiandra menunggu. Dan kini ia sudah berada di titik lelahnya.
"Mungkin sudah cukup Elan, mungkin benar kata mama. Berdamai dengan masa lalu dan memulai Dnegan yang baru akan lebih melegakan! Aku akan memulainya Elan, meski tanpamu. Aku akan selalu berdoa, semoga kamu di sana juga mendapatkan yang terbaik!"
Di tempat lain, rupanya pria yang baru saja merasa parah hari itu tengah berdiri di balkon apartemennya dengan Benyak puntung rokok berserakan di lantai, diantara jatintengaj dan jari telunjuknya juga tengah mengapit puntung rokok yang masih menyala, sesekali terlihat kepulan asap dari bibirnya. Tatapannya menerawang ke langit yang gelap, seperti hatinya kini yang tengah dilanda kegelapan.
"Aku tidak menyangka, begitu cepat kamu melupakan aku Kia!"
"Tapi kenapa harus Rehan? Dia sahabatku!"
***
"Cantik banget anak mama, ada apa nih?" tanya Aisyah saat melihat putrinya tampil dengan riasa tipis, tidak seperti biasanya.
"Nggak pa pa ma, cuma mau tampil beda aja. Gimana ma? Bagus nggak?" tanya Kiandra sambil menunjukkan penampilan barunya pada sang mama.
"Bagus, mama suka! Kamu kelihatan lebih fresh!"
"Beneran kan ma?"
"Iya sayang!"
"Ya udah Ka berangkat dulu ya, udah telat!"
"Nggak sarapan dulu!"
__ADS_1
"Udah bungkus tadi! Assalamualaikum, mama!"
"Waalaikum salam!"
Setelah memeluk dan mencium mamanya, Kia pun segera mengambil helm dan bergegas keluar rumah rapi segera ia menghentikan langkahnya dan tersenyum saat melihat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya,
"Damar!"
Kia pun segera berlari menghampiri mobil itu,
"Kok kamu ke sini?"
"Ayo masuk! Kebetulan aku ada orderan di sekitar sini."
"Seriusan nih!"
"Iya, ayo masuk!" perintah Damar sambil membukanya pintu mobil untuk Kia.
Mobil pun kembali melaju saat Kia sudah masuk,
"Kok beda hari ini?" tanya Damar sambil menatap pantulan Kia dari cermin kecil di depan.
"Bagus nggak?"
"Cantik!"
"Emang biasanya enggak?"
Kia pun kembali mengamati mobil yang di pakai Damar,
"Nih mobil siapa?"
"Mobil bos dong!"
"Baru?"
"Hadiah ulang tahun dari bokapnya!"
"Jadi Rehan ulang tahun?" tanya Kia yang sebenarnya lupa Dnegan hari ulang tahun temannya itu.
"Iya, makanya aku ajak kamu nih. Gimana kalau entar malam kita buat surprise buat dia! Pokoknya kamu ntar tinggal datang aja, biar aku yang urus semuanya, gimana?"
"Siap!"
Akhrinya mereka sampai juga di tempat kerja Kia,
"Makasih ya tumpangannya!"
__ADS_1
"Siap bos, jangan lupa entar malam ya!"
"Okey!"
"Ntar aku ser lokasinya!"
"Siiiip!"
Akhrinya mobil Damar pun meninggalkan Kia, tempat kerja Kia dan kafe milik Rehan hanya bersebrangan jalan,
Setelah lulus kuliah Kiandra bekerja di salah satu perusahaan makanan instan yang hampir gulung tikar. Ia hanya karyawan biasa, dan baru bekerja sekitar delapan bulan.
Sebenarnya papanya sudah memintanya untuk membantu sang adik mengelola perusahaan milik papanya tapi Kiandra tidak mau, ia ingin mencari pengalaman baru.
"Pagi semua!" sama Kia pada teman-teman satu devisi dengannya.
"Pagi!" jawab teman-teman Kia.
"Kok lemes banget, ada apa sih?" tanya Kia bingung, ia baru datang tapi tidak ada keceriaan dari teman-temannya seperti biasanya.
Kia pun meletakkan tasnya dan duduk di tempatnya, satu ruangan diisi oleh lima orang, Kia dan teman-temannya berada di divisi pemasaran.
Salah satu teman perempuannya pun mendekat dan duduk di tepi mejanya,
"Seriusan kamu belum tahu?" tanyanya sambil berbisik.
"Apa?"
"Bos mau jual saham!"
"Yang bener, kenapa kok bisa bangkrut?" Kia benar-benar tidak tahu hal itu.
Kemudian temannya yang bertubuh tambun pun ikut nimbrung begitu juga dengan dua teman laki-laki lainnya,
"Kalau yang aku denger sih sebagian modal untuk produksi produk baru hasil pinjaman, tapi ternyata nggak laku!"
"Kalau yang aku denger, anaknya lagi buka cabang, eh tapi malah keseleo!"
"Apanya sih yang keseleo?" tanya Kia tambah bingung.
"Ya utangnya!"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...