Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 69


__ADS_3

"Tujuan ke mana mbak?" tanya sopir taksi begitu taksi mulai berjalan.


"Gini pak, sebenarnya saya nggak tahu daerah B itu mana yang menuju ke perbatasan. Apa bapak tahu?"


"Ohh, iya mbak saya tahu. Tapi tempat itu sepi loh mbak, serius mbaknya mau ke sana?"


"Iya pak, tolong antar ya pak!"


"Baiklah!"


Akhirnya taksi yang di tumpangi Kia melesat menuju ke tempat yang sesuai dengan yang ia dengar kemarin.


Di tempat lain, rapi bertato itu masih berdiam diri di tempatnya. Rasanya enggak untuk beranjak tapi mengingat putrinya, hal itu menjadi dilema.


"Aku harus apa sekarang?" gumamnya bingung hingga piring ruangannya di ketuk membuat lamunannya buyar.


"Masuk!" perintahya.


Seorang pria berjas hitam, berjalan perlahan ke arah Alex. Alex sepertinya menanggap sesuatu dari raut wajah pria itu.


"Ada apa? Apa ada masalah? Apa benar Rendi menuju ke jalur itu?" tanyanya.


"Dari pantauan kami, iya pak! Pak Rendi memang hari ini di jadwalkan akan menghadiri pembangunan jembatan di perbatasan, dan akses terdekat dari tempat pak Rendi adalah jalur B." pria itu terdiam, tapi masih ada yang ingin ia sampainya sepertinya membuat Alex mengerutkan keningnya.


"Ada apa?"


"Sepertinya nona Kia juga tengah melakukan perjalanan ke jalur B, pak!"


"Kia!" sontak Alex terkejut. Ia tidak mau terlalu banyak berpikir. Ia segara memakai jasnya,

__ADS_1


"Segera siapkan mobil, sekalian dengan beberapa orang untuk jaga-jaga, untuk saat ini bawa dua atau tiga orang saja!"


"Baik pak!"


Mereka berjalan dengan terburu-buru memasuki lift.


"Bawa mobil dua!"


"Baik pak!"


Di tempat lain, Rendi tengah bersiap untuk berangkat. Ia sudah menyiapkan semuanya.


Karena Ajun sedang berada di luar kota membuatnya sedikit kerepotan harus mengerjakan semuanya semdiri.


Dengan langkah cepat ia keluar dari kantor.


"Siang! Jika ada yang mencari saya, bilang kalau saya tidak ada!" ucapnya sebelum benar-benar masuk.


"Baik pak!"


Rendi pergi sendiri tanpa membawa sopir. Ia memacu kendaraannya dengan kecepatan lebih karena ia sudah hampir terlambat.


Sejak keluar dari kantor, ia sudah merasa aneh dengan mobil berwarna silver yang ada di belakangnya, tapi ia segera mengabaikannya. Ia tetap melakukan mobilnya.


Akhirnya Kia sampai di jalur B, dan benar saja tempat itu terlihat begitu sepi, bahkan samping-samping tidak ada rumah. Hanya rumput ilalang dan hutan.


Tampan di beberapa sisi hutan ada jurang juga, membayangkan hal itu membuat Kia bergidik ngeri.


"Pak di sini lambat aja ya!" ucap Kia dan sopir taksi pun hanya mengiyakan.

__ADS_1


Baru saja Kia berhenti bicara, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan di ikuti dengan mobil lainnya di belakang.


Itu mobil ayah Rendi ...., batin Kia mengenali mobil yang berada di depan.


Lalu yang di belakang? Atau jangan-jangan mobil yang di belakang tadi mobil si penjahat itu ...., batinnya lagi.


"Pak, pak, kejar mobil itu ya!"


"Mana bisa mbak, tadi jalannya cepet banget!"


"Di usahakan ya pak!"


"Baiklah!"


Sopir taksi itu mengejar sebisanya tapi tetap saja ia tidak bisa. Hingga sebuah mobil memepet jalannya membuat sopir taksi sedikit meminggirkan taksinya.


"Mbak, ada apa sih sebenarnya ini?" tanya sopir taksi yang sudah mulai khawatir.


Kia pun tidak kalah cemasnya, ia khawatir jika yang memepet taksinya adalah salah satu penjahat yang sengaja memperlambat laju mobilnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2