
Kia pun tidak kalah cemasnya, ia khawatir jika yang memepet taksinya adalah salah satu penjahat yang sengaja memperlambat laju mobilnya.
"Kia!" hingga teriakan itu membuatnya membuka matanya, itu suara sang papa.
"Papa!" gumamnya pelan, senyumnya begitu lega, "Itu mama Kia pak!"
Akhrinya sopir taksi menghentikan taksinya.
"Maaf mbak, sepertinya saya sampai sini saja ya, saya takut. Kayaknya ada yang nggak beres. Mbak sama papa mbak saja ya. Nggak bayar juga nggak pa pa!" ucap sopir taksi yang terlihat begitu ketakutan. Ia hanya sopir taksi yang kan bertanggung jawab atas kerusakan taksinya nanti jika terjadi sesuatu.
"Baiklah pak, saya tetep bayar kok pak!" Kia pun mengeluarkan uang sesuai dengan tarif yang di kenakan padanya.
"Makasih ya pak!" ucap Kia begitu turun dari taksi.
Taksi pun berlaku dan Kia dengan cepat menghampiri sang papa,
"Pak, ayah Rendi sudah lewat. Kayaknya ada yang mengejarnya!" ucap Kia dengan cepat pada sang papa.
"Kia ikut mobil anak buah papa, dan balik. Biar papa yang menyusul mereka!" ucap Alex sambil kembali memacu mobilnya tanpa menunggu Kia kembali bicara.
Kia pun terpaksa masuk mobilnya yang belakang.
"Pak, please. Biarkan aku ikut ya, aku khawatir!" ucap Kia saat pria yang duduk di balik kemudi hendak melakukan putar balik.
"Tapi mbak_!"
"Sekali ini saja, aku mohon. Nyawa papa dan ayah saya sedang dalam bahaya sekarang!"
Akhrinya setelah terus membujuk, pria itu pun tidak bisa menolak keinginan kia.
Mobil pun kembali melaju menyusul mobil Rendi dan Alex.
Benar saja, tiba-tiba mobil Rendi di Pepet tepat di tempat yang sangat sepi, tahkan bukan hanya satu mobil yang mengikutinya, terbayang ada mobil yang juga sudah mengahdang mobilnya dagi depan membuat Rendi tidak bisa menggerakkan mobilnya lagi.
__ADS_1
"Sial!" umpatnya sambil membanting stir.
Tidak ada pilihan lain bagi Rendi selain melawan mereka.
"Turun!" teriak orang yang berada di luar mobil dengan pakaian khas preman itu sambil menggedor mobil Rendi.
"Turun!" teriaknya lagi dan Rendi pun membuka pintu mobil dengan santai.
"Kalau berani satu lawan satu, jangan keroyokan!" ucapnya sambil berjalan mencari tempat yang lapang.
Hingga akhirnya mereka terjebak dalam perkelahian yang cukup sengit.
Setalah hampir seperempat jam Rendi melawan mereka sendiri, akhrinya mobil Alex tiba. Ia dnwgan cepat turun bersama anak buahnya dan membantu Rendi.
Rendi tercengang, ia tidak menyangka jika Alex datang.
Apa ini kebetulan ...., batinnya sambil sesekali menangkis serangan lawan.
"Bagaimana kamu bisa di sini?" tanya Rendi.
"Sudah lah, itu di bahas nanti." ucap Alex sambil terus menangkis gerombolan orang yang jumlahnya sekitar lima belas orang.
Sepertinya musuhnya kali ini tahu jika tidak mudah mengalahkan seorang Rendi meskipun dalam keadaan sendiri jika hanya lima atau enam orang saja.
Akhrinya Rendi dan alex kembali menyerang. Ternyata pasukan penyerang itu cukup banyak membuat Alex dan Rendi kerap kewalahan.
Hingga akhrinya mobil yang di tumpangi oleh Kia berhenti tidak jauh dari lokasi perkelahian,
"Mbak kia tetap di sini saja ya!" ucapnya saat melepas sabuk pengamannya, ia tampak khawatir dengan keberadaan Kia saat ini.
"Tapi itu papa sama ayah Rendi kayaknya kewalahan pak, bantuin pak!" ucap Kia dengan sedikit berteriak.
"Baik mbak, tapi Mbak kia harus janji tetap di sini," ucapnya dan Kia pun hanya bisa menganguk pasrah, untuk saat ini ia sungguh tidak bisa memaksa.
__ADS_1
Pria yang bersama Kia pun ikut turun, ia berlari mendekati Rendi dan Alex, serta membantu yang lainnya.
"Syytttt, kenapa dia ke sini!?" keluh Alex kesal membuat Rendi pun ikut melihat ke arah tatapan Alex,
"Ada siapa di sana?" tanya Rendi yang penasaran.
"Tunggu di sini." ucap Alex yang tidak bersedia memberitahu siapa yang ada di dalam mobil itu.
Alex pun berjalan cepat menghampiri pria yang baru turun dari mobil, sedangkan Rendi meskipun dia cukup penasaran tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena beberapa orang tengah mengepungnya, kekuatannya berkurang karena Alex meninggalkannya.
"Kenapa kamu bawa Kia ke sini?" tanya Alex dengan nada kesal,
"Maaf tuan, tapi nona Kia tetap keras kepala." ucap pria itu dengan begitu menyesal.
Melihat kemarahan Alex membuat Rendi penasaran, ia pun berjalan mendekati Alex sambil menangkis serangan orang-orang itu,
"Siapa di sana?" tanyanya sambil menatap ke arah mobil Kia.
"Kia!" jawab Alex.
"Kia di sini?" tanyanya sambil menatap ke arah mobil Kia. "Kenapa bawa-bawa Kia sih!!?" ucap Rendi tidak kalah kesal.
Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah terlanjur. Yang harus mereka lakukan sekarang adalah melindungi kia, jangan sampai para penyerang itu memanfaatkan keberadaan Kia untuk menggertak mereka.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1