
"Ada apa ini sebenarnya?" Alex tampak bingung saat beberapa orang datang ke rumahnya dengan dua mobil yang terparkir di halaman rumahnya.
"Sebaiknya tuan dan nyonya Alex ikut kami saja!" ucap salah satu pria yang sepertinya pemimpin dari tiga orang lainnya.
"Tapi kalian ini siapa?"
"Yang pasti kami tidak bermaksud jahat!"
Alex pun menarik menatap sang istri, ia ingin meminta pendapat sang istri. Jika melihat penampilan orang-orang itu, sepetinya mereka bukan orang jahat, pikir aisyah.
"Baiklah kami ikut, tapi ada syaratnya!"
"Silahkan katakan tuan!"
"Kami akan memakai mobil kami sendiri! Kami akan mengikuti kalian dari belakang!"
Setelah meminta pertimbangan teman-temannya akhirnya mereka setuju.
"Tapi mohon maaf, silahkan pakai ini dulu!" ucap pria tadi sambil menyerahkan beberapa papar bag di tangannya.
"Iya, tapi ini apa?"
"Itu kebaya dan kemeja untuk tuan dan nyonya!"
Alex dan Aisyah kembali saling berpandangan, ia tidak mengerti dengan maksud orang itu.
"Baiklah, tunggu sebentar!"
Akhrinya Alex mengajak Aisyah untuk kembali masuk. Ia memastikan jika di benda-benda tidak ada sesuatu yang berbahaya.
Hingga akhrinya mereka pun memakainya setelah memastikan semuanya aman.
"Ini sebenernya apa sih mas, Aisyah nggak ngerti!"
"Sebaiknya kita ikuti saja mereka, aku sudah menghubungi anak buah Leon agar mengikuti kita dari belakang, jika ada sesuatu yang mencurigakan mereka akan segera bertindak!"
"Aisyah percaya sama mas Alex!"
__ADS_1
Cup
Alex pun meninggalkan kecupan di kening istrinya dan memeluknya,
"Aku tahu!" gumamnya pelan sambil melepaskan pelukannya.
"Sudah siap?"
"Hmmm!" jawab Aisyah sambil mengangukkan kepalanya.
"Kamu kalau kayak gini kayak pas kita nikah dulu!" goda Alex sambil mengamati Aisyah yang tampak anggun dengan kebayanya.
"Apaan sih!"
Akhrinya mereka pun keluar dari kamar, kembali menghampiri orang-orang itu,
"Kita berangkat sekarang?" tanya Alex.
"Silahkan tuan Alex, tuan masuk lebih dulu! Salah satu mobil kami akan mengikuti dari belakang!"
Dan benar saja mobilnya di apit oleh mobil mereka.
Rupanya tujuan mereka adalah sebuah masjid yang ada di kantor catatan agama.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Alex sambil menengadahkan kepalanya menatap gedung besar di hadapannya, ia tahu betul gedung apa itu.
"Nanti biar bos kami yang menjelaskan langsung pada tuan dan nyonya Alex, mari ikuti kami!" ucapnya kemudian berljalan di depan Alex dan Aisyah.
Saat mereka masuk, ia cukup tercengang saat melihat penghulu dan beberapa orang bersamanya, sepertinya itu pemuka agama.
"Ini acara pernikahan siapa?" tanya Aisyah.
"Mas juga nggak tahu!" jawab Alex.
"Silahkan duduk tuan dan nyonya, karena sebentar lagi pengantinya akan tiba." ucap pria itu lagi.
"Tapi ini pernikahan siapa?" tanya Alex yang sudah sangat penasaran.
__ADS_1
"Nanti anda juga tahu, tuan!"
Di tempat lain, rupanya Rendi tahu rencana Elan, ia hendak menentang tapi Elan tidak peduli.
"Elan," teriak seseorang membuat langkah Elan dan kiandra terhenti.
Kiandra cukup tahu siapa yang tengahengejntikan mereka, walaupun belum pernah melihat secara langsung, mamanya pernah menunjkka. foto pria itu saat masih muda dan penampilannya tidak jauh berbeda hanya ada beberapa uban yang menghiasi rambut pria itu dan beberapa kerutan halus di wajahnya.
"Om!" ucap Kiandra tapi Elan segera menyembunyikan Kia di belakang tubuhnya.
"Ada apa ayah ke sini?" tanya Elan dengan wajah dinginnya.
"Ayah sudah tahu apa yang akan kamu lakukan. Ayah harap kamu tidak akan melakukan kegilaan ini!"
"Anda salah, justru ini seharusnya sudah Elan lakukan sejak dulu agar anda tidak lagi terjebak dalam hubungan dendam masa lalu anda dengan papanya Kia!"
"Kamu keras kepala!"
"Bukan Elan yang keras kepala, tapi anda, ayah! Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, Elan permisi!" ucap Elan sambil meminta Kia untuk masuk terlebih dulu kedalam mobil.
"Elan, ayah tidak akan pernah merestuinya!"
Elan yang hendak masuk terpaksa mengurungkan niatnya, ia kembali menoleh pada sang ayah,
"Anda pikir akan berpengaruh sama saya?" tanya Elan dan Elan menggelengkan kepalanya, "Enggak! Terserah apa kata anda, yang jelas apapun yang Elan lakukan tidak butuh persetujuan dari anda! Permisi!"
Elan pun akhrinya benar-benar masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Rendi yang masih berdiri di tempatnya. Ia benar-benar telah kehilangan putranya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig@ tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1