Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 36


__ADS_3

Sudah jam setengah sepuluh malam, Elan sebenarnya ingin segera pulang ia tidak tidak mau kesempatan untuk bisa belajar bersama dengan kiandra di cabut oleh ayah nya. Meskipun ia sudah sempat berpamitan dengan bundanya jika ia akan pulang telat karena banyak tugas.


Agar mempersingkat waktu, Elan sengaja mencari jalan tikus. Ia melewati jalan yang tidak biasa ia lewati. Jalan ini lumayan sepi karena berada di daerah pergudangan. dan lahan kosong.


"Siaal pakek habis lagi bensinnya!" gerutu Elan saat tiba-tiba motornya mati di tengah jalan, sepertinya ia lupa mengisi bensin beberapa hari ini.


Sebenarnya jika ia mau, ia tidak perlu susah-susah mendorong motornya untuk mencari penjual bensin, ia cukup menelpon salah satu pengawal ayahnya untuk menjemput dan membawakan bensin. Tapi ia tidak melakukan hal itu, kebiasaan hidup sederhana sudah melekat padanya sedari kecil, bundanya yang mengajarkan hal itu.


Elan harus mendorong motornya hingga beberapa meter, akhirnya ada sebuah gubuk, sepertinya tempat tambal ban yang sudah mau tutup.


"Mas, tunggu mas!?" ucap Elan membuat pria yang tengah menutup bengkelnya itu menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Elan.


"Maaf dek, sudah nggak terima tambal ban, sudah malam soalnya!"


"Bukan mas, ini sebenarnya saya kehabisan bensin. Mas tahu nggak di sekitar sini yang jual bensin?"


"Wahhhhh, jauh banget dek. Di sini nggak ada warung soalnya, kalau mau ngisi masih harus ke pon yang ada di ujung sana!"


Itu jauh banget ...., Elan sudah bisa membayangkan sejauh apa.


"Gini aja deh dek, bentar ya biar saya ambilkan dari motor saya saja, kebetulan tadi habis ngisi bensin!"

__ADS_1


"Terimakasih banyak mas!" Elan benar-benar bersyukur karena bertemu dengan orang baik, ia pun segera membantu pria itu mengambil bensin dari tangki motor pria itu dengan slang kecil hingga satu botol penuh.


Setelah memasukkan bensin itu ke tangki motornya, Elan pun mengambil selembar uang lima puluh ribu, uang sakunya hari ini yang kebetulan belum ia belanjakan.


"Ini mas, hanya sebagian ucapan terimakasih!"


"Ngga perlu dek, kamu bawa saja. Saya ikhlas!"


"Saya juga iklas mas!"


"Saya juga, ya sudah saya pulang dulu. Hati-hati di jalan cepat pulang, di sini rawan kejahatan!"


Elan pun tersenyum, "Ketemu orang baik lagi!" gumamnya sambil menyaksikan kembali uangnya.


Baru saja hendak memakai helmnya, ia melihat sebuah mobil yang cukup familiar melintas di depannya, tapi yang aneh mobil itu tengah di kelilingi empat motor yang di kendarai pria-pria yang berboncengan sambil membawa balok kayu, sepertinya orang-orang itu hendak menyerah pemilik mobil.


"Bukannya itu mobil bokap Kiandra?" gumam Elan.


"Berhenti Lo, atau kami hancurkan mobil mu!" sayup-sayup masih terdengar teriakan mereka.


"Iya benar, itu bokap Kia!?"

__ADS_1


Dengan cepat Elan memakai helmnya, tidak lupa ia mengambil balok kayu yang ada di depan bengkel itu.


Ia pun segara menghidupkan mesin motornya, menarik pedal gas dan mengejar mereka.


"Heeee berhenti kalian, jangan beraninya main keroyokan!" teriak nya, membuat para pria itu terpancing menoleh padanya.


Dengan hanya satu tangan ia mengendalikan motornya, sedangkan tangan yang satunya dengan begitu lincah ia gunakan untuk memukul satu per satu pemotor itu.


Alex yang berada dalam mobil cukup terkejut melihat kedatangan Elan,


"Anak itu, kenapa dia bisa ada di sini!?" gumamnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2