
Satu bulan kemudian
Setelah bekerja keras, akhrinya membuahkan hasil. Perusahaan mengalami kenaikan secara signifikan.
Elan dan Kia juga kerap menginap di rumah orang tua Kia, tapi Elan masih enggan saat Kia mengajaknya menginap di rumah orang tua Elan.
Meskipun begitu, ia sering bertemu dengan Nadin dan Dini, dan sesekali Nadin juga mengundang kia ke rumah untuk masak bersama meskipun saat bertemu dengan Rendi, respon ayah mertuanya itu masih dingin tapi kia tetap pantang menyerah.
"Mau ke mana?" tanya Ria saat berpapasan dengan Kia di lorong.
"Nih mau menyerahkan berkas ke ruangan pak Elan!" ucap Kia sambil menunjukkan berkas di tangannya.
"Kok pak Gama sama pak Edo selalu meminta kamu sih yang kasih ke pak Elan?"
"Ya nggak tahu. Tanya aja sama orangnya langsung!" ucap Kia dengan santai, sebenarnya ia hanya ingin menghindari pertanyaan-pertanyaannya dari Ria. "Udah ya aku buru-buru!"
Kia pun segera berlalu dari hadapan Ria.
Tok tok tok
Kia segera mengetuk pintu, dan dapat sahutan dari dalam. Kia sebagai membuka pintu, terlihat Elan tengah sibuk.
"Aku duduk nggak pa pa ya!" ucap Kia sambil meletakkan berkas itu di atas meja.
"Duduklah!" ucap Elan, tapi tidak seperti biasanya. Kini bahkan perhatiannya sama sekali tidak beralih dari berkas-berkas di depannya. Biasanya Elan akan selalu menyambut kedatanganya dengan senyum tapi dia malah tampak cuek.
"Sibuk banget ya? Ada masalah?" tanya Kia curiga.
Mendengar pertanyaan itu, Elan pun sadar sudah mengabaikan istrinya itu, ia pun segera menutup berkas-berkas itu dan menatap sang istri,
"Sudah makan siang belum? Makan siang yukk?"
"Sekarang?"
__ADS_1
"Biasanya sih lalai makan siang emang siang-siang, kalau malam-malam namanya makan malam!"
"Elan..., aku serius!" ucap Kia gemas pada sang suami.
"Gama sudah menyiapkan mobil,"
"Tapi nggak bisa kan berangkat barengan, nanti gimana kata karyawan!"
"Kenapa mikirin mereka!?" ucap Elan sambil berdiri dari tempatnya, ia meraih jasnya yang menggantung di sandaran kursi dan mulai memakainya.
"Elannnnn, aku serius!"
Srekkkk
Elan Segeran mencondongkan tubuhnya, meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri tubuh Kia, membuat Kia memundurkan kepalanya hingga membentuk Sandara kursi, wajah Elan begitu dekat dengan wajahnya hingga ia bisa merasakan hembusan nafas Elan.
"Ke ... napa?" tanya Kia dengan suara tercekat di tenggorokan.
"Katakan saja kalau kita ada meeting di luar!" ucap Elan sambil menjauhkan tubuhnya tapi segera menarik tangan Kian hingga tubuh Kia terpental ke dadanya.
Kini mereka berada dalam posisi saling berpelukan,
"Bagaimana?" bisik Elan membuat darah Kia berdesis, tiba-tiba tangannya berkeringat.
"I_, iya!" jawab Kia gugup, berada begitu dekat dengan elan membuatnya kehilangan kedali atas tubuhnya sendiri.
Elan pun kembali mengajukan tubuhnya, tapi Tidka berniat melelaps genggaman tangannya. Ia menarik tangan Kia hendak keluar dari ruangannya
"Elan,"
Panggilan itu berhasil membuat Elan menoleh kembali,
"Ada apa lagi?"
__ADS_1
"Tangannya?" Kia menjukuk pada tangan mereka yang saling bergandengan, "Orang-orang akan curiga jika kita keluar dnwgan bergandengan begini!"
"Istttt!" meskipun berdesis, tapi Elan tetap melepaskan genggaman tangannya.
Mereka pun sampai juga di kafe depan kantor, kafe milik Rehan.
"Mau pesan apa nih nyonya sama tuan Elan yang terhormat?" tanya Damar sambil membawa buku kecil di tangannya.
"Yang paling spesial di sini!" ucap Elan.
"asiap bos!" ucap Damar sambil melakukan hormat.
Tidak berapa lama pesanan mereka pun datang,
"Ada lagi tuan dan nyonya?" tanya Damar lagi.
"Sudah pergi sama, aku mau ngobrol berdua sama istri aku!" usir Ela pada Damar.
"Isttttt, emang kurang sudah sehari semalam berada dalam.satu rumah, sekalian nih kafe di sewa sendiri!" gerutu Damar yang terpaksa mwngrujngkan niatnya untuk ikut bergabung dengan mereka
"Sial Lo, pergi sana!"
Kia hanya bisa tertawa melihat perdebatan dua Sabahat itu, tapi memang inilah yang ia rindukan selama.tujuh tahun ini.
Akhirnya Damar pun meninggalkan mereka. Elan dan Kia pun mulai menyantap makanannya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...