
"Ini ke apartemen siapa ma?" tanya kiandra saat berada di depan sebuah apartemen yang bisa terbilang mewah.
Aisyah baru saja turun dari mobil dan ikut melihat ke arah tatapan Kiandra, ia pun tersenyum dan mengusap kepala Kiandra.
"Nanti Kia juga tahu kalau sudah sampai!" ucapnya kemudian, "Ayo masuk!" ajak ya kemudian.
"Ihhh mama, pakek acara surprise segala!" protes Kia sambil berjalan memasuki gedung apartemen itu.
Aisyah sudah cukup tahu di lantai mana dan nomor berapa ia akan bertamu. Di tangannya kini telah membawa satu kantong buah segar yang sempat ia beli di toko buah tadi sebelum pergi.
Hingga akhrinya mereka sampai juga di depan sebuah pintu, Aisyah pun segera memencet bel berharap di dalam masih sama penghuninya seperti sepuluh tahun lalu.
Ting tong Ting tong
Hingga beberapa kali, barulah terdengar sahutan dari dalam bersamaan bunyi pintu yang dibuka.
Ceklek
Tampak wanita memakai daster tengah terpaku di depan pintu saat melihat kedatangan mereka.
"Aisyah!" teriaknya dnegan heboh kemudian sambil melompat-lompat kecil dan berhambur memeluk Aisyah.
dia temen mama? Beda banget ..., batin kiandra sampai dibuat keheranan. Ia tidak menyangka jika mamanya yang kalem dan anggun bisa punya teman sebarbar itu.
Dan Aisyah hanya terus tersenyum sambil menyambut pelukan wanita itu. Setalah cukup lama akhirnya wanita itu melepaskan pelukannya dan memnggam kedua tangan Aisyah,
"Ini beneran Aisyah kan?" tanyanya untuk memastikan sekali lagi.
"Assalamualaikum, mbak Dini!" ucap Aisyah sambil tersenyum.
"Waalaikum salam," jawabnya, "Ya Allah ini beneran Aisyah!" ia tampak masih tidak percaya,
"Nggak dipersilahkan masuk nih ceritanya?" goda Aisyah.
"Ya Allah sampai lupa, ayo masuk, masuk!" ucap Dini sambil menarik tangan Aisyah, ia sepertinya sampai tidak menyadari keberadaan Kiandra di samping Aisyah.
"Duduk duduk!" perintahnya lagi masih dengan gaya hebohnya.
Dan barulah setelah Aisyah dan Kiandra duduk, Dini menyadari keberadaan Kiandra,
"Ya ampuuuuun!" teriaknya lagi.
__ADS_1
Srekkkkk
Dengan keras ia menarik tubuh Kiandra ke dalam pelukannya,
"Ini pasti Kiandra kan? Maaf ya budhe sampek nggak sadar kalau ada kamu"
"Iya Tante!" jawab Kiandra masih terlalu syok dengan kelakuan bar bar Dini.
"Panggil aja budhe!"
"Iya budhe!"
Dini menakup kedua bahu Kiandra dan menatap wajah cantik Kiandra, "Cantik sekali pantas Elan tidak bisa berpaling dari kamu!"
Kaindra begitu terkejut saat Dini menyebutkan nama Elan,
"Elan?" tanyanya, "Budhe kenal dengan Elan?"
"Hmmm, jadi mama kamu belum cerita?" tanya Dini dan Kiandra menggelengkan kepalanya, "Keterlaluan sekali mama kamu!" keluhnya pada sang keponakan.
"Jadi Elan itu putra sahabat budhe!"
"Tante Nadin?"
Jadi Tante Nadin sama budhe Dini sahabatan ...., batin Kiandra.
"Tunggu sebentar biar budhe ambilkan minum!" ucap Dini begitu teringat jika kedua tamunya belum disuguhi apapun.
"Nggak perlu repot mbak!" tolak Aisyah dengan halus, ia tidak ingin merepotkan sepupunya itu.
"Enggak kok, jangan khawatir!" ucap Dini, ia pun hendak berdiri dari duduknya.Tapi baru saja hendak menegakkan tubuhnya
., Ajun keluar dari kamar,
"Siapa sayang yang datang?" tanya Ajun sebelum menyadari jika tamunya Aisyah.
Tapi rupanya Kiandra lebih dulu menyadarinya,
"Om!"
Tatapan Ajun pun akhirnya terfokus pada Kiandra,
__ADS_1
"Kamu?" Ajun berusaha mengingat-ingat gadis di hadapannya itu, "Kamu yang tadi di sekolah kan?" tanya Ajun kemudian dan Dini pun tidak kalah terkejut,
"Kamu sudah ketemu sama Kiandra, sayang?" tanyanya pada sang suami, Dini pun menarik tangan sang suam ok agar ikut bergabung dengan mereka.
"Tadi tidak sengaja di sekolah!"
"Ohhh!"
Kemudian Ajun kembali teringat dengan nama yang baru saja di sebutkan sang istri dengan nama yang beberapa kali disebut oleh Rendi,
"Jadi kamu yang namanya Kiandra?" tanyanya Dangan wajah khawatir.
"Iya om!" jawab Kiandra.
"Bagaimana aku bisa tidak mengenalinya!" gumam Ajun lirih membuat Dini dan Kiandra mengerutkan keningnya penasaran.
***
"Jadi om Ajun anak buah papanya Elan ya ma?" tanya Kiandra setelah sampai di rumah lagi, pertemuan singkatnya dengan kerabat sang mama membuatnya tahu bagaimana mas lalu keluarganya dengan keluarga Elan
"Iya sayang, budhe dini sama om Ajun ketemunya pas om Ajun waktu itu tugas sebagai pengawal pribadi Tante Nadin pas Tante Nadin hamil Keysa."
"Mama kok bisa tahu semua?"
"Kayaknya memang sudah waktunya kamu tahu sayang. Jadi mama akan cerita!"
"Dulu Tante Nadin sempat tinggal di Surabaya saat mengandung Elan, saat itu mama masih SMA kalau tidak salah. Mbak Nadin, bundanya Elan harus kerja sehingga Elan kerap di tinggalkan sama mama.
Ternyata bunda Nadin bekerja di kantor papa kamu, membuat papa kamu juga begitu menyayangi Elan!"
"Jadi papa_?"
"Ya_, papa kamu begitu menyayangi Elan. Makanya begitu tahu anak yang beberapa bulan ini ia benci ternyata Elan, papa benar-benar merasa bersalah!"
Kasihan papa, pasti papa sangat berada bersalah sekarang ...,batin Kiandra.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...