
Pagi ini Kia sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja, ia tidak mungkin bolos karena Elan juga tidak berada di kantor.
Ia memilih menggunakan taksi online untuk sampai di kantor meskipun bundanya sudah menawarkan untuk di antar oleh sopir.
Sepanjang perjalanan ke kantor, Kia tampak gelisah. Ia masih memikirkan tentang orang yang akan berencana menyerang ayah rendi.
"Aku nggak tahu lagi daerah B itu di mana!" gumamnya pelan sambil memeriksa ponselnya, ia tengah mencari titik lokasi dari ponselnya.
"Kalau kata bunda, ayah mau ke daerah perbatasan, jika benar dugaan Kia berarti kemungkinan jalannya kalau dari rumah hanya ada tiga, berarti salah satu dari itu!" gumamnya lagi.
"Kira-kira papa mau nggak ya nolongin ayah?" tiba-tiba Kia menjadi ragu, ia tahu bagaimana masa lalu mereka hingga membuat hubungannya dengan Elan tertunda beberapa tahun.
Hingga akhrinya spai juga di depan kantor, Kia terpaksa turun meskipun ia masih ingin mengasingkan diri di taksi, jilbabnya yang panjang menjuntai saat Kia membungkukkan badannya hendak keluar setelah menyerahkan sejumlah uang untuk membayar taksi.
"Terimakasih ya pak!"
"Sama-sama neng!"
Taksi meninggalkan halaman gedung perkantoran Kia, barulah kita hendak berbali tapi tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Iya?" Kia kembali berbalik dan terlihat damar berjalan cepat kearahnya.
"Ki, Lo nggak pa pa kan?" tanya Damar kemudian setelah sampai di depan kia.
"Tanyanya kok gitu sih? emang aku kenapa?"
"Khawatir saja, soalnya semenjak nikah sama Elan, jarang muncul sih!"
"Husstttt!" segera Kia menempelkan jari telunjuknya ke bibir, "Pelan-pelan ngomongnya!"
"Ada apa sih?" Damar malah terlihat bingung.
Kia mengedarkan pandangannya, bersyukur karena tidak ada siapapun yang mendengarnya. Meskipun scurity terlihat dekat, ia tengah sibuk ngobrol dengan scurity yang lain hingga tidak memperhatikan kia.
Kia pun segera mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana, kemudian menunjukkannya pada Damar,
Tidak ada yang tahu kalau aku sama Elan udah nikah, jadi please jangan kenceng-kencenh ngomongnya
__ADS_1
"Serius nggak ada yang tahu?"
Kia pun mengangukkan kepalanya.
"Udah ya, entar deh kalau sempet aku mampir, tapi sorry nggak bisa hari-hari ini soalnya pak Elan lagi di luar kota!" ucap Kia sengaja memberi embel-embel pak pada nama Elan agar tidak ada yang curiga, dan Damar pun langsung faham dengan maksud Kia.
"Okey deh, aku balik ke kafe dulu ya, mau buka kafe!"
"Tumben pagi-pagi udah buka?"
"Iya, si bos lagi Nerima orderan pagi-pagi, alhasil pulang pagi balik ke kafe pagi lagi."
"Ya Allah, semangat ya Damar cari cuannya!"
"Semangat juga buat kamu!"
Kia pun melambaikan tangannya saat Damar meninggalkannya.
Tapi baru saja berbalik dan berjalan beberapa langkah tiba-tiba ponselnya berdering, Kia kembali menghentikan langkahnya ia tahu siapa yang tengah melakukan panggilan, ia tidak mungkin menjawabnya di ruang kerjanya.
"Assalamualaikum!" sapa Kia.
"Lagi ngapain?"
"Telpon sama istri tercinta!"
"Aku serius!" Kia pura-pura mengerucutkan bibirnya.
"Aku juga serius sayang!" ucap Elan sambil tersenyum menggoda dengan gayanya yang tengil. "Iya, iya maaf. Aku lagi menuju ke tempat meeting. Gimana kamu sudah sampai di kantor?" tanyanya kemudian.
"Sudah, kamu aku tunjukan?" tanya Kia tapi tanpa perlu menunguunpersetujuan Elan, Kia langsung mengarahkan kameranya ke gedung yang menjadi tempat kerjanya itu.
"Syukurlah. Kata bunda kamu tidak mau di antar sopir, kenapa?"
"Nggak pa pa, Kia nyaman pakek taksi aja! Sudah ya, Kia telat nih!"
"Nggak pa pa, kan nggak takut di pecat! Suami kamu bosnya!"
__ADS_1
"Apaan sih! Aku tutup ya , hati-hati di sana, semangat meetingnya!"
"Iya sayang, Kia ku juga semangat ya kerjanya!"
Setalah mengucap salam, Kia pun segara mematikan sambungan. telponnya, ia sudah terlambat lima menit dan tidak ingin membuat iri teman-temannya yang lain.
Ia pun buru-buru ke ruangannya, seperti biasa, ia akan membaur Dnegan teman satu timnya.
Hingga waktu makan siang tiba, tapi perasaan Kia semakin tidak tenang saja.
"Ki, ngapain sih? Cemas banget wajahnya?" tanya Lia yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
"Serius kelihatan?"
"Ya begitulah! Mikirin apa sih?"
Kia Tidka menjawab, ia tiba-tiba bangun dari duduknya dan mengambil tasnya,
"Mau ke mana?" tanya Lia lagi.
"Aku ada urusan, nggak pa pa ya aku pulang dulu!"
"Iya tapi_!"
"Sorry besok aku ganti lemburnya! Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Kia keluar dari kantor dengan terburu-buru, ia juga menghubungi taksi online untuk menjemputnya.
Bersambung
Maaf ya man teman kalau akhir-akhir ini jarang banget up, soalnya nih mata suka susah kalau di ajak melek, nulis baru beberapa kata sudah ketiduran aja. Kayaknya efek puasa, Alhamdulillah jadi enak tidurnya🤭🤭🤭
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...