Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 49


__ADS_3

Kiandra segera memarkirkan motornya ke dalam garasi, terlihat mobil papanya sudah ada di sana itu tandanya papanya sudah pulang. Segera setelah melepas helmnya segera ia masuk ke dalam rumah,


"Assalamualaikum!" sapanya terlihat seluruh anggota keluarga tengah duduk di ruang keluarga sambil nonton tv.


"Waalaikum salam, baru pulang sayang? Kok malam banget?" tanya mama aisyah. Kiandra segera mencium punggung tangan papa dan mamanya.


"Iya ma, nggak tahu sibuk banget akhir-akhir ini!"


"Pak Kyai nggak sibuk nih, jam segini sudah di rumah?" tanya Kia pada adik laki-lakinya.


"Apaan sih mbak,"


"Kan tumben!"


"Sudah sana mandi trus makan malam, bau acem tahu!" ucap Aisyah sambil menutup hidungnya pura-pura mencium bau yang tidak sedap.


"Ihhhh mama!"


Akhirnya pun akhirnya memilih pergi ke kamarnya. Tapi bukanya mandi, ia memilih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Matanya menatap ke langit-langit kamar, pikirannya kini tengah melayang.


Tujuh tahun sudah Elan,apa kamu benar tidak akan datang ....


Besok adalah reuni SMA nya yang ke tujuh tahun semenjak diadakan reuni. Selam itu Kiandra tidak pernah absen, ia selalu punya harapan besar untuk bisa bertemu dengan elan. Ia ingin tahu bagaimana Elan saat ini setelah tujuh tahun


Apa dia masih mengenaliku? Apa dia masih Elan yang aku kenal?


Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul setiap kali mengingat tentang Elan.


***


Malam ini Kiandra sengaja ijin tidak lembut,


"Berangkatnya sama aku aja Kia!" ucap Rehan sambil menepuk mobilnya.


"Siap!" senyum Kiandra, dia tampak cantik dengan long dress dan jilbab yang senada dengan bajunya,


"Tapi Damar?" tanya Kiandra lagi.

__ADS_1


"Dia sudah berangkat bawa motor, kebetulan beberapa desert nya pesan ke kafe kita!"


"Wahhh bagus dong!"


"Ya iya lah, ayok!"


Akhirnya Kiandra pun masuk ke mobil Rehan.


***


Di tempat lain tampak Elan juga sudah siap dengan kemeja dan jasnya, dia tampak begitu tampan.


"Sudah siap tuan?" tanya Gama dan Elan pun mengangukkan kepalanya. Gama pun membukakan pintu mobil untuk Elan.


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai juga di depan gedung tempat reuni berlangsung.


Hampir saja ia turun tapi tatapannya tiba-tiba fokus pada mobil yang berada tepat di depan mobilnya,


"Tunggu!" cegahnya saat Gama hendak turun membuat Gama menghentikan kegiatannya.


"Ada apa tuan?" tanyanya tapi Elan segera memberi isyarat pad Gama untuk diam.


Sosok wanita berhijab itu, dia datang bersama Rehan. Apalagi terlihat mereka tengah bergandengan tangan memasuki gedung itu.


Apa hubungan mereka?


Elan tanpa sadar mengepalkan tangannya,


"Bagaimana tuan, apa jadi masuk?"


"Lupakan, kita pergi!"


Ternyata rasa cemburunya mampu mengalahkan rasa ingjnnya untuk bertemu dengan Kiandra.


Akhrinya mobil Elan pun kembali meninggalkan tempat itu.


Kiandra menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk, ia kembali menoleh ke belakang tepat saat mobil Elan melintas,

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Rehan.


Kia segera kembali menoleh pada Rehan,


"Nggak pa pa, mungkin aku salah lihat. Masuk yuk!"


Akhrinya mereka pun masuk dan bergabung dengan yang lainnya dan benar saja Damar sudah sibuk dengan karyawan kafe yang lain.


Meskipun beberapa kali anak-anak lain menyapanya dan mengajaknya bercengkrama, tetap saja Kia merasa sepi di tempat yang ramai, merasa sendiri meskipun banyak orang.


Sosok yang seharusnya hari ini datang dan ia sangat harapkan untuk datang, dia sama sekali tidak muncul.


Mungkin benar, jarak sudah memudarkan semuanya. Mungkin setelah ini aku tidak akan berharap lagi padamu, maaf ...


***


"Makasih ya udah anter aku pulang!"


"Sama-sama, nggak usah sungkan. Kayak sama siapa aja, tolong bilangin sama mama kamu ya, maaf nggak bisa mampir soalnya tahu sendiri kan Damar cerewetnya kayak apa!"


"Iya nggak pa pa, nanti aku sampaiin. Hati-hati ya di jalan!"


"Iya, sudah sana masuk!" perintah Rehan sambil mengibaskan tangannya agar Kiandra masuk lebih dulu.


"Baiklah, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Rehan tersenyum sambil menatap kepergian Kiandra,


Seandainya kamu tahu apa isi hatiku, Kia. Seandainya di hati kamu tidak ada Elan apa aku bisa masuk ke hati kamu?


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2