Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 25


__ADS_3

Satu per satu siswa mulai meninggalkan sekolah tidak begitu dengan dua anak yang tengah duduk di atap sekolah. Mereka sengaja mencari tempat yang sepi agar tidak ada yang tahu tentang pertemuan mereka.


"Kita kok kayak buronan aja sih, bisa kan cari tempat yang enak, adem, ini panas, malah milih di atap!" ucap Elan yang terlihat tidak suka karena Kiandra meminta mereka bertemu di atap sekolah padahal kini matahari tengah bersinar cerah.


"Semua ini gara-gara kamu!" ucap Kiandra yang tidak mau kalah, ia terlihat lebih kesal sambil berkacak pinggang, sesekali hijabnya berkibar karena terpaan angin.


"Kiandra Alexandra!" panggil Elan, tapi entah kenapa saat Elan memanggil namanya dengan lengkap menumbuhkan getaran yang tidak bisa.


"Jangan memanggilku seperti itu!?"


"Kenapa? Takut jatuh cinta ya sama aku?" goda Elan.


"Apaan sih, mau di lanjut atau aku pergi!?"


"Iya, iya, gitu aja marah. Ya udah kenapa, maksudku apa alasannya aku yang salah?"


"Ya iya lah, yang pertama gara kamu minta aku buat jadi mentor kamu, dan yang ke dua gara-gara kamu merokok di depan papa aku, memang itu baik."


"Untuk yang pertama itu emang sudah jadi tugas kamu karena kamu anak yang pintar, dan yang kedua mana aku tahu kalau papa kamu juga di sana pas aku merokok!"


"Tapi gara-gara itu, papa aku jadi anti banget sama kamu!"


"Itu hak papa kamu, tapi jangan di hubungin sama rencana kita dong!"


"Pusing ya lama-lama ngadepin kamu!"


"Ya udah, dari pada pusing-pusing, mending cepetan deh di atur jadwal belajarnya kapan." tampak Elan tidak sabar, ia tidak sabar ingin segera belajar dengan Kiandra.


"Baiklah, kalau kayak gini keadaannya, hanya ada satu cara!" sepertinya Kiandra sudah menyiapkan cara terbaik untuk mereka berdua.


"Apa?"


"Kita belajarnya di masjid!" ucap Kiandra dengan begitu yakin. Tapi malah membuat Elan keheranan sekaligus bingung,


"Masjid?"


"Iya,"


"Kenapa masjid? Memang tidak ada tempat lain apa? Kafe misalnya, atau taman?"


"Soalnya papa aku nggak akan curiga kalau aku perginya ke masjid. Jadi setiap ashar kamu harus datang ke masjid Deket rumah aku, sekalian bawa buku,"


Ide bagus ..., kalau gini kan gue jadi tahu rumah dia ..., batin Elan merasa menang.


"Baiklah!"


"Deal kan, ya udah aku nggak bisa lama-lama soalnya papa aku nungguin di bawah!"


"Papa kamu?"

__ADS_1


"Iya!"


"Itu papa kamu apa sopir kamu sih!?"


"Jangan sembarangan ya kalau ngomong! Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Kiandra segera menyambar tasnya kesal, ia tidak suka dengan ucapan Elan, sedangkan Elan hanya bisa menatap kepergian Kiandra dan benar saja saat ia menatap ke bawah terlihat di depan gerbang sekolah, mobil papa Kiandra sudah terparkir di sana.


Dari atas juga ia bisa melihat Kiandra yang sudah menghampiri papanya dan masuk ke dalam mobil.


Entah apa yang ada pada dirimu, hingga aku tidak bisa berpaling darimu ...


***


Di sebuah kafe terlihat Nadin tengah duduk sendiri, ia sepertinya tengah menunggu seseorang.


Dan akhirnya setelah setengah jam, orang yang ia tunggu datang juga,


"Gimana sih, siapa yang ngajak janjian sih, kok aku yang di suruh nunggu!?" keluhnya saat Dini sudah berada di dekatnya.


"Sorry sorry, tadi Kinan tiba-tiba pulang, jadi harus nemenin dia dulu sampek berangkat les!" Dini segera ikut duduk dan menatap ke arah meja,


"Kok cuma satu sih minumannya, aku kan haus!"


"Memang tadi kamu minta di pesenin sekalian?"


"Ya ampun, dihabisin beneran!?"


"Haus banget Nad, di luar panas banget! Pesen lagi ngapa sih, nggak usah pakek ribet!"


"Harusnya kamu yang pesen, sekalian aku di traktir. itung-itung sebagai ganti karena aku udah nunggu lama!"


"Ya ampun,Bu bos perhitungan banget ya!" keluh Dini.


"Itu itung-itungan nanti, sekarang teman lawan temen ya, nggak ada bos-bos an di sini. Jadi sekarang pesenin aku juga, sekalian makanannya aku lapar!"


"Ampun deh, suka banget malak. Pantes nurun di anak kamu!"


"Siapa?"


"Si Elan!"


"Tau dari mana kalau Elan suka malak?"


"Dari Kinan lah, dia suka lihat Elan malakin temennya!"


"Ya Allah, Kinan. Kecil-kecil suka ngadu ya!? Dia masih SMP loh, bahaya tahu kalau suka ngadu gitu!"

__ADS_1


"Mending suka ngadu, dari pada suka malak!"


"Lama-lama kamu bikin kesel ya, ya udah kalau mau ngajak ribut aku pulang nih!?" ancam Nadin dan Dini pun langsung menahannya,


"Ya jangan dong, okey deh kali ini aku yang traktir, tapi enggak ya lain kali!"


"Nah gitu dong! Dari tadi dek!?"


Dengan terpaksa Dini memesan makanan dan minuman untuk mereka.


"Sudah, sekarang mau cerita apa?" tanya Nadin saat sudah menghabiskan makanannya.


"Isstttt, kalau udah kenyang aja ingat!?"


"Ya gimana lagi, kalau perut lapar bikin nggak konsen."


"Elan cerita nggak sama kamu?" tanya Dini kemudian.


"Apa?"


"Soal cewek!"


"Emang Elan sedang dekat sama cewek?"


"Jadi kamu nggak tahu?" tanya Dini lagi, ia merasa beruntung karena Elan lebih dulu cerita padanya.


"Enggak, siapa?"


"Namanya Kia!"


Nadin masih terlihat santai menanggapinya, ia sepertinya tidak begitu mengingat nama itu.


"Kia siapa? banyak banget soalnya cewek yang tiba-tiba ngaku jadi ceweknya Elan,"


"Anak baru, dia pindahan dari Semarang, kelahiran Surabaya, nama panjangnya Kiandra alexandra !"


"Kiandra Alexandra?" barulah setelah menyebutkan nama lengkap Kiandra, sepertinya Nadin baru teringat sesuatu.


"Iya!"


"Bagaimana bisa?" wajah Nadin malah terlihat bingung, antara senang dan juga gundah.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2