Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 51


__ADS_3

"Sekarang bagaimana tuan?" tanya anak sekretaris Gama setelah menyodorkan sebuah map ke arah Elan.


"Terus awasi,"


"Baik tuan!"


Elan pun segera berdiri dari tempat duduknya dan mengambil jas yang menggantung di sandaran kursi putar.


Satu hari di Jakarta sudah cukup baginya untuk membuat kantor baru, lebih tepatnya ia mulai memimpin kantor cabang perusahaannya yang ada di Jakarta.


"Aku mau pergi sebentar, kamu boleh pulang!" ucap Elan sebelum benar-benar meninggalkan ruangannya. Saat ini memang jam kerja sudah selesai dan saatnya para karyawan untuk pulang.


Sengaja, setelah mengetahui Diaman Kiandra bekerja, Elan segera menuju ke tempat kerja Kiandra.


Ia membawa mobilnya sendiri dan pergi ke tempat kerja Kiandra, hanya butuh waktu lima belas menitan untuk sampai di tempat kerja Kiandra.


Senyumnya mengembang begitu melihat sosok wanita yang begitu ia rindukan itu keluar dari dalam gedung bersama beberapa karyawan lainnya.


Kia ....,


Sekali lagi, saat Elan hendak turun dari mobilnya, tiba-tiba sebuah mobil sudah lebih dulu menghampiri Kiandra dan berhenti tepat di depan kiandra.


Damar ....


Elan pun mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil, ia lebih tertarik untuk mengamati mereka dari dalam mobilnya.


"Gimana, sudah siap?" tanya pria yang bahkan tidak turun dari mobil itu.


"Siap dong!" jawab Kia dengan senyumnya yang begitu Elan rindukan, di tangan Kia ada sebungkus kado.


Kia pun akhirnya masuk ke dalam mobil itu dan selang beberapa detik mobil itu pun berlalu meninggalkan Elan.


"Jadi mereka mau merayakan ulang tahun Rehan!?" gumamnya lirih dengan tangan yang mengepal sempurna, "Apa benar mereka ada hubungan spesial?"


Elan pun kembali mengambil ponselnya yang ada di dasbor mobil dan melakukan panggilan dengan menempelkan sebelah aerophone di telinganya,


"Hallo!" Elan melakukan panggilan sambil menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu, ia begitu penasaran ingin mengikuti mobil Damar.


"Iya tuan!"

__ADS_1


"Beli saham perusahaan tempat Kia bekerja!"


"Tapi tuan, itu sangat beresiko!"


"Saya tidak peduli, lakukan saja. Kalau perlu seluruhnya!"


"Baik pak!"


Elan pun mematikan sambungan telponnya secara sepihak, ia kembali fokus pada mobil yang ada di depannya.


Rupanya mobil itu menuju ke salah satu restauran ternama di Jakarta.


"Ya Allah Damar, ini mewah banget! Pakek uang siapa?" tanya Kia begitu melihat restauran yang tengah mereka kunjungi.


"Ya ampun Kia, emang aku semiskin itu!"


"Ya nggak gitu, tapi_!"


"Sekali-kali Kia, lagi pula nih pakek uang Rehan juga."


"Jadi Rehan tahu dong!"


"Ya tahu lah, tapi dia nggak tahu kalau kamu juga datang. Yang ia tahu ia cuma mau traktir aku gara-gara dia kalah main UNO!"


"Ya udah lah, mau di sini aja atau kita masuk?"


"Ya masuk lah!"


Elan masih mengikuti mereka tapi ia tidak berniat untuk bergabung bersama mereka. Ia memilih mengawasi mereka dari jauh.


***


Pagi ini Kia kembali datang terlambat, tapi karena kekacauan di tempat kerja Kia, ia jarang mendapat sangsi meskipun kerap terlambat.


"Ada apa sih, kok rame banget?" tanya Kia saat melihat semua karyawan menuju ke aula pertemuan.


"Lo serius nggak tahu?" tanya teman satu divisinya dan Kia pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Mending cepetan ikut ke aula deh!" ucap temannya itu sambil menarik tangan Kia.

__ADS_1


"Iya, tapi ada apa?" tanya Kia yang masih belum mengerti.


"Serius, nggak baca group perusahaan? Atau Nggak baca berita?"


Seingat Kia, memang semalam setelah acara ulang tahun Rehan, ia langsung tidur hingga ia sama sekali tidak memeriksa ponselnya,


"Serius!" jawab Kia meyakinkan temannya.


"Ya Allah, Kia! Ada berita sebesar ini Lo nggak tahu!"


"Apaan sih?"


"Kita punya bos baru!"


"Maksudnya?"


"Pak Hermawan bukan lagi pemilik perusahaan ini!"


"Hah maksudnya?" Kia masih begitu terkejut dengan berita yang baru ia dengar itu.


"Baca deh!" temennya yang bernama Lia itu pun menunjukkan layar ponselnya.


Perusahaan makanan cepat saji Hermawan resmi berpindah tangan kepada pengusaha muda yang baru saja merintis perusahaannya satu tahun lalu di Singapura, terhitung sejak tanggal 19 Maret 2023


"Wahhh hebat, siapa nih? Masih seumuran aku lagi orangnya!" puji Kia sambil membaca dengan cermat berita yang di muat di salah satu platform media sosial.


"Nahhh, hari ini bos baru kita mau datang, makanya kita di kumpulkan di sini!"


"Serius?" tanya Kia lagi.


"Iya, baru aja pihak HRD ngumumin, makanya kita di suruh kumpul di sini!"


Kia begitu penasaran dengan sosok muda yang luar biasa itu, membaca dari berita, sepertinya pria itu cukup berpengaruh di dunia bisnis meskipun baru.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2