Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 37


__ADS_3

Alex yang berada dalam mobil cukup terkejut melihat kedatangan Elan,


"Anak itu, kenapa dia bisa ada di sini!?" gumamnya. Sebenarnya bukannya mau lari dari kejaran mereka, tapi Alex sengaja mencari tempat sepi agar tidak menimbulkan banyak kerusakan apalagi jika harus berhadapan dengan polisi.


Alex pun segera meminggirkan motornya, salah satu dari mereka berhasil memukul kaca mobil Alex hingga pecah, beruntung Alex segera menghindar hingga ia tidak sampai terkena pecahan kaca.


Elan masih terlihat sibuk melawan beberapa dari mereka dan lainnya memilih mengepung Alex yang sudah keluar dari mobil.


Jika di lihat dari jumlah dan bentuk fisik, pastilah Elan dan Alex anak kalah, mereka para pria bertato dan berotot, jauh berbeda dengan tubuh Elan yang kerempeng.


Tapi nyatanya kemampuan Elan dalam bela diri cukup membantunya saat ini.


Walaupun begitu sesekali tetap ia terkena pukulan, begitu juga dengan Alex. Jika kemampuan Alex, jelas tidak bisa di ragukan lagi. Alex adalah lawan terberat ayah Rendi.


Sejak di bangku sekolah mereka sudah bersaing, dalam hal pendidikan maupun bertarung.


Alex sengaja menggiring orang-orang yang menyerangnya agar mendekat ke arah Elan saat melihat Elan mulai kuwalahan agar ia bisa membantu Elan.


Beberapa pukulan yang mendarat di tubuhnya tidak begitu berpengaruh,


"Aghhhh!"


Belum sampai Alex mendekat, Elan sudah lebih dulu mendapat pukulan keras di punggungnya dengan balok kayu hingga membuat tubuhnya tersungkur di tanah.


Alex mempercepat langkahnya, ia segera menangkis pukulan yang akan di layangkan ke tubuh Elan untuk kedua kalinya,

__ADS_1


Setalah sedikit memukul mundur orang-orang itu, Alex pun memanfaatkan waktu yang singkat itu untuk membantu Elan bangun,


"Kamu tidak pa pa?" tanya Alex dan lran pun menggelengkan kepalanya,


Tapi Elan begitu terkejut saat melihat salah satu dari mereka hendak melayangkan balok kayu ke arah Alex.


"Awas om!" teriak Elan dan dengan dengan cepat Alex menangkisnya.


"Wow, hebat!?" puji Elan saat menyaksikan betapa hebatnya Alex melawan delapan orang itu secara bersamaan.


Tapi saat melihat Alex sudah semakin kehabisan tenaga, Elan pun segera mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk melawan mereka.


"Nah itu!?" gumamnya sambil tersenyum saat melihat sebuah balok kayu yang teronggok di bawah pohon besar. Dengan cepat Elan mengambilnya dan kembali menghampiri mereka.


"Biar ku bantu om!" ucap Elan sambil berdiri membelakangi Alex, punggung mereka saling menempel dan orang-orang itu tengah mengepung mereka.


"Nggak mungkin lah om, aku ninggalin om sendiri,"


"Kamu pikir mereka lawan kamu!?"


"Tapi aku pikir akan lebih baik kalau kita kerja sam om!"


"Dasar keras kepala!"


"Om juga!"

__ADS_1


Alex memilih mengakhiri debat mereka saat orang-orang menyerahnya.


Dan benar saja, saat mereka bekerja sama, satu per satu berhasil mereka lumpuhkan.


"Benar kan om!?" ucap Elan sambil mengedipkan matanya saat melihat semua musuhnya tumbang membuat Alex berdesis. Tingkah Elan yang seperti itu mengingatkannya pada seseorang. Ketenangan yang Elan miliki begitu mirip dengan Rendi.


Dia seperti ...., gumam Alex dalam hati.


Tapi rupanya mereka terlalu lengah hingga mereka tidak menyadari salah satu dari mereka ternyata menyimpan sebuah pisau kecil di balik jaketnya, ia perlahan bangun dan hendak menusuk Alex dari belakang.


Dan sekali lagi, Elan melihatnya. Untuk meminta Alex menghindar rasanya sudah terlambat,


"Srekkkk!"


Bukannya berteriak, Elan malah mendorong tubuh Alex hingga membuat pria itu terkejut dan terhuyung, hampir saja terjatuh ke tanah.


Tapi dengan cepat ia bisa mengendalikan tubuhnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2