Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
bab 65


__ADS_3

"Ayok sayang makan siang!" ajak Nadin sambil melambakkan tangannya pada sang menantu.


Kia yang baru saja dari dalam kamar segera menghampiri sang mama,


"Bunda masak sendiri? kenapa nggak panggil Kia, Kia kan sudah selesai beres-beres nya!" ucap Kia menyesal. Ia sengaja ijin tidak masuk kantor hari ini karena ingin membereskan kamar Elan. Ia ingin mengganti suasananya menjadi baru.


"Nggak pa pa, lagian bunda juga nggak masak swndiri. Ada bibi, sini bunda bisikin!" Nadin melambaikan tangannya agar Kia lebih dekat, dan benar Kia segera. mendekatkan daun telinganya.


Setelah Nadin membisikkan sesuatu ke telingan Kia, mereka pun tertawa bersama.


"Ya Allah bund, jadi_!" Kia enggan mengucapkannya karena bunda mertuanya memberitahunya dengan berbisik meskipun itu sudah menjadi rahasia umum kalau ia tidak bisa masak. Setiap kali Nadin mencoba memasak sendiri, selalu saja ada masalah. Jadi harus ada yang menemaninya.


"Baiklah, Kia tahu sekarang!" ucap Kia sambil duduk dan bergabung untuk makan siang, tapi baru saja hendak menyantap makanannya manik matanya menemukan sesuatu di atas meja makan.


"Itu rantang buat siapa bund? Buat ayah Rendi ya?" tanya Kia dan Nadin pun ikut melihat ke arah rantang.


"Iya, mah bunda antar buat ayah!"


"Gimana kalau Kia aja bund yang antar?" Kia segera menawarkan diri.


"Kamu serius?"


"Iya bunda, sekalian biar bisa lebih dekat sama ayah Rendi!"


"Serius nggak pa pa?"


"Nggak pa pa, tapi kalau bunda keberatan Kia juga nggak maksa!"


"Ya enggak lah sayang, kebetulan bunda juga ada perlu lain. Bunda aja meeting sama dewan guru!"

__ADS_1


"Baiklah, jadi deal yang bund. Kia yang anter!"


Kia begitu bersemangat. Ia begitu yakin bisa menaklukan kerasanya hati sang papa mertua.


Setalah selesai makan siang, ia pun bersiap-siap. Menggantinbaju rumahannya dengan baju yang lebih rapi agar tidak mempermalukan mertuanya. Ia melihat Nadin sudah pergi lebih dulu, sepertinya dia buru-buru.


Kia pun segera menenteng rantang itu, ternyata sang bunda sudah menyiapkan sopir untuknya.


Ehhhh bukan ....


Ia hampir saja melangkah masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan tapi segera ia urungkan saat melihat pria yang keluar dari dalam mobil,


Tapi penampilannya kayak sopir. Apa bunda punya sopir baru ..., batin Kia lagi karena ia tidak pernah melihat pria itu di rumah mertuanya selama ia menikah dengan Elan.


"Om sopir baru ya di sini?" tanya Kia membuat pria itu mengerutkan keningnya tapi segera mengangguk.


"Oh jadi Ren_, maksudnya pak Rendi tidak di rumah?" tanyanya kini giliran kia yang mengerutkan keningnya.


"Om tidak tahu?"


"Saya baru dari luar mbak." ucap pria itu. "Mbak ya mau ke tempat pak Rendi?" tanyanya dan Kia mengangguk ragu. Ia jadi ragu kalau dia sopir.


"Jadi om buka sopir yang di tunjuk bunda?"


"Oh iya tadi. Bu Nadin telpon!" ucapnya sambil berjalan membukakan pintu mobil untuk kia. Akhirnya Kia pun masuk ke dalam mobil dan pria itu pun berjalan mengitari mobil memakai kembali kaca mata hitamnya, ia tersenyum tipis dan duduk di balik kemudi.


Mobil pun melaju meninggalkan rumah Rendi. Sepanjang perjalana pria itu terus saja bicara kadang mengajak Kia bercanda.


Walaupun agak aneh dengan sopir yang sok dekat seperti itu, tapi Kia mengabaikannya hingga mereka sampai juga di depan gedung perkantoran itu.

__ADS_1


"Selamat siang do_!" sapa satpam saat membukakan pintu mobil untuk pria itu tapi dengan cepat pria itu menyahutnya.


"Selamat siang, pak Rendi ada?"


"Ada di dalam!"


Pria itu segara menghampiri Kia,


"Mari saya antar, anda pasti belum tahu kan di mana ruangan pak Rendi!" tebal pria itu dan Kia pun mengangukkan kepalanya.


"Mari!" ucapnya lagi dan mereka pun berlalu, satpam masih terlihat bingung dengan apa yang ia lihat.


"Ada yang salah ya?" gumamnya sambil menggelengkan kepala.


Sedangkan Kia segera menghentikan langkahnya saat berada di lobi,


"Om mobilnya?" tanyanya begitu sadar pria yang bersamanya tidak memarkirkan mobilnya terlebih dulu sebelum masuk.


"Semua orang di sini sudah hafal dengan mobil itu, jadi aman. Mari!" ajaknya lagi dan Kia pun akhirnya menyerah. Ia mengikuti pria itu meskipun terjadi banyak keanehan selama perjalanan menuju ke pintu lift.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.qni5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2