Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 16


__ADS_3

Semenjak pertemuan pertama mereka, kini Kiandra dan Keysa menjadi begitu akrab. Mereka seperti menemukan banyak kesamaan, kini mereka menjadi berteman.


Elan yang terus sibuk untuk mencari kesempatan agar bisa dekat dengan Kiandra kini pun juga tahu kalau adik perempuannya cukup dekat dengan Kiandra.


Tok tok tok


Untuk pertama kalinya dalam sejarah Elan mengetuk pintu sebelum masuk kamar adik perempuannya itu,


"Masuk aja Bun, nggak di kunci!?" ucap Keysa yang tengah sibuk mengerjakan tugas tanpa berniat mendongakkan kepalanya, ia yakin yang tengah mengetuk pintu kamarnya di jam-jam nya belajar pastilah bundanya.


"Ini aku!"


Keysa tampak terkejut dengan suara itu, ia sampai mendongakkan kepalanya menatap ke arah pintu dan memastikan yang ia dengar itu benar, dan ternyata benar. Keysa sampai mengerutkan keningnya keheranannya dengan kedatangan Elan ke kamarnya.


Bukannya tidak pernah di datangi kakak laki-lakinya, tapi adab yang di gunakan sang kakak sungguh beda,


"Lo mimpi ya? Kalau masih tidur mending balik ke kamar aja deh bang, jangan ke sini!?"


Elan tersenyum, "Boleh nggak gue masuk?" tanyanya kemudian, tapi sepertinya ia tidak memerlukan jawaban dari Keysa karena nyatanya ia sekarang sudah duduk bersila di atas tempat tidur adiknya.


"Ihhhhsttt!?" Keysa mendengus kesal. "Ada apa? Gue sibuk!"


"Sudah lama sekali kan kita nggak ngobrol, sini deh kita ngobrol santai!?" ucap Elan sambil menepuk tempat kosong di sampingnya.


"Ogah! Kalau mau begini saja!?" Keysa begitu keberatan, karena ia tahu pasti kakak laki-lakinya itu punya maksud tersendiri dengan kedatangan sang kakak ke kamarnya.


"Baiklah, Lo pasti sudah tahu maksud gue!"


"Mana tahu kalau Lo nggak cerita!?" jawab Keysa judes.


"Ayolah, jangan judes-judes. Lo mau kan nilai gue bagus di ujian akhir nanti?!"


Mendengar pertanyaan itu, Keysa langsung memutar kursi belajarnya. Sungguh hal yang langka saat kakaknya itu memikirkan mengenai nilai ujian.


"Lo kesambet ya?" tanya Keysa.


"Gue serius Key. Gue juga pengen jadi seseorang suatu saat nanti, setidaknya bisa lah buat bangga Lo sama bunda."


"Pemikiran yang bagus!" ucap Keysa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, "Lalu?"


"Gue denger-denger temen Lo, si Kiandra mengikuti kelas akselerasi dua tingkat, jadi sudah pasti kan dia pintar?!"


"Ya nggak tahu. Kan Lo yang satu kelas!"


"Tapi dia kan akrabnya sama Lo, gue minta tolong dong. Gue mau dia jadi guru privat gue!"


"Hmmmm, jadi ini maksudnya sedari tadi. Mau guru privat atau mau deketin dia?"

__ADS_1


"Ya dua-duanya dong!"


"Nggak mau!" jawab Keysa dengan tegas, ia pun kembali memutar kursi belajarnya membelakangi Elan membuat Elan turun dari duduknya dan menghampiri sang adik. Ia juga memutar kembali kursi belajar sang adik hingga berhadapan dengannya.


"Ayolah!" rayu Elan, "Emang Lo nggak malu, sampai akhir nilai gue jeblok terus. Lo kan adik gue, sudah pasti Lo bakal kena imbasnya!"


"Kok jadi ngancam sih!!" ucap Keysa kesal.


"Ya emang gitu realitanya, mau Lo nolak sekeras apapun kalau gue abang Li, tetep nggak bakalan bisa! Jadi kayaknya nggak ada pilihan lain selain menerima. Lagi pula kalau Lo bilang sama ayah kalau Lo udah nemuin guru privat yang tepat buat gue, Lo juga bakal dapat reward dari ayah, percaya deh!" rayu Elan dan tampak Keysa tengah berpikir keras.


"Gimana?" tanya Elan lagi dan akhrinya Keysa mengangukkan kepalanya.


"Baiklah, akan gue coba."


"Makasih," Elan pun dengan reflek memeluk sang adik, "Lo memang yang terbaik!"


"Apaan sih, lepas. Engap gue!"


"Sorry, sorry. Gue kelepasan!" ucap Elan sambil melepaskan pelukannya pada sang adik.


"Sudah sana keluar, gue mau belajar!?" usir Keysa sambil mendorong tubuh Elan hingga keluar dari kamarnya.


Baginya bisa menaklukkan Kiandra adalah sebuah tantangan karena untuk pertama kalinya cewek menolak untuk dekat dengannya.


***


Meskipun mereka tidak satu kelas, tetapi mereka selalu saling kirim pesan agar saat istirahat mereka bisa bersamaan.


Keysa sudah menunggu Kiandra di taman, ia tengah memangikan gitar miliknya.


Kiandra yang baru datang cukup terkesima dengan permainan gitar Keysa yang bagus, ia diam sejenak hanya untuk menikmati permainan gitar Keysa.


Ternyata Keysa menyadari kedatangan Kiandra, ia pun menghentikan permainan gitarnya,


"Sudah lama di situ?" tanyanya dan Kiandra pun menyusul duduk. Keysa meletakan gitarnya di bawah bangku taman agar Kiandra leluasa untuk duduk.


“Kamu suka musik?” tanya Kiandra kemudian setelah ia ikut duduk, "Minumlah!" ucap Kiandra lagi sambil mengulurkan sebotol minuman dingin yang sempat ia beli sebelum menyusul Keysa ke taman.


"Makasih ya!" Jawab Keysa sambil membuka tutup botol dan meneguknya hingga sisa setengah,


“Iya, gue suka banget sama musik! Tapi gue nggak terlalu jago!"


"Tapi bagus kok tadi!"


"Biasa aja, kalau mau yang lebih bagus, noh si Rehan,"


"Rehan?"

__ADS_1


"Iya, kenal Rehan kan?”


“Iya …, dia cukup pintar di kelas!” ucap Kiandra.


"Iya, cuma si Elan yang agak o'on!" ucap Keysa dengan begitu blak-blakan.


"Nggak juga, dia hanya tidak mau berusah aja. Kalau aku lihat dia sebenarnya cerdas!?"


Mendengar jawaban dari Kiandra, Keysa cukup terkejut,


"Wow, wow ada apa nih, jangan-jangan Lo udah mulai suka ya sama dia?"


"Apaan sih, nggak gitu. Aku cuma bicara yang sebenernya aja!"


"Ohhh!?"


Mereka pun sejenak saling diam menatap ke depan, tepat di tengah lapangan basket yang ada di depan taman, orang yang tengah mereka bicarakan tengah menguasai lapangan basket.


“Lo kenapa bisa pindah ke Jakarta? Bukankah di Semarang juga enak?” tanya Key.


“Papa aku ada proyek di sini, jadi mama juga ikut ke sini. Mau tak mau aku juga ngikut!”


"Ohhh, papa Lo pebisnis?"


"Begitulah!?" jawab Kiandra sambil tersenyum.


"Oh iya, Elan lagi cari guru Privat loh. Lo nggak mau daftar?" tanya Key.


"Lo becanda, ya nggak lah!?" jawab Kiandra dengan begitu yakin.


"Ohhh, gue kira Lo mau!"


"Ya nggak mungkin lah!"


Keysa juga bingung bagaimana caranya bicara pada Kiandra sedangkan ia Tidak pernah mengakui di depan Kiandra kalau sebenarnya dia dan Elan bersaudara.


"Kenapa emang?" tanya Kiandra mulai curiga.


"Nggak pa pa, nggak penting juga!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.qni5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰 ...


__ADS_2