Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 61


__ADS_3

"Aku turun di perempatan itu aja ya!" ucap Kia membuat Elan menghentikan mobilnya,


"Kenapa?"


"Aku nggak mau, semua karyawan tahu kita usah nikah!"


"Kenapa?"


"Ini terlalu mendadak Elan!"


Melihat Kia yang belum terlalu nyaman dengan status barunya, Elan pun bisa mengerti.


"Baiklah, turunlah.,"


"Maaf ya!"


"Nggak pa pa!"


"Assalamualaikum!" ucap Kia sambil hampir turun dari mobil.


"Tunggu!"


Kia pun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Elan,


"Ada apa?"


"Boleh mendekat sebentar! Sepertinya ada sesuatu di kening kamu." pinta Elan dan Kia pun mengeryitkan keningnya. Meskipun begitu ia tetap melakukan apa yang di minta sang suami.


"Apa?"


Cup


Sebuah kecupan berhasil mendarat di kening Kia membuat Kia terpaku di buatnya,


"Semangat ya! Waalaikum salam!" ucapan Elan berhasil menyadarkan Kia.


Ia pun tersenyum dan menjauhkan tubuhnya dari Elan, ia segara turun dan menutup kembali pintu mobil.


"Jalanlah dulu, aku akan masuk setelah kamu!" ucap Elan membuat Kia meninggalkan mobil Elan.


Sesampai di depan kantor, ia berpapasan dengan Nia, teman satu divisi dengannya.


"Jalan kaki aja, mana motor kamu?"


"Ohhh, itu tadi." Kia melirik mobil Elan yang melintas di samping mereka.

__ADS_1


"Aku pakek taksi online!"


"Tumben? Katanya boroongoos dan waktu!"


"Mogok soalnya motorku," beruntung kemarin ia di antar Damar jadi motornya aman di rumah bukan tertinggal di basemen kantor. "Udah ah ayo masuk, tuh bos udah datang kan!"


"Ahhh iya, kata temen aku pak Elan orangnya disiplin banget. Tepat dikit aja kena SP!"


"Masak sih?"


Mereka pun terus mengobrol hingga sampai di ruangan mereka. Ternyata teman-teman mereka sudah datang juga, ada yang masih membersihkan mejanya ada juga yang masih menyempatkan untuk sarapan karena tidak sempat sarapan di rumah.


Pernikahan Kia dan Elan yang tiba-tiba, membuat seluruh karyawan tidak ada yang tahu kalau kiandra istri pemilik perusahaan,


Ria yang kemarin melihat Kia pergi bersama dengan Elan pun begitu penasaran, setelah Kia duduk di tempatnya, Ria segera mendekatinya,


"Ki!" ucap sambil menarik kursi yang berada tidak jauh dari meja Kiandra, ia duduk di kursi itu di mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Kia,


"Ada apa?" tanya Kia santainya sambil menyemprotkan hand sanitizer di tangannya setelah selesai membersihkan meja kerjanya.


"Sini deh!"


Permintaan Ria berhasil membuat Kia melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Ria,


"Ada apa?"


Jadi kemarin Ria lihat ...., batin Kia.


"Enggak! Sepertinya kamu salah lihat deh!"


"Masak sih, enggak deh kayaknya."


"Iya, kamu salah lihat. Yang kemarin pas aku keluar dari pantry kan, itu bukan pak Elan tapi adik aku. Dia ada perlu makanya cariin aku!"


"Kok kayak postur tubuhnya sama.kayak pak Elan ya!"


"Emang sama! Sudah sama.kerja, lagi banyak kerjaan kan sekarang. Kita harus kejar target untuk bulan ini kan agar penjualannya naik."


"Iya sih. Ya udah deh aku balik ke tempatku!" ucap Ria sambil berdiri dari duduknya.


Masak sih bukan pak Elan? Tapi nggak mungkin kan Kia bohong, buat apa coba ...., batin Ria sambil kembali ke tempatnya.


untung nggak curiga ...., batin Kia lega.


Beberapa gebrakan baru yang di lakukan Elan untuk memajukan kembali perusahaan yang hampir bangkrut membuat pekerjaan karyawan menjadi lebih banyak dari biasanya. Untuk itu Elan juga menjanjikan jika dalam bulan ini perusahaan mengalami kemajuan, ia akan memberikan tambahan bonus setengah gaji di bulan depan.

__ADS_1


Semua karyawan terlihat lebih sibuk, bahkan hampir tidak ada yang hanya duduk saja tanpa berkas di atas meja kerja nya, begitu juga dengan Kia.


Ternyata bukan hanya karyawan, Elan pun juga sama. Di bantu Gama, ia harus mulai mencari akar permasalahan perusahaan, ia juga melakukan banyak meeting dalam sehari untuk mencari klien yang bersedia bekerja sama dengan perusahaan baru miliknya itu.


Meskipun hampir bangkrut, Dnegan mengandalkan namanya di dunia bisnis, ia berhasil mendapatkan kepercayaan beberapa klien.


Di sela-sela jadwalnya yang begitu padat, Elan masih menyempatkan diri untuk mencuri kesempatan agar bisa dekat dengan Kiandra saat di kantor.


"Di sini yang namanya Kiandra yang mana?" tanya seorang pria yang berstatus manager di perusaha itu.


"Saya pak!" ucap Kia sambil berdiri.


"Tolong antarkan berkas-berkas ini ke ruangan pak Elan, di tunggu cepat!"


"Harus saya ya pak?" tanya Kia bingung tapi ternyata hal itu tidak luput dari pengawasan Ria.


Iya kan, kenapa harus kia coba ...., batin Ria semakin curiga.


"Yang lain sibuk!"


Kia tidak lagi mendebat, ia pun segera membetulkan posisi jilbabnya dan mengambil berkas yang di letakkan di atas mejanya.


Dia juga sibuk, kan bisa ob atau apa gitu ..., Gerutu Ria dal hari saat melihat Kia keluar dari ruangannya.


"Lo kenapa Ri?" ternyata Nia menyadari jika sedari tadi Ria memperhatikan Kia.


"Lo nggak curiga ya?"


"Curiga kenapa?"


"Kalau bisa jadi Kia dan pak Elan punya hubungan spesial. Lo ingat kan pas pertama kali pak Elan ke sini, kayaknya Kia sempet nyebut nama pak Elan padahal pak Elan belum memperkenalkan diri!"


"Ya biarin kalau pun dekat juga bukan urusan kita!"


"Ihhh nggak seru Lo di ajak gosip!"


"Seruan ini, kejar target biar dapat bonus bulan depan!" ucap Nia sambil menunjukan setumpuk berkas di depannya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2