Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 35


__ADS_3

"Bisa serius nggak?! Ayo cepetan kerjakan! Aku sudah berbaik hati mau nemenin kamu belajar ya, nilai kamu ada yang di bawah tujuh, seharusnya sesuai kesepakatan kita tidak boleh bertemu lagi!" Kiandra begitu kepala karena bukannya memperhatikan pelajaran, ia malah sibuk menatap wajah cantiknya.


"Lalu kenapa masih mau?" tanya Elan tanpa mengubah posisinya.


"Ya_, ya _ aku kasihan sama kamu!" kiandra bahkan tidak tahu apa alasannya, ia tidak ingin melepaskan Elan.


"Mungkin kamu mulai menyadari kalau kamu sudah mulai suka sama aku!" ucap Elan dengan PD nya.


"Jangan aneh-aneh ya!" Kiandra tidak suka dengan ucapan Elan, ia memilih untuk kembali fokus membaca.


"Sudah azan, kita sholat dulu!" ucap Kiandra lagi saat dari dalam masjid sudah terdengar suara azan.


Kiandra segera menutup bukunya dan beranjak dari duduknya ebgtiu juga dengan Elan.


"Baiklah!"


Mereka meninggalkan buku -buku mereka dan segera berpencar menuju ke tempat wudhu masing-masing.


Masjid mulai dipenuhi jamaah, hanya dalam hitungan menit setelah puji-pujian dilantukan, para jama'ah sudah berjajar rapi di shafnya masing-masing.


Hingga Muazin mulai mengumandangkan Iqamah dan orang yang bertugas sebagai imam segera mengambil posisi. Suasana di dalam masjid menjadi hening, hanya suara imam yang tengah mengumandangkan takbir.


Kia segera kembali ke tempatnya belajar, jamaah sholat ashar sudah sepi, tapi Elan belum juga keluar dari dalam masjid.


Kiandra menunggu elan sembari membaca buku, hingga seperempat jam kemudian barulah Elan keluar,


"Maaf ya nunggu lama!" ucapnya sambil duduk di depan Kiandra.


"Kok lama, ngapain aja di dalam?" tanya Kia sambil cemberut.


"Lagi berdoa!" jawab Elan singkat sambil tersenyum.


Dan Kiandra hanya menyebirkan bibirnya tidak percaya, pria seperti Elan bisa betah berlama-lama di dalam untuk berdoa.


"Nggak percaya ya?"


"Begitulah!"


"Kamu harus percaya,"


"Kok maksa sihhhh!" ucap Kiandra kesal.


"Allah aja aku paksa,"


"Hahhh?" Kiandra tidak percaya dengan yang baru ia dengar.


"Kamu tahu tidak, apa yang tengah aku minta sama Allah?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Elan, Kiandra kembali mendongakkan kepalanya, menatap pada Elan. Ia mengerutkan keningnya tanpa berniat bertanya, tapi wajahnya sudah cukup mewakili kalau ia sedang mengajukan pertanyaan.


"Aku minta sama Allah biar kamu jadi jodoh ku!"


Kiandra menggelengkan kepalanya, walaupun ia sudah mulai menaruh hati pada pria di depannya, tapi ia tidak ingin begitu menunjukkan, lebih tepatnya ia tengah mengendalikan perasaannya. Baginya dalam kamus hidupnya tidak ada yang namanya pacaran, ia ingin suatu saat nanti saat sudah di pertemukan dengan jodohnya, ia ingin langsung menikah tanpa pacaran dulu,


"Kalau enggak?"


"Aku akan memaksa!" jawab Elan dengan entengnya, ia begitu yakin dengan jawabannya itu.


"Kok bisa!"


"Ya begitulah," lagi-lagi Elan bisa menjawabnya dengan.santai tanpa tahu jika gadis di depannya itu tengah menahan gejolak dalam dadanya, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya dan itu selalu ia rasakan ketika dekat dengan Elan,


"Mau tahu apa bunyi doaku?" tanya Elan lagi dan Kiandra pura-pura cuek meskipun sebenarnya ia begitu penasaran.


"Enggak tertarik sama sekali!" jawabnya dengan ketus.


"Walaupun begitu, aku tetap ingin memberitahumu agar kamu tidak berusaha mematahkan doaku!"


Dan kali ini Kiandra tidak bisa mengendalikan rasa penasarannya.


"Memang bagaimana?"


"Aku berdoa, ' Ya Allah jadikan Kiandra sebagai satu-satunya wanita yang Kau ciptakan untuk jadi jodohku dan aku menjadi pria yang selalu ia sebut dalam doanya!' bagaimana keren kan?"


"Biasa aja!" jawabnya sambil menghindari tatapan Elan, ia sengaja menutup wajahnya dengan buku, ia pura-pura tengah sibuk membaca walaupun sebenarnya tengah mengendalikan perasaannya.


"Yakin?"


"Hmmm!" Kiandra mengangukkan kepalanya dengan mantap.


"Kalau kamu, apa doanya?" Elan tanya balik pada Kiandra.


Aku ingin Allah mengabulkan doamu ...., batin kiandra sambil menatap Elan yang tengah menunggu jawaban darinya.


"Kok malah diam! Jadi apa doamu?"


"Biarlah doaku menjadi rahasia aku sama Allah!" jawab kiandra Dangan mantap sambil tersenyum. "Hanya aku dan Allah yang tahu,"


"Curang, aku kan sudah kasih tahu doaku!"


"Biarin, sudah mau belajar atau ngobrol? Kalau mau ngobrol pulang aja deh!"


"Ihhh jutek banget!"


Mereka pun akhirnya kembali melanjutkan belajarnya, karena besok masih harus ulangan dan Elan tidak cepat faham, terpaksa mereka harus lanjutkan belajarnya sampai setelah isya',

__ADS_1


Kiandra juga sudah berpamitan pada mamanya, beruntung sang papa akan pulang terlambat karena masih ada urusan yang penting.


"Aku antar sampai depan rumah kamu ya!"


"Boncengan berdua sama kamu?" tanya Kiandra saat melihat motor Elan.


"Hmmm!" Elan pun mengangguk.


"Enggak ah, aku jalan aja!" Kiandra dnagn cepat berjalan mendahului Elan.Tapi rupanya Elan tidak menyerah, ia menuntun motornya dan berjalan mensejajari Kiandra.


"Ngapain dituntun motornya?"


"Biar bisa nganter kamu, kan kalau naik motor boncengan berdua nggak mau, jadi aku putuskan kita jalan berdua begini! Sekalian olah raga!"


Mendengar penjelasan Elan, Kiandra tersenyum sambil menoleh ke arah lain agar Elan tidak menyadarinya, ia sungguh tidak menyangka kalau Elan akan berbuat seperti itu.


Mereka pun terus berjalan menyusuri jalan menuju ke rumah Kiandra Dan akhrinya tanpa terasa karena keasikan ngobrol sampai tidak sadar sudah sampai di depan rumah Kiandra.


"Kenapa cepat sekali!" keluh Elan lirih tapi masih bisa di dengar oleh Kiandra.


"Kenapa?"


"Enggak pa pa, sudah sama masuk!"


"Kamu nggak ikut masuk? Ada mama di dalam!" Kiandra menawarkan diri.


"Enggak ah, sudah sama masuk. Aku akan menunggu sampai kamu benar-benar masuk ke dalam rumah!"


"Tapi_!"


"Sudah sana masuk!" ucap Elan sambil mengibaskan tangannya tidak berani memegang Kiandra.


"Baiklah, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Akhirnya Kiandra pun masuk ke dalam rumah, tepat seperti yang Elan katakan. Setelah memastikan Kiandra benar-benar masuk barulah Elan menghidupkan mesin motornya dan perlahan meninggalkan rumah Kiandra.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2