
Elan memang tidak pandai dalam pelajaran, entah tidak pandai atau memang ia tidak mau berusaha atau mungkin dia juga sengaja melakukannya, ia tidak menyukai kehidupan kakek dan ayahnya yang menurutnya terlalu monoton dengan kepandaian yang ia miliki, belum lagi di susul oleh kakak sepupunya yang sekarang mewarisi perusahaan orang tuanya, saat mereka semua berkumpul hanya pekerjaan yang mereka bicarakan benar-benar membuat kepalanya pusing.
Dua hal itu seperti dua sisi mata uang. Keluarga dan perusahaan, keduanya seperti tidak bisa dipisahkan dari kehidupannya.
Walaupun begitu ia sangat handal dalam bela diri dan beberapa olah raga, satu hal yang tidak bisa lepas dari ayahnya ia pun juga mewarisinya.
Walaupun dia berusaha keras untuk berbeda dengan bertindak semaunya sendiri, membuat dirinya terlihat brutal, nakal dan tidak pandai dalam pelajaran, tetap saja ia memiliki kemiripan dengan sang ayah bahkan bisa di katakan hampir serupa.
Bahkan untuk saat ini ia menjadi kapten di tim basketnya dan beberapa olah raga lain, ia sering menjuarainya. Itulah kenapa banyak cewek mendambakan bisa menjadi pacarnya atau setidaknya bisa dekat dengannya.
Saat kecil sebenarnya Elan adalah anak yang cukup berprestasi hingga ia menemui titik bosan, ia merasa dunia tidak akan hancur hanya dengan dia tidak mendapatkan nilai bagus, dunianya tidak akan lepas dengan ia bertindak seperti anak-anak yang lainnya,
Itulah kenapa ia memilih berteman dengan anak-anak dengan nilai yang tidak begitu bagus, anak-anak dengan pergaulan yang jauh berbeda atau dirinya l, pastinya selain Damar dan Rehan.
Ia kerap melihat beberapa temannya yang harus mendapat hukuman dari orang tuanya karena nilainya jelek, ia hanya ingin membuktikan pada dirinya sendiri bahwa hidup itu bukan hanya soal nilai. Ia yakin, meskipun tidak mendapatkan nilai yang bagus, ia tetap bisa menjadi orang.
Tapi nyatanya hal itu di patahkan semenjak kedatangan Kiandra, bukan karena ia ingin mendapatkan nilai bagus tapi ia ingin dekat dengan gadis itu.
Sepertinya akhir-akhir ini Elan punya kebiasaan baru, ia selalu menunggu kedatangan Kiandra di gerbang, menjadi rajin berangkat pagi hanya untuk bisa menyapa Kiandra.
"Hai Elan," sapa salah satu penggemarnya saat ia tengah duduk di dekat pos satpam,
"Hai," balas Elan dengan gaya cool nya,
"Oh iya Lan, aku bawankan sarapan buat kamu!” ucapnya dengan begitu sengaja di buat manja.
“Makasih, tapi aku nggak suka sarapan! Maaf ya!” ucap Elan dan berlalu begitu saja.
“Yaaahhhh …!” tentu gadis itu kecewa.
Itu bukan yang pertama atau yang satu-satunya masih banyak lagi kelakuan nyleneh yang di lakukan cewek-cewek itu demi mendapatkan perhatian Elan.
“Elan …, kamu tahu kucing ini aku kasih nama Elan loh, biar aku bisa ciumi Elan setiap hari!”
“Ganti namanya, aku nggak suka!” ucap Elan tapi dengan begitu cepatnya gadis itu mengganti nama kucing peliharaannya walaupun sebenarnya Ia tidak peduli.
__ADS_1
Dan keesokan harinya cewek itu kembali dengan membawa kucingnya lagi dan mengatakan kalau ia sudah mengganti nama kucingnya.
“hay Elan, kucingku sekarang namanya Frozen loh …, kamu nggak mau kasih selamat!”
“Ya udah aku senyumin aja deh, tapi jangan di bawa ke luar rumah ya!”
"Kenapa?"
"Ntar mencair!?"
Gara-gara selalu di kerubuti cewek-cewek, ia jadi tidak punya kesempatan untuk bicara berdua dengan Kiandra.
"Hehhh, nggak enak juga kayak gini!?" keluhnya saat berusaha menghindar dari kerumunan para cewek.
Ternyata ketampanannya tidak hanya mendatangkan kebaikan, ia harus di panggil guru BP gara-gara gadis-gadis itu.
“Elan …, kamu tahu kenapa kamu di sini?” tanya guru BP padanya.
“Nggak bu!” jawab Elan dengan santainya.
Elan cukup terkejut dengan penampilan gadis-gadis itu,
“Nggak tahu, kenapa memang bu?” tanya Elan.
“Mereka bertengakar dan cakar-cakaran gara-gara kamu!”
"Kok saya sih Bu?!" protes Elan karena meras tidak tahu apa-apa.
"Mereka bilang kamu kasih perhatian ke mereka, jadi mereka merasa kalau sudah jadi pacar kamu!"
“Mereka aja Bu yang PD, saya kan enggak!"
"Ya salah kamu,"
"Kok saya sih Bu, apa hubungannya dengan saya, bu?”
__ADS_1
“Muka kamu itu terlalu cakep, makanya mukanya dibuat biasa saja agar tidak menimbulkan kegaduhan!”
“Ibu ini ada-ada aja sih, wajah tampan itu harus di syukuri bu!”
“Pokoknya ibu nggak mau tahu, kamu juga harus dapat hukuman!”
“Kok gitu sih, itu namanya nggak adil bu!”
“Ibu nggak mau tahu, hukuman kamu bersihkan lapangan bersama mereka!”
"Yang bener aja Bu!?" protes Elan yang tidak terima.
"Pokoknya harus!?"
Mendengarkan hukuman Elan bersama-sama dengan anak-anak itu, para siswi itu begitu senang tapi tidak dengan Elan.
Di kerubuti banyak cewek pasti akan membuatnya pusing tapi juga ada untungnya. Pasti para siswi itu tidak akan membiarkannya bekerja.
“Ya udah …, sekarang laksanakan! Jangan berhenti sampai pulang!” ucap guru BP yang sudah tidak bisa di bantah lagi.
“Baik bu!” jawab para siswi itu serentak. Mereka terlihat tidak ada beban saat harus menerima hukuman.
Mereka pun menuju ke lapangan dan seperti biasanya. Para siswi itu tidak membiarkan Elan melakukan apapun, malah Elan dapat berbagai macam snack dan juga minuman ringan sambil duduk manis di tepi lapangan.
“Ada untungnya juga dapat hukuman, kan jadi nggak ikut pelajaran kimia!” gumamnya sambil tersenyum memperhatikan gadis-gadis yang sedang berebut perhatiannya itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1