Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
End


__ADS_3

Alex, bagaimana dengan Alex?


Hari ini Alex sudah di perbolehkan pulang. Aisyah sedang sibuk mengemasi barang-barangnya. Alex juga merasa lega karena ia baru saja mendengar kalau keadaan Rendi juga sudah membaik, bahkan Bungan Rendi dengan Elan juga kembali baik.


Meskipun satu rumah sakit, tapi Alex tidak berniat untuk menjenguk Rendi. Bagaimanapun hubungan mereka tidak sebaik itu, lebih tepatnya Rendi belum bisa menerimanya sebagai besannya.


"Sopir sudah menunggu di luar, apa kita pulang sekarang mas?" tanya Aisyah.


"Iya, kita pulang."


"Apa kita tidak menunggu Kia dan Elan?" tanya aisyah lagi, pasalnya ia baru saja mendapat kabar jika Elan dan Kia tengah menuju ke rumah sakit.


"Tidak pa pa, nanti ketemu di rumah saja."


"Baiklah, biar Aisyah bantu kalau gitu." ucap Aisyah sambil memapah Alex membuat Alex tersenyum.


"Sayang, aku tidak selemah itu, aku masih bisa menggendongku sekarang sampai di depan rumah sakit."


"Isstttt," Aisyah dengan cepat melepaskan pelukannya.


Baru saja akan keluar, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


"Boleh kami masuk?"


Itu suara Nadin, membuat Aisyah tersenyum.


"Masuklah, mbak!"


Aisyah dan Alex terdiam setelah melihat siapa yang datang bersama dengan Nadin.

__ADS_1


Seseorang yang tengah duduk di kursi roda dan tenaga di dorong oleh Nadin.


"Pak Rendi," ucap Aisyah terkejut.


"Saya dengar hari ini kamu pulang, makanya saya datang ke sini." ucap Rendi dengan nada datarnya seperti biasa.


"Seharusnya kamu tidak perlu ke sini, jika kamu memanggilku. Aku pasti datang." ucapa Alex.


"Memang hanya saat di panggil seorang besan datang, saya pikir kita sebuah keluarga." ucap Rendi membuat Alex dan Aisyah saling berpandangan.


"Maksudnya?" tanya Alex tidak percaya.


"Sebaiknya setelah ini kita lebih sering minum kopi bersama."


"Jadi ini_," Alex sampai bingung harus melanjutkan lagi ucapanya.


Apa yang di lakukan Rendi di sambut hari oleh Alex dan Aisyah, mereka sampai berpelukan menyukurinya.


Dan tentunya dua orang yang ada di luar ruangan itu.


Elan dan Kia, mereka rupanya baru datang dan melihat apa yang terjadi.


Tangis haru pun pecah dari Kia, sejak lima tahun lalu dan akhirnya kerasnya batu bisa terkikis meskipun demi tetep air yang turun.


***


Satu Minggu setelah itu, akhirnya Rendi juga di perbolehkan pulang.


Nadin dan Rendi sengaja mengundang Aisyah dan Alex untuk makan malam bersama sembari memberi Hadiah untuk Kia dan Elan.

__ADS_1


"Jadi selain syukuran untuk kebaikan hubungan antara kami!" Rendi melirik pada Alex saat bicara, "Jadi rencananya ayah memeri hadiah untuk kalian berdua karena telah begitu sabar menyadarkan ayah."


"Ayah jangan gitu, Elan sedang tidak ingin menangis di depan banyak orang." ucap Elan sambil tersenyum menggenggam tangan Kia.


"Dasar anak cengen."


"Masssss, jangan mulai ya!" ancam Nadin membuat semuanya tertawa.


"Baiklah, baiklah. Jadi ini buat kalian." Rendi menyerahkan tiket liburan bulan madu untuk Kia dan Elan,


"Saya tahu ini terlambat , tapi bukankah lebih baik dari pada tidak sama sekali."


Elan dan Kia pun tersenyum, "Terimakasih ya yah," ucap Kia, "Meskipun sebenarnya kia lebih suka kado yang kemarin tapi Kia juga senang dengan kado ini."


Ya, bagi Kia yang terbaik yang ia dapatkan adalah saat kedua orang tua mereka bersatu, saat tidak ada lagi yang menentang hubungan mereka.


"Sepertinya Elan memang di ciptakan untuk Kiandra seorang," celetup Nadin membuat semua orang menatap Nadin.


"Memang aku salah bicara?" tanya Nadin dengan wajah polosnya.


"Tidak, mbak Nadin benar. Jika saja Elan tidak menemukan Kia dengan cepat, mungkin moment ini tidak akan pernah tercipta." ucapan Aisyah menyetujui ucapan Nadin.


"Bukan begitu bunda, mama! Yang benar itu, Kiandra adalah dunia Elan. Elan ini tidak ada artinya tanpa Kiandra." ucap Elan sambil memeluk dan mencium kening Kia.


Harta yang paling berharga adalah keluarga, sepertinya itu bukanlah ucapan klise belaka. Keluarga bukan hanya orang yang telah melahirkan kita ke dunia, bukan hanya orang yang telah membesarkan kita saja tapi juga orang-orang yang memberi kita kenyamanan untuk tetap tinggal.


Terimakasih sudah menemani perjalanan cinta Elan dan Kia yang singkat ini.


...END...

__ADS_1


__ADS_2