Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 39


__ADS_3

Rendi keluar dengan terburu-buru, ia bahkan pergi tanpa mengajak sopir atau membawa ajudan. Wajahnya tampak begitu cemas hingga ia tidak menyadari kalau sudah mengedarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ia segera menuju ke lokasi yang di tunjukkan oleh Ajun, sebenarnya tidak jauh tapi ia cukup tahu bagaimana tempat itu. Tempat sepi yang banyak terjadi kejahatan di sana, dan yang membuat ia bertambah khawatir, Elan tidak tahu daerah itu.


Hanya butuh waktu sepuluh menit akhirnya sampai juga di lokasi, Ajun sudah menunggunya di sana bersama beberapa orang lainnya.


Rendi dengan cepat turun dan Ajun pun segera menghampirinya.


"Bagaimana?"


"Saya hanya menemukan motor Elan yang tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan mesin masih hidup, pak. Tidak jauh dari lokasi motor Elan ada pecahan kaca, sepertinya kaca mobil!" ucap Ajun menjelaskan, sambil menunjuk tempat kejadiannya.


Rendi pun segera mendekati motor Elan, tidak terjadi kerusakan sama sekali. Hanya beberapa cat nya terlihat mengelupas, sepertinya karena Elan menjatuhkannya begitu saja. Rendi juga mengambil serpihan kaca mobil yang berserakan dan memandanginya, dari bekas serpihan ini jelas itu bukan sebuah kecelakaan, kaca itu serpihannya lebih kecil seperti baru di pukul dengan benda keras.


"Lalu?" terlihat sekali, meskipun berusaha untuk tenang, tapi wajah Rendi yang dingin mulai menunjukkan kecemasannya.


"Anak-anak sedang mendalaminya!"


Belum sampai Rendi kembali bertanya, salah satu anak buah Ajun berlari mendekat,


"Maaf pak, di dekat semak-semak itu terlihat baru saja terjadi perkelah_!"


Belum selesai anak buahnya bicara, Rendi dengan cepat berlari ke tempat yang di tunjuk oleh anak buahnya. Ia berdiri terdiam di sana, tidak ada apapun tapi hanya bekas beberapa balok kayu yang masih berserakan, beberapa tanaman rumput yang tampak berserakan dan ....


"Jaket!?" Rendi dengan cepat mengenali jaket yang Tergeletak di tanah. Ia pun berjalan cepat dan meraih jaket itu.


"Ini milik Elan!" ucap Rendi sambil menggenggam jaket army yang ada jahitan tangan di bagian pundaknya bekas sobekan karena ia tarik waktu itu. Ia sendiri yang menjahitnya saat Elan tidur tanpa sepengetahuan sang putra.


"Hubungi dia!!!!" teriaknya kemudian dan Ajun pun tanpa pikir panjang langsung menghubungi nomor Elan, dan langsung terdengar deringan ponsel tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.

__ADS_1


"Ada di sini pak!" ucap Ajun dan dengan cepat mereka mencari keberadaan ponsel itu. Ternyata tidak jauh dari tempat mereka saat ini, ponsel itu bahkan terlihat retak di bagian layarnya.


Rendi seperti kehilangan kekuatannya, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke tanah sambil memegang jaket dan ponsel Elan, ia sudah tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan sang putra,


"Lacak terus!" ucapnya tanpa ekspresi.


Sungguh hal yang kebetulan, tidak biasanya ia membiarkan Elan pergi sendiri tanpa pengawasan, meskipun tanpa sepengetahuan Elan, Rendi selalu menyuruh anak buahnya untuk mengawasinya.


"Permisi pak!" salah satu anak buah mereka mendekat lagi. Melihat Rendi yang tidak merespon, Ajun pun segera mengambil alih.


"Katakan!" ucap Ajun.


"Ada saksi mata pak. Pemilik bengkel di ujung sana sempat melihat Elan mengejar preman yang tengah mengepung sebuah mobil setelah ia memberikan bensin pada motor Elan yang kehabisan bensin!"


Akhirnya Rendi merespon, ia segera berdiri dan menarik kerah baju anak buahnya dengan penuh emosi,


"Lalu?"


Rendi yang begitu kesal, menghempaskan anak buahnya hingga membuat tubuh pria terhuyung ke belakang. Dan Rendi pun berbalik dan duduk di cap depan mobil.


"Baiklah, periksa rekaman cctv di sekitar sini!" perintah Ajun yang kembali mengambil alih perintah, ia tahu saat ini Rendi sedang tengah terguncang.


"Baik pak!"


Ajun milih menemani Rendi sambil terus memeriksa layar datarnya, ia tengah menunggu kiriman rekaman cctv dari daerah terdekat.


Ajun mengerutkan keningnya saat melihat rekaman cctv yang di kirim anak buahnya,


Pria ini ....

__ADS_1


tapi segara ia mengabaikannya karena ada yang lebih penting dari pada melihat si pemilik mobil atau para pemotor itu.


"Pak, kita ke rumah sakit!" ucap Ajun dan segera membuat Rendi tersentak.


"Apa yang terjadi?"


"Persisinya kurang tahu, tapi sepertinya ada yang membawa Elan ke rumah sakit!"


Rendi tidak banyak bertanya lagi, ia segera masuk ke mobil bersama Ajun dan menuju ke rumah sakit.


Hanya butuh waktu lima belas menit untuk sampai di rumah sakit terdekat. Rendi pun segera menghampiri petugas resepsionis,


"Permisi, apa satu atau dua jam lalu ada pasien masuk, mananya Elan. Dia masih memakai seragam SMA?"


"Ohhh iya pak, tadi ada. Ada di ruang ICU pak!"


"Terimakasih!"


Dengan cepat Rendi berlari menuju ke ruangan yang di maksud oleh petugas resepsionis.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2