Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 60


__ADS_3

Kini Kia sudah berada di atas tempat tidur tengah melihat ponselnya yang sedari tadi siang tidak ia sentuh sama sekali, sedangkan Elan terlihat baru saja membersikan diri di kamar mandi.


Selesai mengeringkan wajah dan tangannya, Elan pun perlahan menghampiri Kia. Ia segera duduk di samping Kia membuat Kia tersadar,


"Lan,"


"Maaf, kalau kamu tidak nyaman aku tidur di sini, biar aku tidur di sofa itu!" ucap Elan dan segera bangkit dari duduknya tapi dengan cepat Kia menahan tangan Elan.


"Tunggu,"


Elan pun kembali menoleh ke arah Kia,


"Kamu tidur di sini!"


"Aku tidak mungkin membiarkanmj tidur di sofa!" ucap Elan.


"Siapa yang akan tidur si sofa? Kita akan tidur di sini berdua!"


"Benarkah? Tidak pa pa?"


Kia pun mengangukkan kepalanya dan tersenyum, ia melepaskan tangan Elan dan menepuk tempat kosong yang ada di sampingnya,


"Tidur saja di sini!"


Akhrinya Elan pun kembali naik ke atas tempat tidur. Kia segera meletakkan. ponselnya di atas nakas.


"Aku tidak biasa tidur terlalu terang, bisakah lampunya di matikan saja? Tapi aku juga nggak suka terlalu gelap!"

__ADS_1


Elan langsung faham dengan maksud Kia, ia pun mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur,


"Bagaimana jika begini?"


"Ini lebih nyaman!"


Kia pun segera merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya sampai atas dada.


Elan juga melakukan hal yang sama, "Kalau kamu tidak nyaman tidur pakek hijab, lepas saja nggak pa pa, kan aku suami kamu!" ucap Elan kemudian saat melihat Kia masih gelisah.


"Hmmm!" Kia pun memiringkan tubuhnya membelakangi Elan, "Nanti aja kalau sudah benar-benar nggak nyaman, aku lepas!"


"Baiklah!" Elan pun melakukan hal yang sama, ia juga memiringkan tubuhnya membelakangi Kia hingga menyisakan tempat kosong yang luas di antara mereka.


Hingga akhrinya setelah drama panjang sebelum tidur, mereka terlelap.


Ia tidak sabar melihat wajah sang istri di pagi hari, perlahan ia membalik badannya, ia merasa tangan sebelah kirinya sudah kram karena semalaman tidak beralih posisi.


Masyaallah, cantiknya ....


Berapa kagumnya dia saat melihat wajah polos Kia saat tidak mengenakan hijab, meskipun beberapa anak rambut Kia menutupi pipi Kia yang putih bersih.


Aku begitu beruntung karena menjadi bagian dari hidup kamu, rasanya begitu lengkap ...., batin Elan sambil menatap wajah cantik Kia, tangannya reflek terulur menyingkirkan anak rambut Kia yang menutupi wajahnya, ia juga mengusap perlahan pipi Kia, ingin rasanya mendaratkan kecupan di pipi itu, tapi ia masih takut.


Segera Elan menarik tangannya dan kembali berbalik saat melihat pergerakan Kia dan kembali pura-pura tidur.


Benar saja, Kia terbangun. Ia sepertinya terbangun karena suara azan yang berkumandang dari masjid yang ada di sebelah gedung apartemen.

__ADS_1


"Sudah pagi!"


Kia melihat Elan yang masih terlelap, segera ia bangun dan kembali memakai hijabnya yang ia lepas semalam dan ia letakan di atas kepalanya.


"Elan, bangun. Sudah pagi!" ucap Kia, tapi karena Elan masih pura-pura tidak mendengar, Kia pun menghuyung tubuh suaminya itu.


"Lan, udah pagi. Bangun yukk!"


"Uahhhhhhh!" Elan pura-pura menguap dan mengucek matanya,


"Pagi ya?"


"Iya, kita sholat bareng ya!" ucap Kia.


"Iya. Ya udah kamu duluan yang ke kamar mandi!" ucap Elan dan Kia pun menyetujuinya.


Setelah Kia masuk ke kamar mandi, Elan pun tersenyum. Ia tidak menyangka moment seperti ini akan benar-benar terjadi.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2