
"Gimana?" Elan sudah duduk di kamar adiknya menunggui sang adik sedari tadi hingga membuat Keysa begitu risih.
"Apaan sih!?" Keysa mengibaskan tangannya saat Elan menarik tangannya.
Keysa memilih duduk di karpet yang ada di lantai kamarnya, mulai sibuk dengan setumpuk tugas di hadapannya.
"Ayolah Key!" Elan ikut duduk di bawah, ia menutup kembali setiap buku yang akan di buka oleh Keysa.
"Apaan sih bang, gue aduin sama bunda ya!?" ancamnya, tapi nyatanya ancaman itu sama sekali tidak berpengaruh pada Elan.
"Panggil aja, paling Lo yang di marahin bunda gara-gara Lo nggak mau bantuin gue!?"
"Elahhh, Cemen bener sih jadi cowok, gitu Kiandra mau suka dari mana!?"
"Enak aja, Abang Lo nih idola satu sekolah. Jadi jangan sembaranga ngomong!?"
"Sok Lo!"
Mereka kembali terdiam, seperti tengah memikirkan cara masing-masing.
"Okey!" ucap Keysa, dan Elan semakin terlihat bersemangat.
"Jadi Kiandra setuju kan?"
"Apaan sih, nggak gitu!" ucap Keysa sambil kembali membuka bukunya, mencoba mengalihkan tatapan sang Abang.
"Maksudnya, Lo gagal?"
"Gini deh bang, Lo kan cari guru privat. Kenapa nggak gue aja?" ucap Keysa sambil mengedipkan matanya dengan cepat beberapa kali.
__ADS_1
Pukkkkk
Sebuah bantal kecil langsung mendarat ke wajah Keysa,
"Aughhhh, apaan sih Lo bang!?"
"Lo yang apaan, ngaco aja jadi orang!"
"Nggaco gimana? Gue ini selalu dapat juara kelas, bukan hanya juara kelas, adik Lo yang paling cantik ini bang, sudah terbukti selalu masuk juara paralel, mengalahkan lima ratus lebih siswa, masih kurang meyakinkan?" tanya Keysa dengan begitu yakin.
"Mau Lo bisa ngalahin seribu, atau sepuluh ribu saingan Lo, Lo itu tetaplah masih kelas sepuluh. Dan Abang Lo nih sudah mau lulus, sudah kelas dua belas. Emang ada guru yang kelasnya di bawah muridnya, ngaco aja jadi orang!?"
Hehhhh ....
Keysa menghela nafas, "Bener juga ya bang!?"
Bakal susah banget nih, Kia kan benci banget sama bang Elan, lagi pula bang Elan bebel banget, emang siapa juga yang tahan buat ngajar dia ...
"Kenapa natap gue kayak gitu?" tanya Elan saat Keysa menatapnya dengan tatapan yang berbeda.
"Nggak pa pa, PD banget jadi orang. Udah ah sana keluar gue mau belajar!?"
"Gue nggak akan keluar kalau Lo belum bilang sanggup!?"
"Apaan sih!?"
"Bodo, gue mau tidur di sini!?" Elan segara bangun dan beralih ke tempat tidur, melentangkan tubuhnya di sana.
"Baaaaang!?" Keysa segera berdiri dan berkacak pinggang, "Bangun nggak!?"
__ADS_1
"Enggak! Dan kalau Lo tetep nggak berhasil gue bakal ganggu Lo terus kayak gini, gue bakal kuasai kamar Lo!?"
"Apaan sihhh bang!?"
"Gue serius!?" Elan malah memejamkan matanya dan pura-pura tidur, ia tahu adik perempuannya itu paling tidak suka jika ia meniduri tempat tidurnya.
"Iya iya, besok gue coba lagi, tapi sekarang cepetan Lo bangun dan pergi dari kamar gue bang!"
"Siap!?" ucap Elan sambil bangun dari tidurnya, "Terimakasih adikku yang cantik dan imut!" ucap Elan lagi sambil mencubit kedua pipi Keysa.
"Awas ya, gue aduin sama bunda ya kalau Abang suka sembunyi-sembunyi merokok!?" ancam Keysa saat Elan sudah keluar dari kamarnya.
Tapi segera ia berbalik dan muncul dari balik pintu, tidak berniat untuk kembali masuk,
"Aduin aja, ntar sekalian gue aduin kalau Lo suka diam-diam suka curi perhatian sama Zoe, sekalian biar uncle dokter tahu juga!?" ancam Elan sambil tertawa puas.
"Abaaang, awas ya kalau Sampek ngomong!?" teriak Keysa dan kali ini pintu kamarnya benar-benar sudah tertutup.
"Ihhhhhh, sebel, sebel, sebel, tahu aja sih dia!?" gerutu Keysa kesal sambil memukul-mukul boneka beruangnya. Ia benar-benar tidak habis pikir karena apapun rahasianya sepertinya sang Abang selalu tahu padahal jika dilihat-lihat mereka sepertinya saling cuek,
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1