Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra
Bab 9


__ADS_3

Elan terus saja menyalahkan Rehan atas di jemputnya dirinya dari asrama Damar.


"Lain kali nggak ngomong lagi deh," bujuk Rehan.


"Sudah telat!?"


"Gimana kalau gue traktir aja deh, gimana?"


"Selama?" tanya Elan dan Rehan malah terdiam.


"Maksudnya?"


"Ya kalau traktir cuma satu hari nggak ngaruh Re!"


"Astaga!?" keluh Rehan.


"Gimana? Nggak jadi ya udah, nggak usah deket-deket gue!?" ancam Elan meskipun hanya sebuah ancaman kosong.


"Baiklah, baiklah, gimana kalau satu minggu!?"


"Nggak satu bulan!"


"Kalamaan Lan!"


"Tiga Minggu!"


"Jangan dong, masih kelamaan."


"Ya udah!?" ucap Elan sambil berjalan mendahului Damar.


"Ya udah, gimana kalau dua Minggu?" tanya Rehan dan Elan pun tersenyum ia segera berbalik dan menyalami Rehan.


"Deal!?" ucapnya kemudian.


Habislah uang jajanku ..., batin Rehan sambil menatap sahabatnya yang tersenyum penuh kemenangan.


Lumayan buat nyumbang uang saku yang di potong ....,


Selain tidak boleh membawa motor atau mobil sendiri, uang saku Elan juga di potong sampai ujian akhir sekolah selesai. Jika dihitung dari saat ini, masih kurang tiga atau empat bulan lagi.


Saat mereka tengah menuju ke kelas, dan melewati depan ruang guru, langkah Elan terhenti.


Itu kayaknya yang kemarin, ngapain di sini?


Ia sampai menggosok-gosok matanya berkali-kali karena tidak percaya,


“Cubit gue!” ucap Elan membuat Rehan terdiam dan menatap sahabatnya itu tidak percaya.

__ADS_1


Hahhh?"


"Cubit gue, cepetan!?"


Dan Rehan pun melakukan seperti yang di perintahkan oleh Elan.


Augghhhh …..


Teriak Elan saat Rehan benar-benar mencubit lengannya. “Gila lo, keras banget nyubitnya!” keluhnya sambil mengusap lengannya yang di cubit oleh Rehan.


“Jadi serba salah gue! Tadi suruh nyubit, tapi setelah di cubit malah ngeluh!” gerutu Rehan,.


"Ya enggak keras juga, emang kulit gue kulit badak yang bisa tahan rasa sakit!?" dan Elan kembali melihat gadis yang berdiri di depan ruang guru itu. Gadis yang kemarin ia temui di pinggir jalan, gadis dengan hijab panjangnya tampak begitu cantik meskipun sekarang memakai seragam,


Seragam yang di pakai gadis itu tidak sama dengan seragam siswa lainnya, jelas dia bukan salah satu siswa di sekolah ini,


“Gadis itu! Kiandra!” ucap Elan dengan senyum penuh arti.


“Siapa Lan?” tanya Rehan dan ikut menilah ke arah mata Elan, “Cantik Lan!”


“Dia memang cantik banget, gue akan mendapatkannya!” ucap Elan dengan senyum yang masih sama. Elan memang terkenal play boy, hampir semua anak perempuan yang populer di sekolah Elan pernah di pacarinya. Ketampanannya memang tidak bisa di ragukan lagi.


“Mata lo jeli banget kalau liat cewek!” ucap Rehan memuji keahlian Elan.


"Sudah sana, Lo ke kelas dulu aja!"


"Ogah, gue ikut! Kenalin sekalian sama gue!" tolak Rehan,


“Hai…!” sapa Elan saat sudah berada di depan gadis itu sambil melambaikan tangannya dengan mengeluarkan senyum termanisnya.


Gadis dengan jilbab berwarna orange yang senada dengan rok panjangnya itu terlihat menonjol.


“Kamu …!” Kiandra terlihat begitu terkejut karena menemukan cowok yang menurutnya begitu narsis itu di sekolah yang akan menjadi tempatnya sekolah.


“Kita bertemu lagi!” ucap Elan lagi masih dengan senyum yang sama. Lalu mengulurkan tangannya, “Kenalkan aku Elan!”


“Nggak penting! Aku udah tahu nama kamu!” ucap Kiandra.


"Akhirnya gadis secantik kamu mau mengingat nama aku, Kiandra!?"


"Namaku bukan Kiandra!" ucap Kiandra dan segera menjinjing tas punggungya yang sempat ia lepas lalu berlalu meninggalkan Elan, ia sama sekali tidak tertarik untuk menanggapi ucapan Elan.


Tapi bukan Elan namanya kalau mudah menyerah. Elan tetap mengikuti kemanapun gadis itu berjalan.


“Ayolah …, ini kan sudah pertemuan kita yang ke dua, jangan jutek gitu dong!” ucap Elan sedikit memaksa, “Kalau tidak, kasih nomor hp kamu aja deh, akun Fb, atau akun Ig, gimana? Setuju kan?” rayu Elan.


Dia benar-benar ya ...., batin Kiandra kesal. Ia pun menghentikan langkahnya dan menatap Elan dengan tatapan kesalnya,

__ADS_1


“Emang apa untungnya buat aku? Emang kamu artis? Anak pejabat? Atau konglomerat dengan banyak pengawal? Nggak ngaruh banget buat aku!”


Dia kok lebih galak dari bunda ..., nggak pa pa deh, bukan Elan namanya kalau mudah nyerah ..., batin Elan, ia sampai memundurkan kepalanya karena mendapat Omelan dari Kiandra dan Rehan hanya bisa menahan tawa melihat sahabatnya mati kutu di depan cewek.


Kiandra kembali berjalan dan Elan lagi-lagi berjalan mengejarnya,


"Lo salah!?"


"Sekarang apa lagi?" tanya Kiandra lagi tanpa menghentikan langkahnya.


“Lihat …, semua gadis di sekolah ini mereka antri cuma buat jadi pacar aku!” ucap Elan menyombongkan diri sambil menunjukkan beberapa gadis di sekolahnya yang memang sedari tadi memerhatikan Elan. Entah memperhatikan Elan sebagai idola mereka atau tengah memperhatikan bagaimana Elan di tolak mentah-mentah oleh cewek.


Hhheehhhhhh


Kiandra menghela nafas dan kembali berhenti lalu berbalik pada Elan,


“Sekarang catat di kepala kamu baik-baik ya, saya yang akan mengisi daftar pertama dalam buku catatan hidupmu sebagai cewek yang tidak menginginkan cowok krepeng kayak kamu!” ucapnya kemudian berlalu meninggalkan Elan begitu saja.


Elan terdiam di tempatnya, tidak lagi mengejar Kiandra. Ia menatap pantulan dirinya di kaca jendela kelas,


“Gue berotot ya …, enak aja di bilang krempeng!” ucap Elan sedikit berteriak. Tapi tidak berniat untuk mengejar Kiandra lagi.


Elan pun kemudian beralih pada Rehan,


"Gue nggak kerempeng kan?" tanyanya pada Rehan terlihat kurang percaya diri dengan dirinya sendiri.


"Ya, ya, ya_!" Rehan terlihat bingung harus menjawab apa, karena nyatanya memang tubuh Elan tidak berotot.


"Ya apa?"


Teng teng teng


Akhirnya suara bel masuk berbunyi menyelamatkan Rehan,


"Masuk Lan! Ayo!" Rehan pun segara berjalan meninggalkan Elan.


"Gimana Re? Gimana tubuhku?" tanya Elan tapi Rehan memilih terus berjalan dan pura-pura tidak mendengarkan teriakan Elan.


Semua siswa mulai berlari menuju ke kelasnya masing-masing.


"Yang benar saja!?" akhirnya Elan menyerah dan ia pun menyusul Rehan yang sudah berjalan lebih dulu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


Ig @tri.anu5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2